26.8 C
Jakarta
Jumat, 1 Maret, 2024

Risiko Pinpri yang Perlu Diwaspadai, Hati-hati Jeratannya!

JAKARTA, duniafintech.com – Risiko pinpri atau pinjaman pribadi sangat penting untuk diwaspadai. Pasalnya, pinpri saat ini banyak menjerat korban.

Belakangan ini, Pinpri alias Pinjaman Pribadi sedang menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Pasalnya, sekalipun Pinpri atau Pinjaman Pribadi pada awalnya bisa memberikan solusi finansial yang cepat, tetapi nyatanya terdapat sejumlah potensi risiko yang mesti diwaspadai dari pinpri.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan, fenomena pinpri pada dasarnya adalah modus yang memberikan pinjaman ke orang perorangan pribadi kepada pihak peminjam. 

Namun, dalam prosesnya ada syarat untuk menyerahkan data pribadi peminjam berupa kartu tanda penduduk (KTP), Kartu keluarga (KK), akun media sosial, foto profil WhatsApp, hingga kartu pengenal kantor. 

Baca juga: Bahaya Pinjaman Online Bagi Para Pelaku UMKM, Waspada!

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan, pinpri ini tidak masuk dalam pengawasan OJK. 

Ia menyebut, tidak ada perizinan bagi pinpri di OJK. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk waspada dan memperhatikan peminjaman dana yang dapat merugikan masyarakat dalam banyak hal.

Nah, untuk mengetahui apa saja risiko pinpri yang perlu diwaspadai, simak ulasannya berikut ini.

Perbandingan Pinpri vs Pinjol — Risiko Pinpri

  1. Pinjol
  • Dari segi bunga, pinjol legal memiliki bunga yang harus dibayar 0,4%. Ketentuan tersebut sesuai dari pihak OJK.
  • Persyaratan pengajuan menggunakan KTP, tetapi ada juga diminta bukti slip gaji dan lain-lain.
  • Data yang diisi nomor kontak darurat, nomor kantor, foto KTP dan lain-lain.
  1. PinPri
  • Bunga PinPri lebih besar dari pinjol berkisar 30% hingga 40%.
  • Penagihannya sebar data ke media sosial dan juga kontak.
  • Data yang diberikan lebih banyak dari pinjol.

Risiko Pinpri

Berikut adalah berbagai risiko dan bahaya yang terkait dengan penggunaan jasa pinjaman pribadi alias Pinpri:

1. Suku Bunga Tinggi

Salah satu potensi bahaya pinjaman pribadi adalah suku bunga yang tinggi, yang sering kali melebihi suku bunga pinjaman lainnya. Hal ini terjadi karena pinjaman pribadi tidak memerlukan jaminan, sehingga pemberi pinjaman menetapkan suku bunga lebih tinggi untuk mengimbangi risiko yang lebih besar. Akibatnya, jumlah pembayaran yang harus dibayarkan oleh peminjam bisa jauh lebih besar dari jumlah pinjaman awal.

2. Potensi Memperburuk Utang

Pinjaman pribadi dapat dengan mudah memperburuk masalah utang. Banyak orang terjebak dalam lingkaran utang karena terus-menerus mengambil pinjaman baru untuk melunasi pinjaman sebelumnya. Hal ini dapat mengakibatkan akumulasi utang yang sulit diatasi dan merusak stabilitas finansial jangka panjang.

3. Pengabaian Terhadap Persyaratan Kontrak

Sebagian besar pemberi pinjaman pribadi yang tidak bermoral dapat memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan persyaratan kontrak yang rumit. Peminjam yang terburu-buru atau tidak teliti dalam membaca kontrak dapat dengan mudah terjebak dengan biaya tersembunyi, sanksi keterlambatan yang tidak masuk akal, atau ketentuan lain yang merugikan.

  1. Potensi Penipuan

Penipuan melalui pinjaman pribadi semakin umum. Ada banyak situs web palsu dan aplikasi pinjaman palsu yang menjanjikan persetujuan cepat tanpa verifikasi yang memadai. Ketika peminjam memberikan informasi pribadi mereka, mereka dapat menjadi korban pencurian identitas atau penipuan keuangan lainnya.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Wamenkeu Sebut Inovasi Fintech Harus Diiringi Jaminan Keamanan

Risiko Pinpri

  1. Dampak Psikologis

Kesulitan dalam melunasi pinjaman pribadi dapat berdampak serius pada kesehatan mental peminjam. Terjebak dalam utang dan tidak mampu membayarnya dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya.

  1. Ketergantungan Finansial

Terlalu sering mengandalkan pinjaman pribadi untuk memenuhi kebutuhan finansial sehari-hari dapat mengakibatkan ketergantungan finansial yang merugikan. Meskipun pinjaman pribadi dapat menjadi solusi sementara dalam situasi finansial mendesak, penting untuk memahami risiko dan bahaya yang terkait. Lakukan riset mendalam tentang lembaga atau platform yang menawarkan pinjaman, baca dengan teliti semua persyaratan dan ketentuan, serta pertimbangkan alternatif lain sebelum mengajukan pinjaman. Mengelola keuangan dengan bijak dan berhati-hati dapat membantu menghindari dampak negatif dari pinjaman pribadi yang tidak terkendali. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kelebihan Menggunakan Pinjol daripada Pinpri

  1. Proses Cepat

Pinjol biasanya menawarkan proses aplikasi yang lebih cepat dan sederhana. Anda dapat mengajukan pinjaman secara online dan mendapatkan persetujuan dalam hitungan jam atau bahkan menit.

  1. Fleksibilitas Syarat

Sebagian besar pinjol tidak memerlukan jaminan fisik seperti rumah atau kendaraan. Syarat-syaratnya lebih fleksibel dan bisa lebih mudah dipenuhi, terutama untuk mereka yang tidak memiliki jaminan.

  1. Tidak Memerlukan Jaminan

Pinjol biasanya tidak memerlukan jaminan fisik seperti rumah atau kendaraan. Syarat-syaratnya lebih fleksibel dan bisa lebih mudah dipenuhi, terutama untuk mereka yang tidak memiliki jaminan.

  1. Ketersediaan 24/7

Anda dapat mengajukan pinjaman online kapan saja, bahkan di luar jam kerja perbankan. Ini membuatnya sangat nyaman.

  1. Pilihan Pinjaman Jangka Pendek

Pinjol sering menawarkan pilihan pinjaman jangka pendek, yang bisa berguna untuk keperluan segera seperti pembayaran tagihan mendesak atau keperluan mendesak lainnya.

Baca juga: Pinjol Ilegal tak Usah Dibayar? Ketahui Alasannya Berikut Ini

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE