Dunia Fintech

Modus Penipuan Bisnis Online [2024] & Cara Melaporkannya

Modus penipuan bisnis online kian marak terjadi saat ini dan menyajikan sisi gelap dari kepraktisan bisnis di dunia internet. Hal itu terutama dengan banyaknya kegiatan yang kini dilakukan secara online sehingga tidak heran jika individu yang tidak bertanggung jawab sering kali akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari celah dan meraih keuntungan mereka secara ilegal.

Oleh karena itu, tentu saja akan menjadi sangat penting untuk menjaga aktivitas online Anda agar tidak terganggu dan mengalami kerugian akibat penipuan tersebut. Lantas, pertanyaannya adalah apa saja ragam jenis modus penipuan bisnis online yang kerap kali terjadi? Kenali berbagai jenis modus penipuan bisnis online dan pahami bagaimana cara melaporkannya agar dapat mengambil langkah-langkah yang tepat berikut ini.

Modus Penipuan Bisnis Online

Terdapat banyak cara yang digunakan oleh para penipu untuk mencari keuntungan dari kesalahan dan kelalaian orang lain. Penting untuk tidak terjerat dalam praktik penipuan tersebut, sehingga perlu mewaspadai modus operandi yang digunakan oleh mereka.

Baca juga: 10 Kelebihan dalam Bisnis Online: Peluang Menguntungkan di Era Digital

Modus Penipuan Bisnis Online

1. Toko Online Palsu

Praktik penipuan dengan modus toko online palsu masih sering terjadi di Indonesia dan memberikan dampak yang merugikan banyak orang. Umumnya, para pelaku akan membuat platform toko online dengan menawarkan harga jual yang sangat murah dibandingkan dengan pesaingnya.

Taktik ini menarik minat calon pembeli dan mendorong mereka untuk segera melakukan pembelian tanpa pertimbangan yang matang. Toko online palsu tersebut sering kali didesain sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan dan profesional, sehingga banyak orang yang terjebak dalam praktik penipuan ini.

2. Petugas Bea Cukai Palsu

Bagi mereka yang gemar berbelanja di toko dari luar negeri, seringkali berhadapan dengan modus penipuan yang melibatkan seseorang yang mengaku sebagai petugas bea cukai. Penipu ini akan meminta tambahan dana dengan dalih bahwa barang yang dibeli ditahan karena masalah bea cukai.

3. Phishing

Dalam kasus penipuan online, umumnya penipu akan mengirimkan link atau kode OTP untuk mengelabui korban agar mengungkapkan data pribadi atau melakukan transaksi di situs palsu. Jika menerima link yang mencurigakan, disarankan untuk segera melaporkannya sebagai spam, baik melalui email maupun platform WhatsApp.

4. Bukti Transfer Palsu

Modus penipuan dalam bisnis online ini sering kali menimbulkan kerugian bagi pemilik bisnis. Penipu akan berpura-pura sebagai pembeli yang berminat untuk membeli produk, namun kemudian mengirim bukti transfer yang palsu. Penting untuk melakukan pemeriksaan yang teliti dan memeriksa mutasi sebelum melanjutkan proses orderan yang masuk.

Baca juga: Jenis Bisnis Online dan Keuntungannya, Pemula Wajib Simak!

5. Account Takeover

Tipe penipuan ini dapat mengakibatkan kehilangan kontrol atas akun kartu kredit/debit karena diambil alih oleh penipu. Kejadian ini bisa terjadi akibat kebocoran data atau tindakan tidak sadar seperti memberikan informasi seperti nama ibu kandung, foto KTP, NPWP, dan lainnya kepada penipu.

Cara Melaporkan Modus Penipuan Bisnis Online

Berikut beberapa langkah yang dapat diambil jika menjadi korban penipuan, dapat disesuaikan dengan modus penipuan yang dialami. Saat ini, pelaporan penipuan secara online sangat umum, sehingga penting untuk menyiapkan berbagai bukti yang mendukung laporan.

Penutup

Demikianlah ulasan terkait modus penipuan bisnis online yang penting untuk diketahui. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Baca juga: Cara Menghasilkan Uang secara Online: Freelance, Bisnis Online, hingga Survei

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Exit mobile version