30.9 C
Jakarta
Minggu, 25 Februari, 2024

Perbedaan Saham Biasa dan Preferen, Investor Pilih Apa ?

JAKARTA, duniafintech.com – Perbedaan saham biasa dan preferen, investor pilih apa ? Pertanyaan tersebut terletak pada hak dan karakteristik masing-masing. Saham biasa dan preferen adalah dua jenis saham yang diterbitkan oleh perusahaan.

Saham biasa adalah jenis saham yang paling umum dan memberikan hak suara kepada pemegangnya. Saham preferen, di sisi lain, memberikan hak prioritas kepada pemegangnya dalam hal dividen dan pengembalian modal. Berikut ulasannya:

Saham Biasa (Common Stock):

  1. Hak Pemilikan:
    • Pemegang saham biasa memiliki hak kepemilikan dalam perusahaan dan memiliki hak untuk memilih direksi.
  2. Dividen:
    • Pemegang saham biasa memiliki klaim terakhir terhadap pembagian dividen. Dividen untuk saham biasa dibayarkan setelah semua kewajiban terpenuhi, dan biasanya, pembagian dividen tidak dijamin.
  3. Hak Suara:
    • Pemegang saham biasa memiliki hak untuk memberikan suara dalam pemilihan direksi dan keputusan perusahaan lainnya pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  4. Resiko dan Penghargaan:
    • Saham biasa umumnya memiliki tingkat risiko dan potensi penghargaan yang lebih tinggi daripada saham preferen. Nilai saham biasa dapat berfluktuasi sesuai dengan kinerja perusahaan.

Baca juga: 17 Rekomendasi Saham Syariah Terbaik, Banyak Untungnya !

Saham Preferen (Preferred Stock):

  1. Prioritas Dividen:
    • Pemegang saham preferen memiliki klaim prioritas terhadap pembagian dividen. Dividen pada saham preferen dibayar sebelum saham biasa, dan biasanya memiliki tingkat dividen yang tetap.
  2. Tidak Memiliki Hak Suara:
    • Sebagian besar saham preferen tidak memberikan hak suara pada pemegangnya. Dalam banyak kasus, pemegang saham preferen tidak memiliki hak untuk memilih direksi.
  3. Prioritas Dalam Likuidasi:
    • Jika perusahaan mengalami likuidasi, pemegang saham preferen memiliki klaim prioritas terhadap aset perusahaan sebelum saham biasa.
  4. Tidak Terpengaruh Fluktuasi Harga Saham:
    • Nilai saham preferen cenderung kurang fluktuatif daripada saham biasa karena pembayaran dividen mereka biasanya tetap dan diutamakan.
  5. Convertible atau Redeemable:
    • Beberapa saham preferen dapat dikonversi menjadi saham biasa, sementara yang lain mungkin dapat ditebus oleh perusahaan.

Baca juga: Mengenal Istilah Saham Istimewa dan Saham Biasa serta Bedanya

Keuntungan Saham Biasa dan Saham Preferen

Keuntungan Saham Biasa (Common Stock):

  1. Penghargaan Modal:
    • Saham biasa memiliki potensi penghargaan modal yang lebih tinggi. Jika perusahaan tumbuh dan nilai saham meningkat, pemegang saham biasa dapat mengalami keuntungan yang lebih besar.
  2. Partisipasi Penuh dalam Keberhasilan Perusahaan:
    • Pemegang saham biasa memiliki hak penuh dalam keberhasilan perusahaan. Jika perusahaan membayar dividen, pemegang saham biasa dapat berpartisipasi dalam pembagian tersebut.
  3. Hak Suara:
    • Pemegang saham biasa memiliki hak untuk memberikan suara dalam pemilihan direksi dan keputusan perusahaan lainnya pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca juga: Perbedaan Investasi Emas dan Saham, Karakter dan Tujuannya

Keuntungan Saham Preferen (Preferred Stock):

  1. Dividen Tetap dan Prioritas:
    • Pemegang saham preferen mendapatkan dividen tetap yang diutamakan dan memiliki klaim prioritas terhadap pembagian dividen. Hal ini memberikan keamanan pendapatan tetap.
  2. Prioritas dalam Likuidasi:
    • Saat likuidasi perusahaan, pemegang saham preferen memiliki klaim prioritas terhadap aset perusahaan sebelum saham biasa. Ini memberikan perlindungan lebih pada modal investasi.
  3. Stabilitas dan Keamanan:
    • Saham preferen cenderung lebih stabil dan aman karena pembayaran dividen mereka biasanya lebih terjamin dan kurang dipengaruhi oleh fluktuasi pasar.

Baca juga: Perbedaan Saham dan Reksadana: Profit dan Labanya

Lebih Untung Mana Saham Biasa dan Preferen ? 

Pertanyaan “lebih untung mana?” antara saham biasa dan saham preferen tidak memiliki jawaban yang pasti. Hal ini karena jawabannya tergantung pada tujuan investasi dan toleransi risiko investor.

  • Jika investor ingin berinvestasi jangka panjang dan memiliki toleransi risiko yang tinggi, maka saham biasa dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Saham biasa memiliki potensi pengembalian yang lebih tinggi daripada saham preferen, karena saham biasa memiliki hak suara dan hak atas aset perusahaan.

  • Jika investor ingin berinvestasi jangka pendek dan memiliki toleransi risiko yang rendah, maka saham preferen dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Saham preferen memiliki dividen tetap dan prioritas dalam hal pengembalian modal, sehingga memberikan stabilitas investasi yang lebih tinggi.

Secara umum, saham biasa lebih untung daripada saham preferen jika perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut memiliki kinerja yang baik dan terus bertumbuh. Namun, saham preferen lebih untung daripada saham biasa jika perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut mengalami kesulitan keuangan atau bahkan bangkrut.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE