Dunia Fintech

Mana yang Lebih Cuan Saat Perang Iran: Emas atau Bitcoin?

Bitcoin Dianggap Aset Risk OFF, Emas Baru Abad 21?

Di tengah ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, dua aset yang sering disebut sebagai safe haven—emas dan Bitcoin—menunjukkan performa yang berbeda.

Per April 2026:

Situasi ini memunculkan pertanyaan penting: mana yang sebenarnya lebih menguntungkan saat krisis?

Emas Unggul Saat Ketidakpastian Tinggi

Bitcoin

Kenaikan emas saat ini didorong oleh beberapa faktor utama:

Sebagai aset yang sudah teruji selama ratusan tahun, emas menjadi pilihan pertama investor institusional ketika risiko meningkat.

Bahkan saat sempat terkoreksi, emas tetap bertahan kuat di atas level psikologis US$4.800.

Bitcoin Tertinggal, Tapi Bukan Lemah

Bitcoin cenderung lebih sensitif terhadap:

Saat krisis meningkat, investor biasanya:

  1. Masuk ke emas terlebih dahulu
  2. Baru kemudian beralih ke Bitcoin

Namun, data historis menunjukkan pola menarik:

Setelah emas outperform dalam waktu tertentu, BTC sering menyusul dalam 1–2 bulan dengan reli lebih agresif (rata-rata hingga +56%).

Data Likuiditas: Sinyal Positif untuk BTC

Data dari MRS Blockcircle menunjukkan kondisi yang mendukung:

Likuiditas yang longgar secara historis menjadi bahan bakar utama kenaikan aset kripto.

Selain itu:

Artinya, tekanan finansial belum cukup besar untuk memicu pelarian dari aset berisiko.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meski prospek BTC cukup positif, ada beberapa faktor risiko:

Ini menunjukkan ekonomi global masih dalam fase transisi yang rapuh.

Exit mobile version