Dunia Fintech

Sudah 33 Tahun Terjun ke Dunia Saham, Berapa Harta Lo Kheng Hong? 

JAKARTA, duniafintech.com – Dijuluki Warren Buffetnya Indoneisa, berapa sih sebenarnya harta kekayaan Lo Kheng Hong? 

Pria 63 tahun yang memfokuskan hidupnya dalam investasi saham ini diketahui memiliki jumlah kekayaan yang fantastis. Bahkan, ia juga memiliki saham di beberapa perusahaan besar. 

Diketahui, sejak usia 30 tahun pria ini sudah konsen di bidang saham. Terhitung hingga sekarang sudah 33 tahun dirinya terjun ke dunia saham. 

Bahkan, Lo Kheng Hong ini juga dikenal sebagai bapak sahamnya Indonesia. Lalu, bagaimana jumlah kekayaan Lo Kheng Hong dan proses ia sampai di titik mencapai kesuksesan seperti sekarang, Anda dapat simak kisah inspiratifnya di sini. 

Lo Kheng Hong

Perjalanan Hidup Bapak Saham, Lo Kheng Hong

Warren Buffetnya Indonesia begitu yang ia dapatkan julukannya selain bapak saham Indonesia tersebut. 

Meskipun dijuluki seperti itu, Lo Kheng dalam menuju kesuksesanya seperti sekarang mengalami perjalanan karir yang tidaklah mudah. Pasalnya, Lo Kheng hidup dalam keluarga yang tidak mampu sedari kecil, hidupnya penuh perjuangan. 

Dia bersama keluarganya merantau dari pontianak ke Jakarta untuk mengadu nasib di kota metropolitan. Di Jakarta itu, Lo Kheng Hong hidup dengan serba kekurangan dengan hanya memiliki rumah berukuran 4 × 10 meter.

Pada tahun 1979 ia berkuliah di di Universitas Nasional dengan mengambil kelas malam di jurusan Sastra Inggris. Karena biaya kuliah yang tidak sepadan dengan keadaan ekonominya pada saat itu, ia harus mencari pekerjaan di Abroad Express Bank sebagai staff tata usaha.

Baca juga: Jangan Sampai Keliru, Begini Perbedaan Crypto dan Saham

Setelah ia lulus berkuliah, Pria yang lahir pada 20 Februari 1959 baru memasuki dunia karir di usianya yang sudah 30 tahun. 

Pada tahun 1989, ia sudah memasuki di dunia investasi dengan membeli saham kecil di  PT. Gajah Surya Multi Finance, ia membeli saham tersebut saat emiten penawaran saham perdana. 

Lo Kheng Hong memiliki prinsip sebagai investor saham dengan membeli saham dengan harga murah, tapi berpotensi terus bertumbuh atau dikenal dengan istilah value investing. 

Dirinya membeli saham tersebut dari hasil menabung sejak ia berkuliah dan hasil dari bekerja sebagai staff tata usaha. Dari situlah start awal seorang Lo Kheng Hong sebagai investor yang sukses.

Kekayaan Lo Kheng Hong

Berapa harta kekayaan Lo Kheng Hong memang tidak diketahui secara pasti. 

Namun, dilansir situs idxchannel.com, kekayaan Lo Kheng Hong  diperkirakan mencapai US$113,5 miliar atau setara Rp2 triliun.

Dengan nilai tersebut, LKH pantas disebut sebagai salah satu konglomerat Indonesia. Harta kekayaannya tersebut berasal dari investasi saham miliknya itu. 

Baca juga: Belajar Yuk! Ini Tips Penting dan Cara Invstasi Saham yang Tepat

Meski kaya raya, Lo Kheng Hong merupakan investor individu yang hidup cukup sederhana. Hal ini karena kehidupan LKH muda penuh lika-liku dan sempat menjadi seorang pegawai swasta. 

Bahkan, dia pernah tinggal di rumah berukuran 4 x 10 meter. Kendati berasal dari keluarga kurang mampu, ia terus belajar dan mempelajari dunia saham.

Dia juga pernah mengalami kerugian saat membeli saham pertamanya. Lo Kheng Hong menyebut dirinya sebagai “Sleeping Shareholder” karena tidak memelototi pergerakan harga saham di layar monitornya. 

Saham Apa Saja yang Dibelinya?

Lantas pada saat Lo Kheng Hong muda dan bekerja di perusahaan swasta, karirnya terus berlanjut, sampai pada tahun 1990 Lo Kheng bekerja di bagian pemasaran di bank ekonomi.

Lalu, setahun setelahnya ia naik jabatan sebagai kepala cabang di bank tempatnya bekerja. Setelah ia bekerja selama 17 tahun dia berhenti bekerja di bank dan berkonsentrasi penuh menjadi seorang investor saham.

  1. Saham PT Indika Energy Tbk (INDY)

Pada tahun 2016 Lo, melihat saham batu bara mengalami penurunan harga. Dalam kesempatan itu ia membeli saham INDY diperdagangkan di harga terendah Rp106 per lembar.

Setelah dua tahun memegang saham Indika Lo dapat meningkatkan saham perusahaan menjadi dari 50 dolar menjadi 100 dollar per ton. Karena faktor harga batu bara naik, Harga saham INDY pun langsung terbang menjadi Rp 4.550 per lembar atau harga tertinggi. Kemudian, Lo Kheng Hong menjual saham tersebut dan untung 4.000% hanya dalam 2 tahun.

  1. Saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)

Setahun setelahnya pada 2017, Lo Kheng berlanjut membeli saham dari INKP. Di tahun itu pada saat ia setelah membeli saham di perusahaan tersebut naik menjadi Rp 20 ribu per lembar dan dijual. Dalam waktu 1,5 tahun, untung 1.900%. Pada saat awal membeli saham, Lo Kheng membeli saham tersebutharga saham INKP Rp 1.000 per lembar.

  1. Saham PT United Tractor Tbk (UNTR)

Pada perusahaan kali ini Lo Kheng memiliki cuan yang besar saat membeli saham. Pada tahun 1988 saat ia menjadi investor di perusahaan ini, ia membeli saham UNTR seharga Rp 250 per lembar, namun ia hanya membiarkan “tidur” selama 6 tahun. kemudian Lo Kheng menjualnya di harga Rp 15 ribu per lembar. Dari hasil penjualannya tersebut keuntungan yang ia terima mencapai 5.900%. 

Aset saham dari UNTR ini merupakan faktor kekayaan Lo Kheng Hong yang memberikan keuntungan sangat besar. Pasalnya, saham yang didapat dari perusahaan ini  ditaksir mencapai sekitar 625 Miliar. Capaian mentereng ini merupakan prestasi terbaik yang pernah dicapai oleh Lo Kheng Hong selama perjalanan karir yang ia jalani selama hidupnya

Tak heran ketika jumlah kekayaan Lo Kheng Hong dijuluki sebagai bapak saham Indonesia karena dengan prestasi yang ia dapatkan memang layak dijuluki seperti itu.

Itulah tentang kekayaan Lo Kheng Hong dan kisah-kisah menariknya. Semoga informasi ini bisa menjadi inspirasi buat kamu.

Baca juga: Cara Investsi Saham Buat Pemula, Berikut Langkah Sederhananya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

Exit mobile version