Site icon Dunia Fintech

Reksadana BNI: Jenis, Cara Membeli, hingga Keuntungan

Reksadana BNI

JAKARTA, duniafintech.com – Reksadana BNI adalah wadah pengelolaan dana yang digunakan oleh masyarakat untuk berinvestasi di instrumen pasar uang dan pasar saham. Adapun jenis reksadana ini merupakan hasil kerja sama dengan delapan manajer investasi terkemuka di Indonesia sehingga kualitas dan keamanannya tidak perlu diragukan lagi. 

Reksadana dari salah satu bank Himbara ini pun merupakan produk dari BNI Asset Management (BNI-AM). Manfaat investasi reksadana di Bank Bank Negara Indonesia, baik syariah maupun konvensional, antara lain:

Jenis-jenis Reksadana BNI

  1. Reksadana Pasar Uang (Money Market Funds)

Penting diketahui bahwa investasi reksadana pasar uang atau money market funds ditempatkan 100 persen pada instrumen pasar uang, misalnya obligasi yang jatuh tempo kurang dari satu tahun, deposito, atau juga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Baca juga: Persiapkan Dana Masa Depan dengan Tabungan Berjangka BRI, Berikut Ini Ulasannya

Reksadana pasar uang biasanya juga dapat memberikan keuntungan atau return sekitar 6 hingga 8 persen per tahunnya dari minimal top up reksadana milik Bank Negara Indonesia ini. Bukan itu saja, reksadana pasar uang pun bertujuan memberikan tingkat likuiditas yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat sebab nasabah memang tidak perlu menunggu hingga jatuh tempo karena dana bisa ditarik kapan saja.

  1. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds)

Ini adalah jenis investasi reksadana yang alokasi pendapatan tetap ditempatkan pada surat utang atau obligasi. Reksadana pada Bank Negara Indonesia untuk jenis reksadana pendapatan tetap ini bisa mencapai 5—10 persen per tahun. Itu berarti, risikonya lebih rendah ketimbang dengan reksadana saham atau campuran.

  1. Reksadana Saham (Equity Funds)

Adapun pada reksadana jenis ini, sebagian besar alokasi investasinya ditempatkan pada saham, yang biasanya sebesar 80% dari total dana yang diinvestasikan akan dialokasikan ke saham, sementar asisanya atau 20% lagi akan dialokasikan ke surat utang atau pasar uang.

Reksadana saham ini menawarkan keuntungan yang paling besar ketimbang jenis reksadana lainnya. Akan tetapi, tentu saja risiko yang ditanggung nasabah pun cukup tinggi karena fluktuasi harga saham yang tajam, terutama kalau dilakukan dalam jangka pendek.

  1. Reksadana Campuran (Discretionary Funds)

Sejalan dengan namanya, reksadana campuran menawarkan kombinasi investasi antara saham dan utang, pasar uang, obligasi, dan sebagainya. Tujuan dari kombinasi ini, yaitu untuk memperoleh keuntungan dalam jangka panjang dengan risiko yang lebih rendah. Namun, kalau dibandingkan dengan reksadana saham maka keuntungan reksadana campuran tidak lebih tinggi.

Keuntungan Membeli Reksadana BNI

  1. Dikelola dengan Profesional

Reksadana dari Bank Negara Indonesia adalah salah satu produk reksadana yang dikelola secara profesional. Adapun pengelolaan portofolio investasi di BNI meliputi banyak hal mulai dari pemilihan instrumen, pemilihan pihak-pihak yang terkait, hingga administrasi investasinya membutuhkan analisa yang sistematis, monitoring yang konsisten serta keputusan investasi yang tepat.

Bukan itu saja, untuk mengelola investasi reksadana ini juga diperlukan keahlian khusus serta hubungan dengan berbagai pihak untuk bisa melakukan pengelolaan suatu portofolio investasi yang baik. Reksadana dari Bank Negara Indonesia ini dikelola oleh manajer investasi yang profesional sehingga nasabah tidak perlu pusing mengelolanya sendiri.

Baca juga: Update! Inilah Daftar Bank Terbaik di Indonesia 2022

  1. Manfaat Skala Ekonomis

Berikutnya, keuntungan dari reksadana milik bank pelat merah ini adalah manfaat skala ekonomis. Dalam hal ini, proses akumulasi dana dari pemodal, membuat BNI-AM memiliki kekuatan dalam hal penawaran, hasil investasi yang lebih tinggi, biaya investasi yang rendah hingga akses kepada instrumen investasi yang sulit jika dilakukan secara individu.

Dengan keuntungan tersebut, mampu memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pemegang unit penyertaan untuk mendapatkan hasil investasi yang relatif baik sesuai dengan tingkat risikonya.

  1. Menikmati Pertumbuhan Nilai Investasi

Membeli reksadana ini berarti Anda bisa ikut menjadi pemegang unit penyertaan dan memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan hasil investasi yang kompetitif. Hal ini karena BNI memiliki kekuatan dana dalam membeli portofolio investasi agar bisa menghasilkan keuntungan bagi nasabahnya.

  1. Kemudahan Pencairan Investasi

Membeli produk reksadana di BNI juga membuat Anda tidak perlu khawatir dalam hal pencairan untuk mendapatkan dana tunai hasil investasi. BNI menyediakan fasilitas pencairan investasi yang bisa diakses setiap hari. Tidak hanya itu, BNI juga menjamin tingkat likuiditas yang tinggi atas reksadana yang dibeli oleh nasabahnya.

Cara Membeli Reksadana Bank Negara Indonesia

Produk reksadana dari Bank Negara Indonesia bisa dibeli di seluruh kantor cabang bank BNI yang ada di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, produk BNI-AM juga bisa dibeli melalui manajer investasi yang bekerjasama tanpa ada minimal reksadana Bank Negara Indonesia, antara lain:

Terdapat beragam jenis reksadana yang bisa Anda pilih untuk dibeli. Di samping bisa membeli salah satu, Anda pun bisa membeli seluruh produk reksadana Bank Negara Indonesia yang ada, yakni:

Sebelum membeli produk reksadana terbaik di BNI, ada beberapa persyaratan yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu. Setiap jenis reksadana biasanya memiliki persyaratan pembelian yang berbeda-beda. Akan tetapi untuk nominal pembelian, dalam prospektus BNI-AMM Dana Likuid dijelaskan bahwa minimum pembelian awal bagi setiap investor adalah Rp10 ribu.

Sementara itu, untuk persyaratan umum pembelian pengalaman reksadana Bank Negara Indonesia, antara lain:

Di lain sisi, dalam pembelian reksadana di BNI, nasabah ditawarkan dengan dua pilihan metode yang berbeda. Inilah dua jenis metode pembelian reksadana Bank Negara Indonesia yang bisa Anda pilih:

  1. Lump Sum

Lumpsum adalah penempatan dana yang diinvestasikan sekaligus dengan dana yang ditempatkan pada umumnya dalam jumlah besar. Keunggulan dari metode pembelian ini adalah dapat memperoleh return lebih optimal dan transparansi transaksi bisa terpantau secara periodic.

  1. Berkala atau Reguler Investing

Penempatan dana rutin setiap bulan dengan cara atau sistem autodebet. Pendebetan bisa dilakukan dalam jangka waktu sesuai kebutuhan, seperti 3, 6, 12, 24, 36, 48, 60. 120, dan 180 bulan setiap tanggal 1 sampai 28.

Sumber pendebetan bisa berasal dari rekening Taplus dan Giro Perorangan. Metode pembelian reksadana mandiri BNI ini menawarkan berbagai keunggulan seperti meminimalisir risiko fluktuasi harga hingga transparansi transaksi terpantau secara periodic.

Baca juga: Bank Mandiri Tutup Kuartal I-2022 Dengan Laba Bersih Rp10 Triliun

Sementara itu, untuk melakukan top up reksadana, bisa dilakukan melalui BNI Mobile banking, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Biaya Transaksi dan Fee untuk Membeli Reksadana BNI

 

 

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Admin: Panji A Syuhada

Exit mobile version