Site icon Dunia Fintech

Mengenal Kembali Apa itu Deposito: Jenis hingga Contohnya

Mengenal Kembali Apa itu Deposito: Jenis hingga Contohnya

JAKARTA, duniafintech.com – Pertanyaan tentang apa itu deposito masih banyak bermunculan di masyarakat. Deposito terdiri dari beragam jenis, dan memang bisa menjadi salah satu pilihan investasi paling aman ketimbang investasi-investasi lainnya.

Di samping itu, juga terdapat banyak keuntungan saat menggunakan deposito bank sebagai salah satu jalan untuk menyimpan uang dengan jangka waktu tertentu. Hal itu karena deposito berjangka memiliki keuntungan lebih banyak ketimbang tabungan biasa meski ia tidak bisa diambil dengan mudah dalam jangka waktu kapan pun.

Nah, untuk lebih memahami soal deposito, dari jenis hingga contohnya, yuk simak uraiannya di bawah ini.

Apa Itu Deposito?

Deposito, dalam istilah keuangan, bisa diartikan sebagai uang yang disimpan di bank dalam waktu yang telah disepakati antara nasabah dan bank selaku pemegang otoritas. Pengertian deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetorannya ataupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu.

Adapun dana yang disimpan dalam deposito memiliki tenor mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, suku bunga deposito rata-rata bank umum tercatat 7,60 persen untuk 1 bulan, 8,33 persen untuk 3 bulan, serta 8,61 persen untuk 6 bulan dan untuk jangka lebih dari 12 bulan.

Apa Itu Deposito: Kelebihan atau Keuntungannya

Kekurangan atau Kelemahan Deposito

Baca juga: Deretan Bank dengan Bunga Deposito Tertinggi 1, 3, hingga 12 Bulan

Jenis-jenis Deposito

  1. Deposito Berjangka

Merupakan produk bank sejenis tabungan yang saat didepositkan tidak bisa ditarik oleh nasabah sebelum jatuh tempo. Deposito ini punya waktu yang bisa dipillih, antara 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan.

Jika deposito berjangka dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan maka penggunanya akan dikenakan penalti. Deposito ini punya kelebihan berupa tingkat suku bunga yang lebih besar ketimbang produk tabungan biasa. Namun, dana yang sudah didepositkan itu hanya bisa diambil sesuai jangka waktu yang telah disepakati di awal.

Di samping itu, jenis deposito ini punya sistem Automatic Roll Over, yaitu perpanjangan secara otomatis. Sistem ini akan membuat deposito diperpanjang secara otomatis ketika selesai jatuh tempo.

Deposito ini sangat cocok untuk pemula sebab jangka waktu dan bunga yang ditawarkan cukup kompetitif. Manfaat lainnya dari deposito berjangka adalah sebagai berikut:

Berikut ini contoh apa itu deposito berjangka bank besar di Indonesia:

a. Bank BCA

b. Bank BNI

c. Bank BRI

d. Bank Mandiri

e. Bank Sinarmas

Baca juga: Ketahui Dulu Risiko Pencairan Deposito Bank Sebelum Jatuh Tempo

  1. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito adalah simpanan berbentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpanannya dapat dipindahtangankan. Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia dan sertifikat deposito ditransaksikan di pasar uang.

Mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/2/PBI/2017 tentang Transaksi Sertifikat Deposito di Pasar Uang, besaran nominal dalam penerbitan sertifikat deposito minimal sebesar Rp10 miliar dan dalam bentuk valuta asing dengan nominal sama.

Jangka waktu sertifikat deposito ini juga jauh lebih panjang ketimbang deposito berjangka, yakni hingga 36 bulan. Panjangnya tenor yang diatur dalam PBI ini dimaksudkan untuk membantu percepatan pembentukan harga pasar yang lebih efisien.

Berikut ini daftar penerbit sertifikat deposito di pasar uang:

Adapun karakteristik sertifikat deposito bisa memberikan berbagai keuntungan untuk nasabahnya, di antaranya:

  1. Deposito on Call

Deposit on Call adalah jenis deposito sebagai simpanan berjangka waktu 3—30 hari atau satu bulan. Uang yang disimpan dalam bentuk deposit ini bernilai relatif besar, yaitu Rp100 juta. Ketika pencarian bunganya, nasabah mesti memberikan informasi terlebih dulu tiga hari sebelumnya.

Di samping itu, besar bunga yang dibayarkan umumnya dihitung per bulan dan nilai bunganya ditentukan sesuai negosiasi antara nasabah dengan pihak penerbit. Setiap bank bisa memberikan nilai bunga yang berbeda-beda.

Cara Membuka Deposito

Nah, setelah Anda mengetahui apa itu deposito bank dan jenis-jenisnya maka kini Anda bisa segera membuka deposito di bank dengan mudah. Namun, Anda harus tahu terlebih dahulu beberapa tips berikut ini:

Berikut ini panduan tata cara membuka deposito di bank:

Kesimpulan

Demikianlah uraian tentang apa itu deposito dan jenis-jenisnya. Ingatlah bahwa masing-masing deposito ini punya karakteristik yang bisa Anda sesuaikan dengan pilihan investasi. Yuk, investasi deposito sekarang juga!

Baca juga: Coba Deposito Online, Produk Investasi Berjangka Paling Aman dan Menguntungkan

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Editor: Rahmat Fitranto

Exit mobile version