27.2 C
Jakarta
Selasa, 27 Februari, 2024

Manajemen Logistik adalah: Pengertian, Tujuan, hingga Fungsinya

JAKARTA, duniafintech.com – Manajemen logistik adalah hal yang penting dalam manajemen bisnis, terutama dalam konteks produksi. Sebagai contoh, salah satu peran signifikan dalam manajemen bisnis adalah memastikan pengiriman barang melalui fasilitas logistik yang aman. 

Dengan memahami aspek ini secara terperinci, seseorang dapat memahami secara menyeluruh bagaimana tata kelola fungsi manajemen rantai pasokan beroperasi. Nah, untuk lebih memahami tentang apa yang dimaksud dengan manajemen logistik, peran atau fungsi, hingga sistemnya, simak ulasannya berikut ini, seperti dinukil dari Plugin Ongkos Kirim.

Pengertian Manajemen Logistik adalah

Manajemen logistik adalah serangkaian kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran barang, informasi, dan sumber daya terkait dalam suatu rantai pasok atau supply chain dalam konteks bisnis.

Dengan kata lain, tata kelola fungsi manajemen rantai pasokan adalah penerapan ilmu manajemen atau tata kelola dalam aktivitas logistik di suatu bisnis, yang melibatkan berbagai tahapan mulai dari pra-produksi hingga distribusi barang.

Baca juga: Komponen Manajemen Keuangan, Apa Saja? Simak Fungsinya di Sini

Tujuan utama dari tata kelola fungsi manajemen rantai pasokan adalah memastikan produksi barang atau produk sesuai, dalam jumlah yang tepat, waktu yang tepat, dan dalam kondisi yang tepat. Hal ini bertujuan agar barang yang dihasilkan oleh bisnis tersedia dan dapat didistribusikan kepada pelanggan secara efisien.

Tata kelola fungsi manajemen rantai pasokan melibatkan berbagai aktivitas dan proses, termasuk perencanaan dan pengelolaan persediaan, transportasi, pergudangan, pengemasan, pemrosesan pesanan, pemantauan pengiriman, dan pengelolaan informasi terkait. 

Dalam pelaksanaannya, diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang efektif antara berbagai fungsi bisnis seperti produksi, pemasaran, pembelian, dan distribusi.

Fungsi Manajemen Logistik adalah

Fungsi tata kelola fungsi manajemen rantai pasokan pada umumnya dibagi menjadi tujuh jenis, mulai dari perencanaan logistik hingga manajemen informasi logistik. Berikut penjelasan untuk setiap fungsi, termasuk gambaran pekerjaannya:

1. Fungsi Manajemen Logistik adalah: Perencanaan Logistik

Perencanaan logistik mencakup penentuan kebutuhan persediaan, kapasitas gudang, dan rute transportasi yang efisien. Proses ini melibatkan kolaborasi antara manajer logistik, tim perencanaan, manajer operasional, pemasok, departemen produksi, penjualan, dan pemasaran untuk mengembangkan strategi logistik optimal.

2. Fungsi Manajemen Logistik adalah: Pengadaan dan Pembelian

Fungsi ini bertanggung jawab memastikan ketersediaan bahan baku, suku cadang, dan komponen yang diperlukan. Tim pengadaan dan pembelian berinteraksi dengan pemasok, melakukan negosiasi kontrak dan harga, serta memantau kualitas produk. Mereka juga bekerja dengan tim perencanaan produksi untuk menentukan jadwal pengadaan sesuai kebutuhan.

3. Manajemen Persediaan

Melibatkan pengelolaan stok barang agar tetap optimal, cukup untuk kebutuhan tanpa kelebihan atau kekurangan. Tim manajemen persediaan memantau stok, menghitung tingkat persediaan ideal, dan merencanakan siklus pengisian persediaan. Kolaborasi dengan tim perencanaan produksi, pengadaan, dan penjualan untuk memperkirakan permintaan dan menjaga ketersediaan persediaan.

4. Pengelolaan Transportasi

Berfokus pada pemilihan moda transportasi yang sesuai, perencanaan rute pengiriman yang efisien, dan pemantauan proses pengiriman. Tim pengelolaan transportasi bekerjasama dengan perusahaan jasa ekspedisi/pengiriman, agen logistik, dan tim pengiriman internal untuk mengoptimalkan proses pengiriman. Memastikan kesesuaian dengan peraturan transportasi serta pemantauan keandalan dan efisiensi jasa pengiriman yang digunakan.

5. Pergudangan dan Penyimpanan

Fungsi pergudangan dan penyimpanan melibatkan manajemen gudang dan sistem penyimpanan barang. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai berbagai jenis gudang dan kegunaannya sangat penting.

Tim pergudangan bertugas mengorganisir tata letak gudang, menerapkan metode penyimpanan yang efisien, dan mengawasi proses penerimaan, pengeluaran, serta penyimpanan barang. Tanggung jawab mereka mencakup pengawasan terhadap persediaan dan pemantauan kondisi barang yang disimpan di gudang.

Baca juga: Pengertian dan Pentingnya Manajemen Keuangan

Manajemen Logistik adalah

  1. Pengemasan dan Pemrosesan Pesanan

Fungsi berikutnya adalah memastikan pengemasan dan pemrosesan produk yang efisien dan aman, serta pemrosesan pesanan pelanggan dengan akurat dan cepat.

Tim pengemasan dan pemrosesan pesanan bertugas mengatur metode pengemasan yang sesuai dengan jenis barang, mengelola proses pemisahan dan konsolidasi barang, serta melakukan pengelolaan kemas ulang jika diperlukan. Mereka berkoordinasi dengan tim penjualan, layanan pelanggan, dan gudang untuk memastikan pesanan diproses dengan tepat waktu dan dikemas secara optimal sebelum dikirim.

  1. Manajemen Informasi Logistik

Fungsinya melibatkan pengumpulan, pengelolaan, dan pemrosesan data logistik yang terkait dengan aktivitas logistik.

Tim manajemen yang satu ini menggunakan sistem informasi logistik untuk mengumpulkan dan menganalisis data terkait persediaan, transportasi, pengiriman, dan aktivitas logistik lainnya. 

Peran mereka melibatkan pembagian informasi kepada berbagai pihak terkait dalam rantai pasok, termasuk departemen internal, pemasok, mitra logistik, dan pelanggan.

Manajemen Logistik adalah: Sistem dan Prosesnya

Sistem tata kelola fungsi manajemen rantai pasokan adalah kerangka kerja yang terdiri dari serangkaian proses, kebijakan, prosedur, dan teknologi yang digunakan untuk mengelola aliran barang, informasi, dan sumber daya terkait dalam rantai pasok atau supply chain.

Tujuan utama dari sistem ini adalah memastikan bahwa seluruh aspek kegiatan logistik, mulai dari perencanaan hingga pengiriman, dapat berjalan dengan efisien dan efektif.

Sistem tata kelola fungsi manajemen rantai pasokan mencakup berbagai komponen, seperti perencanaan logistik, pengadaan dan pembelian, manajemen persediaan, pengelolaan transportasi, pergudangan dan penyimpanan, pengemasan dan pemrosesan pesanan, serta manajemen informasi logistik.

Dengan menerapkan sistem tata kelola fungsi manajemen rantai pasokan yang efektif, perusahaan dapat meraih berbagai keuntungan, seperti pengurangan biaya logistik, peningkatan efisiensi operasional, peningkatan kepuasan pelanggan, pengurangan waktu siklus, dan peningkatan keunggulan kompetitif.

Sistem ini juga membantu perusahaan mengatasi tantangan logistik, seperti fluktuasi permintaan, kompleksitas rantai pasok, dan perubahan dalam lingkungan bisnis.

Perancangan sistem tata kelola fungsi manajemen rantai pasokan adalah usaha kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di dalam perusahaan, termasuk manajer logistik, tim pengadaan, manajemen persediaan, dan lainnya.

Dengan melibatkan para ahli dan pemangku kepentingan yang relevan, perusahaan dapat merancang sistem yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, mengoptimalkan operasi logistik, dan mencapai tujuan bisnis yang diinginkan.

Baca juga: Pengendalian Manajemen pada Perusahaan Jasa Keuangan

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE