Site icon Dunia Fintech

MENGENAL TAHAPAN PENDANAAN DALAM BISNIS STARTUP

MENGENAL TAHAPAN PENDANAAN DALAM BISNIS STARTUP

duniafintech.comFinancial Technology (FinTech) tidak dimungkiri memang menjadi sektor yang paling diminati beberapa tahun ini. Dari kemudahan akses karena berbasis internet hingga keuntungan karena ekonomis untuk pengguna memang menjadi daya tarik utama bagi pegiat bisnis ini.

Di Indonesia, semarak sektor FinTech ditandai dengan begitu banyaknya perusahaan-perusahaan startup berbasis teknologi yang didirikan. Memang sektor ini dapat dikatakan menguntungkan, namun bukan berarti mendirikan perusahaan, dan membangun bisnis itu mudah. Tetap saja ada kendala dan pasang surut yang dihadapi. Permasalahan utama yang kerapkali dihadapi tetap saja soal permodalan. Diperlukan kejelian dan kepandaian melihat peluang serta mengatur perputaran uang yang ada.

Namun, ekosistem FinTech memang saat ini terlampau menjanjikan. Banyak pemain besar, baik perbankan maupun non perbankan berebut untuk menempatkan namanya di daftar pemodal perusahaan startup. (Baca juga: UOB VENTURE GELONTORKAN PENDANAAN SERI B UNTUK RUANGGURU.COM)

Perihal pendanaan bisnis startup, dikenal ada 4 empat tahapan pendanaan untuk membantu startup mengatasi masalah permodalan.

4 Jenis Pendanaan Startup

  1. Seed Investment

Tahap awal dalam pendanaan startup, pendanaan ini merupakan tahap investasi awal yang diarahkan untuk membantu pendiri startup dalam menetapkan arah dan tujuan bisnisnya. Pada tahap ini startup dibantu untuk mengidentifikasi produk, orientasi marketplace, target demografis, dan pembentukan tim.

  1. Pendanaan Seri A

Pada tahap pendanaan ini, biasanya startup sudah memiliki produk yang matang, serta memiliki gagasan kuat tentang tujuan dan arah bisnisnya. Pada tahap ini, startup harus memiliki proses distribusi yang stabil, marketplace untuk produk yang ditawarkan. Dengan kata lain, pendanaan seri A diperuntukkan kepada startup yang masih membutuhkan inovasi untuk lebih mengembangkan bisnisnya.

  1. Pendanaan Seri B

Pada tahap ini startup umumnya sudah berumur 2-4 tahun, keuangan perusahaan akan diaudit oleh auditor publik sebelum dana masuk oleh investor untuk mengetahui kondisi riil kas perusahaan. Jarang sekali startup lokal Indonesia yang mampu meraih pendanaan ini. Hal ini kemungkinan besar disebabkan startup lokal belum mampu memiliki basis pengguna yang dapat menghasilkan keuntungan seperti yang diminta investor. Pada tahap pendanaan Seri B ini, pendanaan yang didapat founder umumnya akan digunakan untuk memaksimalkan ekspansi pasar, model bisnis dan basis pengguna yang lebih luas. Pada tahap ini, jika startup telah tumbuh secara berkelanjutan, startup tersebut mungkin dalam posisi baik untuk meningkatkan operasinya dengan cara mengakuisisi bisnis lain.

  1. Pendanaan Seri C

Pada tahap ini, perusahaan yang didanai biasanya sudah pada tahap stabil, umumnya dana yang diberikan digunakan untuk ekspansi ke jangkauan yang lebih luas, pembukaan cabang berskala nasional maupun internasional.

Setelah pendanaan seri C, ada pula satu tahap tambahan di mana perusahaan startup akan go public atau berlabel IPO (Initial Public Offering). Namun, sangat sedikit perusahaan startup yang mencapai tahap IPO. Umumnya, tidak ada batasan teknis terkait perputaran investasi yang didapatkan startup.

 

Source: liputan6.com

Written by: Hendratanu Wijaya

Exit mobile version