Dunia Fintech

Perbedaan Bank Digital dengan Bank Konvensional, Intip Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com – Perbedaan bank digital dengan bank konvensional pada dasarnya harus diketahui oleh masyarakat luas saat ini.

Pasalnya, hadirnya banyak bank digital dalam beberapa tahun terakhir membuat masyarakat bertanya-tanya apa perbedaan antara bank ini dengan bank konvensional.

Nah, jika kamu ingin mengetahui apa saja perbedaan di antara keduanya maka simak ulasan berikut ini, seperti dinukil dari Qoala.

Baca juga: Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

Apa Itu Bank Digital dan Bank Konvensional

Bank digital adalah bank yang melakukan aktivitas bisnis secara digital dengan memakai saluran elektronik. Sekalipun hadir secara digital, bank digital ini juga merupakan organisasi yang berbadan hukum Indonesia.

Bank digital juga bisa tetap menjalankan kegiatan usaha tanpa harus memiliki kantor fisik di luar kantor pusat. Berikut ini beberapa layanan yang disediakan oleh bank digital:

Sekilas tentang Bank Konvensional

Bank konvensional adalah sebutan untuk bank yang aktivitas perputaran uangnya dilakukan berdasarkan kesepakatan nasional atau internasional yang juga berdasarkan hukum formil negara.

Bank yang satu ini menjadi perantara antara tiga pihak, yakni pengelola bank, nasabah, dan pemegang saham yang masing-masing punya kepentingan berbeda.

Contoh bank konvensional dapat ditemukan dengan mudah di berbagai lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia adalah BRI, BTN, BNI, Mandiri, BCA, dan sebagainya.

Perbedaan Bank Digital dengan Bank Konvensional

1. Cara dan Proses Buka Rekening

Meski sama-sama menawarkan layanan bank dan produk perbankan termasuk simpanan berupa tabungan dan deposito, terdapat perbedaan di antara kedua jenis bank ini, di antaranya pada cara dan proses pembukaan rekening.

Sesuai namanya, proses pembukaan rekening bank digital sepenuhnya akan dilakukan secara online via website, link khusus, atau aplikasi bank digital yang dipilih. Hal itu berbeda dengan bank konvensional yang mengharuskan nasabah melakukan proses pembukaan rekening dengan langsung mendatangi bank. Proses ini pun tidak bisa dilakukan sendiri sebab harus dengan bantuan pegawai bank, dalam hal ini customer service.

2. Keberadaan Kantor Cabang

Kalau kamu sudah biasa melihat kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor unit bank saat melintasi wilayah tertentu maka itu pasti milik bank konvensional. Dengan adanya segenap kantor tadi, nasabah akan lebih mudah dan cepat dalam mendapatkan layanan dan produk perbankan dengan datang ke lokasi kantor cabang terdekat.

Nah, bank digital sendiri sebenarnya bisa beroperasi tanpa harus memiliki kantor cabang fisik. Hal itu pun menjadi salah satu perbedaannya dengan bank konvensional yang tampak begitu nyata.

Kendati demikian, bukan berarti bank digital tidak boleh punya kantor cabang ya. Selain kantor pusat, bank digital pun bisa punya kantor cabang, tetapi biasanya dengan jumlah terbatas.

3. Biaya Admin sebagai perbedaan bank digital dengan bank konvensional

Adapun perbedaan lainnya juga terletak pada biaya administrasi. Lazimnya, bank digital menawarkan biaya administrasi yang lebih rendah ketimbang bank konvensional.

Bahkan, tidak sedikit pula yang menawarkan layanan perbankan bebas biaya administrasi untuk produk dan layanan tertentu. Akan tetapi, hal itu bergantung pada kebijakan masing-masing bank digital.

4. Proses Transaksi dan Tarik Tunai

Kalau biasanya kamu bertransaksi melalui teller atau dengan bantuan fasilitas perbankan, seperti ATM, mobile banking, dan internet banking, maka kini saatnya untuk beralih ke dunia digital.

Ketika menggunakan bank digital, transaksi dilakukan secara digital. Itu berarti, tidak ada antrian dan tidak memerlukan bantuan teller atau customer service untuk transaksi yang hendak dilakukan.

Perbedaan Bank Digital dengan Bank Konvensional

5. Bunga Tabungan menjadi perbedaan bank digital dengan bank konvensional

Untuk bunga deposito bank digital atau tabungan digital terbaik sangat beragam. Meski demikian, lazimnya ini akan lebih tinggi ketimbang bank konvensional, mengingat biaya operasional yang lebih rendah daripada bank konvensional.

Dengan demikian, bank digital mampu menawarkan keuntungan berupa bunga tabungan dengan tingkat yang cukup tinggi. Kendati begitu, akan lebih baik untuk terlebih dahulu mencari tahu dan membandingkan besaran bunga tabungan digital dengan tabungan dari bank konvensional supaya kamu bisa kian yakin dapat memperoleh kelebihan yang satu ini.

Baca juga: Tips Pengajuan KPR agar Disetujui Bank dengan Cepat

Contoh Bank Digital di Indonesia

Ada banyak bank digital di Indonesia saat ini sehingga masyarakat pun memiliki berbagai pilihan untuk mendapatkan sejumlah manfaat yang diberikan oleh bank digital. Dengan demikian, kegiatan finansial akan semakin mudah terutama yang harus mereka lakukan secara online atau digital. Nah, di bawah ini adalah beberapa contoh bank digital terbaik yang saat ini bisa dipertimbangkan sebagai solusi bank konvensional untuk kebutuhan yang berbeda.

  1. Jenius

Kelebihan:

  1. Jago

Kelebihan:

  1. Neobank

Kelebihan:

  1. Allo Bank

Kelebihan:

  1. TMRW

Kelebihan:

  1. Digibank

Kelebihan:

Sekian ulasan tentang perbedaan bank digital dengan bank konvensional yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: BI Fast Tambah 29 Bank Peserta, Biaya Transaksi Hanya Rp2.500

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Exit mobile version