28.2 C
Jakarta
Rabu, 28 Februari, 2024

Ramalan Ekonomi Indonesia Akhir Tahun 2023, Simak Bocoran dari Orang Dalam!

JAKARTA, duniafintech.com – Terkait ramalan ekonomi Indonesia akhir tahun 2023, pemerintah mengaku optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 ini akan tumbuh di atas 5%. 

Di samping karena tiga kuartal beruntun pertumbuhan ekonomi di atas 5% sepanjang tahun ini, berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat juga sudah digelontorkan.

Menurut Tim Ahli Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, terkait ramalan ekonomi akhir tahun 2023, berdasarkan akumulasi pertumbuhan ekonomi selama tiga kuartal ini saja, sudah mencapai 5,05%. 

Baca juga: Hingga 2030, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Ternyata Bukan 7%, Segini Angkanya

Adapun pada kuartal I-2023 pertumbuhan ekonomi 5,03%, kuartal II menjadi 5,17%, dan kuartal III yang turun sedikit menjadi 4,94%.

“Kenapa kita bisa pertahankan pertumbuhan kita tetap minimal 5% karena kalau kita akumulasi kita sudah dapat 5,05% yoy sepanjang tahun 2023,” ucapnya Iskandar dalam program “Squawk Box” CNBC Indonesia, dikutip pada Kamis (28/12/2023).

Sementara itu, khusus untuk kuartal IV, Iskandar menekankan, pertumbuhan ekonomi akan mampu tumbuh di level 5,05%—5,1%. 

Pemicunya, yaitu efek belanja pemerintah melalui bantuan stimulus fiskal bantuan beras hingga Desember 2023 dan bantuan langsung tunai (blt) El Nino untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Sehingga keseluruhan tahun pertumbuhan minimal di titik 5,05%—5,1%, jadi intinya mempertahankan daya beli masyarakat karena konsumsi domestik di Indonesia menyumbang 50—52% sharenya ke pembentukan PDB,” jelasnya.

Ia pun menekankan bahwa perhitungan tersebut telah mempertimbangkan perlambatan kinerja ekspor Indonesia yang meskipun selama 43 bulan berturut-turut masih tercatat surplus. 

Baca juga: Ini Tanggapan Sri Mulyani Terkait Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5 Persen Tahun Depan

Ramalan Ekonomi Akhir Tahun 2023

Meski demikian, surplusnya memang terus menyusut karena ekonomi negara-negara mitra dagang utama telah melemah tahun ini.

“Seperti China mengalami perlambatan ekonomi dari 6,3% di kuartal II menjadi 4,9% sehingga tidak heran ekspor kami melambat. Tapi demikianlah resep kami bisa tumbuh 5,0% di tengah ketidakpastian global yang semakin meningkat,” paparnya.

Adapun sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 akan mencapai 5,04%. 

Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan penguatan konsumsi rumah tangga melalui paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan pemerintah di akhir tahun.

Ia pun berharap bahwa keseluruhan tahun 2023, ekonomi Indonesia tetap terjaga di atas 5%, yakni 5,04%. Adapun, paket yang disiapkan pemerintah a.l. PPN ditanggung pemerintah (DTP) hingga tambahan bansos beras dan BLT.

“Kami harap perekonomian kami tetap akan terjaga di 5,04% karena kalau tidak dengan kuartal III di 4,94% dan kuartal IV tidak diberikan dukungan, bisa saja pertumbuhan ekonomi bisa turun ke 4,99% (2023),” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers PDB kuartal III, baru-baru ini.

Baca juga: Modal Ekonomi Tumbuh 5% Cukup untuk RI Jadi Negara Maju

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE