Site icon Dunia Fintech

Pemerintah Sambut Dukungan Stakeholder Dalam Tingkatkan Inklusi Keuangan

Pemerintah Sambut Dukungan Stakeholder Dalam Tingkatkan Inklusi Keuangan

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah mengapresiasi dukungan para pemangku kepentingan dan stakeholder untuk meningkatkan dan memperkuat inklusi keuangan di Indonesia. 

Dengan Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi negara-negara anggota G20 untuk bersama-sama mewujudkan agenda transformasi ekonomi berbasis digital. 

“Presidensi G20 Indonesia akan terus terbuka dan mendukung kerja sama dengan berbagai pihak termasuk para pemangku kepentingan dalam negeri maupun kerja sama dengan negara-negara G20 dan organisasi internasional untuk mengimplementasikan upaya transformasi ekonomi yang adaptif, responsif, dan inklusif,” katanya dalam video conference, Jumat (13/5).

Sementara itu, Deputi I Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, menambahkan, pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap penjualan maupun permintaan usaha UMKM. 

Baca juga: Mengenal Apa Itu Generasi Sandwich: Ciri-ciri dan Cara Memutus Rantainya

Sebanyak 48,6% UMKM tutup sementara, 30,5% UMKM mengalami penurunan permintaan, selain itu 7 dari 10 pelaku UMKM membutuhkan bantuan modal di masa pandemi. 

Padahal, UMKM memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi,  penyerapan tenaga kerja, dan ekspor. Karena itu, dia mendorong berbagai keterlibatan stakeholder dalam mendorong pemulihan sektor ekonomi kerakyatan ini. 

“Melihat begitu besarnya potensi dan peranan UMK terhadap peranan ekonomi Indonesia, pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan seluruh stakeholders dalam membangkitkan ekosistem kewirausahaan dan dukungan pembiayaan dalam program KUR,” ujarnya.

Tak hanya itu, di saat bersamaan perluasan akses pembiayaan bagi UMK ini juga akan sangat mendukung peningkatan inklusi keuangan. Dalam konteks ini berbagai inisiatif yang dilakukan oleh financial technology (fintech) akan sangat dibutuhkan.

Baca jugaMau Menghentikan Kebiasaan Berhutang? Simak Cara-cara Berikut Ini!

Pasalnya, berdasarkan riset Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) pada 2019, fintech P2P lending berkontribusi 0,45% terhadap PDB Indonesia, juga mampu mendorong penciptaan 362 ribu lapangan kerja sehingga menurunkan angka kemiskinan sebesar 177 ribu orang. 

Baca juga: Melek Teknologi, NFT Jadi Metode Lain untuk Populerkan Karya Musisi Tanah Air

Berarti, fintech menjadi bagian penting dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional, karena teknologi terbukti membuka akses lebih luas terhadap pembiayaan dan layanan keuangan untuk UMKM melalui platform digital.

 

Penulis: Nanda Aria

Admin: Panji A Syuhada

Exit mobile version