Site icon Dunia Fintech

Program Pendidikan Blockchain Semakin Diminati, Ini Buktinya!

BriSpot picture

duniafintech.com – Baru-baru ini dikabarkan bahwa Turkish Bahçeşehir University  (BAU) membuka pusat Blockchain di Universitas Northeastern Boston (NEU) untuk memberikan dukungan informasi tentang teknologi tersebut, Daily Sabah melaporkan pada 7 Mei.

Terlepas dari  tujuan dalam memberikan dukungan informasi, tujuan lain dari kerja sama BAU-NEU Blockchain Laboratory adalah untuk mengajukan permohonan dana di Amerika Serikat, Uni Eropa dan Turki, sehingga meningkatkan kehadiran Turki di pasar teknologi ini dan menarik spesialis di bidangnya.

Mengomentari kerja sama tersebut, Ketua Dewan Pengawas BAU Enver Yücel mengatakan bahwa ia juga ingin memulai program pendidikan magister dan doktor yang terkait dengan blockchain dalam kemitraan dengan Majelis Eksportir Turki. Bora Erdamar, direktur BlockchainIST Center BAU, menambahkan:

“[Blockchain] akan secara langsung mengubah semua sektor dari logistik ke perdagangan, dari pendidikan ke kesehatan, dari energi ke pertanian di mana kita perlu menyimpan produk dan informasi orang-orang di lingkungan yang aman.”

Baca

Teknologi ini telah mendapatkan daya tarik di ruang pendidikan. Baru-baru ini, dua universitas Korea Selatan, Universitas Yonsei dan Universitas Sains dan Teknologi Pohang, berkolaborasi untuk mengembangkan seluruh Kampus Blockchain dengan cryptocurrency-nya sendiri. Dalam inisiatif tersebut, proyek yang berpusat pada siswa itu bertujuan untuk meningkatkan penggunaan mata uang digital sehari-hari.

Institut Manajemen India, Indian Institute of Management (IIM) Calcutta dan platform pelatihan TalentSpirit mulai bersama menawarkan program lanjutan dalam teknologi fintech dan blockchain pada bulan Februari. Program ini dilaporkan ditargetkan untuk para profesional manajemen dan keuangan yang bertujuan untuk mendidik peserta tentang pertumbuhan teknologi keuangan dan dampak potensial pada perbankan dan ekosistem keuangan.

Baca 

Platform Berbasis Blockchain untuk Meneliti Kopi

Di luar ranah pendidikan, potensi Blockchain juga diadopsi oleh Starbucks yang berbasis di Amerika Serikat, dimana berencana akan mengimplementasikan Microsoft Azure Blockchain Service untuk melacak produksi kopi, seperti dilaporkan situs berita teknologi GeekWire pada 6 Mei.

Starbucks pertama kali mengumumkan prakarsa “bean to cup” pada tahun 2018, yang menyatakan bahwa ia akan bekerja dengan para petani di Kosta Rika, Kolombia, dan Rwanda untuk mengujicobakan sistem pelacakan kopi berbasis blockchain. Sistem ini konon akan memungkinkan pelanggan untuk melacak produksi kopi mereka dan akan membuka peluang keuangan potensial bagi petani biji kopi di backend.

Starbucks lebih lanjut mencatat bahwa mereka akan membuka sumber program percontohan untuk menyebarluaskan temuan mereka.

Baca

picture: pixabay.com

-Sintha Rosse-

Exit mobile version