29.3 C
Jakarta
Jumat, 23 Februari, 2024

Waspada! Inilah 5 Risiko Memiliki Tunggakan Pinjol yang tidak Dibayar

JAKARTA, duniafintech.com – Risiko memiliki tunggakan pinjol yang tidak kunjung dibayar sangat penting diperhatikan oleh para peminjam dana via online.

Seperti diketahui, pinjaman online atau yang kerap dikenal sebagai pinjol saat ini menjadi solusi umum bagi mereka yang membutuhkan dana dalam jumlah besar dengan cepat. Berbeda dengan layanan pinjaman konvensional dari bank atau koperasi yang melibatkan persyaratan rumit, pinjaman online dapat diajukan dengan mudah.

Dana yang diminta oleh peminjam juga dapat segera dicairkan oleh fintech penyedia produk pinjaman online, bahkan dalam waktu kurang dari 24 jam. Meskipun memberikan kemudahan tersebut, perlu dicatat bahwa pinjol membawa risiko yang signifikan, terutama jika peminjam mengalami kesulitan dalam melunasi kewajibannya.

Tingkat suku bunga pada pinjaman online cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pinjaman konvensional, dan tenor cicilannya lebih singkat. Karena itu, penting bagi peminjam untuk mempertimbangkan dengan matang sebelum mengajukan pinjaman online agar dapat mengelola risiko tersebut.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Aturan Baru OJK Terkait Bunga dan Denda Keterlambatan Pinjol, Berlaku 1 Januari 2024

Berikut ini ulasan selengkapnya terkait risiko memiliki tunggakan pinjol yang penting untuk diketahui.

Risiko Memiliki Tunggakan Pinjol

Berikut adalah sejumlah risiko yang mungkin muncul jika Anda memiliki keterlambatan pembayaran pada pinjol:

1. Risiko Memiliki Tunggakan Pinjol: Skor Kredit SLIK OJK Tinggi

Nasabah pinjol yang tidak melunasi utang akan dicatat sebagai kredit bermasalah dan tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau yang sebelumnya dikenal sebagai BI Checking. Skor kredit yang tinggi akan mengakibatkan nasabah kesulitan mengajukan pinjaman di pinjol legal maupun lembaga perbankan.

2. Risiko Memiliki Tunggakan Pinjol: Denda dan Beban Bunga Menumpuk

Keterlambatan pembayaran cicilan pinjaman online akan berakibat pada denda keterlambatan. Jika pembayaran tidak dilakukan segera, denda ini akan terus bertambah. Dengan beban bunga yang tinggi, jumlah pinjaman online dapat meningkat secara signifikan dalam waktu singkat, membuatnya sulit untuk dilunasi.

3. Penagihan oleh Debt Collector

Aplikasi fintech biasanya memiliki prosedur yang ketat untuk menangani peminjam yang tidak melunasi utang. Debt collector dapat dilibatkan untuk memberikan tekanan lebih lanjut, termasuk menghubungi orang terdekat peminjam dan bahkan mendatangi rumahnya, mengganggu aktivitas sehari-hari dan menciptakan ketidaknyamanan.

4. Penyebaran Data Pribadi

Saat mengajukan pinjaman online, pemohon diminta untuk memberikan dokumen data pribadi. Data ini, seperti KTP, KK, NPWP, akun internet banking, dan slip gaji, dapat digunakan untuk tindak kejahatan seperti penyebaran di forum online, penipuan, atau pengajuan pinjaman di pinjol lainnya.

  1. Masuk Blacklist FDC

Nasabah pinjol yang tidak melunasi utang dapat masuk dalam daftar hitam Fintech Data Center (FDC). FDC merupakan basis data yang dikelola oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk memeriksa riwayat calon peminjam, memungkinkan fintech legal mengetahui rekam jejak calon nasabah sebelum menyetujui pinjaman.

Baca juga: Bahaya Pinjol Ilegal Waspada ya!

Risiko Memiliki Tunggakan Pinjol

Risiko Memiliki Tunggakan Pinjol: Daftar Skor Kredit OJK

Berikut daftar tingkatan skor atau kolektibilitas kredit sebagaimana Peraturan OJK No. 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum:

  • Kolektibilitas 1: lancar, debitur selalu membayar pokok dan bunga pinjaman tepat waktu, perkembangan rekening baik, tidak ada catatan tunggakan, serta sesuai dengan ketentuan kredit.
  • Kolektibilitas 2: dalam perhatian khusus, debitur menunggak selama 1—90 hari.
  • Kolektibilitas 3: kurang lancar, debitur menunggak selama 91—120 hari.
  • Kolektibilitas 4: diragukan, debitur menunggak selama 121—180 hari.
  • Kolektibilitas 5: macet, debitur menunggak selama lebih dari 180 hari.

Baca juga: Penting! Simak 5 Cara Tepat Menghentikan Pinjol Sebar Data

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE