34 C
Jakarta
Kamis, 22 Februari, 2024

Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis yang Penting untuk Diketahui

JAKARTA, duniafintech.com – Perbedaan QRIS statis dan dinamis, apa saja ya? Mungkin sebagian dari Anda juga masih belum familiar dengan kedua istilah ini.

Pernahkah Anda melakukan transaksi di berbagai toko di pusat perbelanjaan menggunakan QR code yang disediakan oleh mereka? Tentu pernah, bukan? 

Anda mungkin juga pernah menemui toko yang menginput jumlah pembelian secara manual dan toko lain yang secara otomatis menampilkan jumlah pembelian. 

Perbedaannya terletak pada penggunaan kedua jenis QRIS. Meskipun konsepnya serupa, namun banyak pebisnis yang belum sepenuhnya memahami perbedaan antara QRIS statis dan dinamis.

Nah, untuk mengetahui perbedaan QRIS statis dan dinamis, simak yuk ulasannya berikut ini.

Baca juga: Cara Pengajuan Pinjaman Bank Mandiri, Terjamin Aman dan Mudah!

Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis: Apa Itu QRIS?

QRIS (Quick Response Indonesian Standard) merupakan kode QR yang dirancang dan diatur secara khusus oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). 

Fungsinya adalah memungkinkan transaksi pembayaran tanpa menggunakan uang tunai atau cashless, sehingga sistem pembayaran ini menawarkan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik.

Terdapat dua jenis QRIS, yaitu QRIS Statis dan QRIS Dinamis. Adapun QRIS Statis merupakan jenis QR code yang disediakan oleh merchant untuk sistem pembayaran mereka. Karena sifatnya yang statis, QR code ini harus diganti setiap kali ada perubahan dalam sistemnya.

Sementara itu, QRIS Dinamis memiliki sifat yang berbeda dari QRIS statis. QRIS Dinamis bersifat dinamis atau tidak tetap. Dengan kata lain, QRIS Dinamis tidak terbatas pada satu link yang sama untuk penggunaan berulang. QRIS Dinamis memungkinkan pembuatan link baru untuk setiap pelanggan atau transaksi tanpa batasan.

Contohnya, saat Anda berbelanja di sebuah toko, petugas kasir dapat mencetak struk dengan QRIS dinamis khusus untuk transaksi Anda. Hal ini memungkinkan pemilik usaha untuk melacak dan mencatat setiap transaksi harian. Oleh karena itu, QRIS dinamis lebih disarankan untuk pemilik bisnis sebagai opsi pembayaran yang lebih fleksibel.

Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis

1. Analisis Statistik Penjualan

Perbedaan pertama terletak pada statistik penjualan. QRIS Statis memiliki sifat tetap, yang membuat pemilik bisnis menghadapi kesulitan dalam melacak setiap transaksi dari segi waktu, nominal, dan barang yang terjual. Sebaliknya, QRIS Dinamis menyediakan data dan informasi lengkap untuk mempermudah pembukuan bisnis.

2. Efisiensi Biaya

Penggunaan QRIS dinamis lebih efisien secara operasional dibandingkan dengan QRIS statis. Hal ini disebabkan oleh tidak perlu mencetak ulang banner dan brosur QR code untuk memperbarui QR code toko. Dengan QRIS dinamis, cukup lakukan pembaruan melalui server.

  1. Praktis, Cepat, dan Aman

Perbedaan kedua terletak pada kecepatan dan keamanan transaksi penjualan. QRIS statis menggunakan URL yang panjang, sementara QRIS dinamis memiliki URL yang lebih singkat, membuat proses pemindaian kode QRIS dinamis menjadi lebih cepat.

Baca juga: Bayar Tagihan Kartu Kredit Pakai GoPay, Banyak Kelebihannya!

Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis

Selain itu, penggunaan QRIS dinamis juga meminimalkan kesalahan input dari pembeli dan petugas kasir. QRIS statis masih menggunakan metode manual dalam memasukkan nominal belanjaan, yang dapat menjadi merepotkan dan meningkatkan risiko kesalahan input nominal.

Keuntungan Menggunakan QRIS

  • Menekan penyebaran virus yang bisa menular melalui uang kertas.
  • Mendukung gaya hidup cashless.
  • Berkesempatan menikmati beragam diskon yang disediakan oleh merchant.
  • Lebih cepat dan praktis karena tidak perlu menunggu uang kembalian.
  • Efisiensi dan efektivitas waktu dalam bertransaksi.
  • Mendukung gaya hidup ramah lingkungan karena tidak perlu mencetak struk pembayaran yang sulit didaur ulang (QRIS Statis).

Dengan menggunakan QRIS Statis atau Dinamis, Anda tidak hanya memperoleh kenyamanan dalam bertransaksi tetapi juga mendukung upaya mengurangi penyebaran virus, menghemat waktu, dan mendukung lingkungan.

Baca juga: Sukuk adalah: Pengertian, Jenis-jenis, dan Keuntungannya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE