Site icon Dunia Fintech

Raup Untung di Tengah Pandemi, Kimia Farma Bagikan Dividen Rp90 Miliar

Kimia Farma

JAKARTA, duniafintech.com – PT Kimia Farma Tbk (KAEF), telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2021 secara elektronik yang dihadiri oleh pemegang saham KAEF. 

Pelaksanaan RUPST dilaksanakan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, maka pada prinsipnya RUPST diselenggarakan secara elektronik dengan sistem e–proxy yang disediakan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sehingga pemegang saham dapat menggunakan hak suaranya melalui sistem tersebut.

RUPST menyetujui Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan yang di dalamnya mencakup Laporan Tahunan Perseroan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, dan Laporan Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

Baca juga: 7 Peluang Kerja Lulusan Farmasi dan Besaran Gajinya

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sepakat membagikan dividen sebesar Rp90,68 miliar atau dividen pay out ratio sebesar 30% dari laba bersih tahun 2021.

Adapun, Direktur Keuangan dan Manajemen KAEF Lina Sari menjelaskan, laba bersih yang berhasil dibukukan oleh perseroan pada tahun 2021 adalah sebesar Rp302,3 miliar.

“Nilai pembayaran dividen tahun 2021 lebih besar walau secara ratio pembayaran dividen tahun 2020 lebih besar sebesar 40% atau Rp7,05 miliar,” katanya dalam paparan publik dikutip, Kamis (12/5).

Namun demikian, Lina menambahkan dividen yang akan diatribusikan kepada pemegang saham, dibandingkan laba bersih tahun 2020, laba bersih perseroan tahun buku 2021 mencatatkan pertumbuhan sebesar 1.319%.

Baca jugaBerapa Penghasilan YouTuber? Simak di Sini Cara Menghitungnya

Lina melanjutkan, dalam RUPS juga menyetujui perubahan nomenklatur dan perubahan jajaran manajemen, dengan mengangkat David Utama selaku Direktur Utama mengantikan Verdi Budidarmo.

Baca juga: Sepuluh Tahun ke Depan, Satu Miliar Penduduk Bumi Diprediksi Bakal Gunakan Mata Uang Kripto

Pada saat yang sama, melakukan perampingan manajemen dengan mengurangi jumlah direksi dari enam menjadi lima.

Dengan demikian susunan manajemen Kimia Farma berubah menjadi sebagai berikut:

Komisaris Utama : Abdul Kadir

Komisaris : Dwi Ary Purnomo

Komisaris : Wiku Adisasmito

Komisaris Independen : Rahmat Hidayat Pulungan

Komisaris Independen : Kamelia Faisal

Komisaris Independen : Musthofa Fauzi

DIREKSI

Direktur Utama: David Utama

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Lina Sari

Direktur Pemasaran, Riset & Development : Jasmine Karsono

Direktur Produksi dan Supply Chain: Andi Prazos

Direktur Sumber Daya Manusia: Dharma Syahputra 

 

 

 

 

Penulis: Nanda Aria

Admin: Panji A Syuhada

Exit mobile version