27.2 C
Jakarta
Selasa, 27 Februari, 2024

Ngeri! Negara Rugi Rp14,4 Miliar karena Tambang Bitcoin Ilegal di Medan Curi Listrik PLN

JAKARTA, duniafintech.com – Tambang bitcoin ilegal yang berlokasi di Jalan Ringroad, Kecamatan Medan Sunggal, Medan, Sumatera Utara, berhasil dibongkar oleh Tim Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumatera Utara (Sumut).

Terkait tambang Bitcoin ilegal tersebut, Kapolda Sumut, Irjen Agung Setya Imam Effendi, mengatakan bahwa tempat tersebut juga telah melakukan pencurian listri PLN. 

Adapun sebagai akibat dari pencurian listrik tersebut, diperkirakan negara telah mengalami kerugian hingga mencapai angka Rp14,4 miliar.

Baca juga: Investor Kripto Siap-siap! BlackRock Cs Segera Luncurkan ETF Bitcoin

“Dalam kurun waktu 6 bulan, estimasi kerugian negara akibat pencurian arus listrik mencapai Rp14,4 miliar. Ini tentu hal yang merugikan negara karena listrik ini dikelola oleh PLN melalui proses pembangkit listrik dan kemudian disalurkan,” ucap Agung Setya, dilangsir melalui portal Polri via Asumsi.co, Kamis (28/12/2023).

Sementara itu, berdasarkan perhitungan awal dari PLN, kerugian yang dialami selama 1 bulan mencapai 1.702.944 KWH atau senilai tagihan Rp2,46 miliar akibat tambang bitcoin ilegal tersebut.

Ditambahkan Agung Setya, pencurian listrik tersebut dilakukan di sebanyak 10 titik yang digunakan untuk menggerakkan mesin Bitcoin. Ia menyatakan, terdapat sebanyak 1.300 mesin penambang Bitcoin yang disita dan dari setiap mesinnya itu digerakan dengan tenaga 1.800 watt.

“Kami berharap masyarakat harus memahami industri-industri ataupun usaha harus mengikuti ketentuan tentang penggunaan listrik PLN. PLN akan mendistribusikan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya. Karena listrik kita saat ini sudah memadai,” tegasnya.

Disampaikannya lagi, pihak kepolisian akan menyelidiki lebih lanjut terkait keterlibatan pihak-pihak terkait dalam kasus pencurian listrik tersebut.

Baca juga: Bisa Hasilkan Cuan! Begini Cara Memainkan Game NFT Splinterlands untuk Pemula

Tambang Bitcoin Ilegal

“Polisi juga akan mendalami keterlibatan para pelaku dalam mengelola Bitcoin yang mereka hasilkan dengan menggunakan listrik curian. Setelah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup, polisi akan menetapkan tersangka dalam kasus ini. Semua pihak yang terbukti terlibat akan tindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Diketahui, dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 26 orang beserta barang bukti yang digunakan untuk mengoperasikan tambang Bitcoin ilegal tersebut.

“Tindak Pidana setiap orang yg menggunakan tenaga listrik yg bukan haknya secara melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam pasal 51 ayat 3 UU RI no 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, subsider pasal 363, 362 KUHPidana,” tutupnya.

Baca juga: Cara Trading Kripto di INDODAX, Lebih Mudah via Aplikasi Mobile

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE