Dunia Fintech

Memahami 6 Perbedaan Saham dan Obligasi

JAKARTA, duniafintech.com – Perbedaan saham dan obligasi penting untuk dipelajari sebelum terjun untuk melakukan investasi. Memasuki dunia investasi, dihadapkan dengan berbagai pilihan instrumen, seperti saham dan obligasi.

Kedua instrumen ini menawarkan peluang keuntungan dan risiko yang berbeda. Memahami perbedaannya menjadi kunci dalam memilih instrumen yang tepat untuk mencapai tujuan finansial Anda.

Perbedaan Saham dan Obligasi

6 Perbedaan Saham dan Obligasi

  1. Definisi dan Risiko

Bukti kepemilikan suatu perusahaan yang memberikan hak atas dividen dan keuntungan perusahaan. Saham memiliki risiko tinggi karena nilainya berfluktuasi mengikuti kinerja perusahaan.

Surat berharga yang menunjukkan bukti pinjaman investor kepada perusahaan atau pemerintah. Obligasi memiliki risiko lebih rendah dibandingkan saham karena menawarkan tingkat bunga yang tetap dan pembayaran pokok pinjaman di akhir tenor.

  1. Potensi Keuntungan

Menawarkan potensi keuntungan yang tinggi karena nilainya dapat naik signifikan seiring pertumbuhan perusahaan. Namun, potensi ini diiringi risiko tinggi jika nilai perusahaan turun.

Menawarkan tingkat bunga yang tetap dan pembayaran pokok pinjaman di akhir tenor. Keuntungan obligasi relatif terprediksi dan lebih stabil.

  1. Jangka Waktu

Umumnya tidak memiliki jangka waktu tertentu dan dapat dimiliki selama perusahaan masih beroperasi. Investor dapat menjual saham kapanpun di pasar modal.

Memiliki jangka waktu tertentu yang tercantum dalam surat obligasi. Pada akhir tenor, investor akan menerima kembali pokok pinjaman beserta bunga.

  1. Hak dan Kewajiban

Pemegang saham memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan berhak atas dividen dari keuntungan perusahaan.

Pemegang obligasi tidak memiliki hak suara dalam perusahaan dan hanya berhak atas pembayaran bunga dan pokok pinjaman.

  1. Likuiditas

Umumnya memiliki likuiditas yang tinggi, artinya mudah diperjualbelikan di pasar modal.

Likuiditas obligasi tergantung pada jenis dan tenornya. Obligasi pemerintah umumnya lebih likuid dibandingkan obligasi korporasi.

  1. Pajak

Dividen yang diterima dari saham dikenakan pajak penghasilan (PPh) sebesar 15%.

Bunga obligasi yang diterima investor umumnya sudah dipotong pajak penghasilan (PPh) final.

Tips

Kesimpulan

Saham dan obligasi adalah dua instrumen investasi yang berbeda dengan karakteristik dan risikonya masing-masing. Memilih instrumen yang tepat tergantung pada profil risiko, tujuan investasi, dan jangka waktu investasi Anda.

Baca jugaJenis Investasi Jangka Pendek: Tabungan, Obligasi, hingga P2P Lending

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Exit mobile version