Site icon Dunia Fintech

RUSIA AKAN LEGALISASI BITCOIN DAN MATA UANG DIGITAL LAINNYA

RUSIA AKAN LEGALISASI BITCOIN DAN MATA UANG DIGITAL LAINNYA

duniafintech.com – Terobosan baru dilakukan oleh negara Rusia. Pada tahun 2018, Rusia berencana akan melegalisasi Bitcoin dan jenis-jenis cryptocurrency lainnya dalam rangka memberantas transaksi ilegal, kata Wakil Menteri Keuangan Rusia Alexei Moiseev, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg baru-baru ini.

Tidak lama setelah wawancara tersebut, harian bisnis asal Moskow, Vedomosti, melaporkan bahwa para pembuat kebijakan dan kementerian lainnya sedang menyatukan pandangan terhadap status cryptocurrency, dan akan menentukan bagaimana meregulasinya.

Bitcoin adalah alternatif digital untuk mata uang tradisional yang tidak diatur oleh negara atau bank mana pun di dunia. Ia tidak memiliki pusat emisi tersendiri, namun mampu menyimpan segala informasi mengenai pengirim dan penerima uang. Dalam sistem ini, koin elektronik dan bukti keuangan khusus digunakan untuk segala transaksi finansial mau pun nonfinansial.

Baca juga : https://duniafintech.com/bisnis-uang-sakti-bitcoin-3-pemuda-ini-raup-rp-45-juta-per-hari/

Leonid Delitsyn, pengamat dari perusahaan layanan keuangan Finam Holdings, percaya bahwa pertumbuhan industri teknologi Blockchain (sistem pangkalan data yang digunakan untuk menyimpan struktur data yang terus bertambah) akan diuntungkan dari legalisasi ini. Para Bitcoin miners (istilah untuk orang yang berbisnis Bitcoin) paling tertarik dengan legalisasi ini. Mereka biasanya startup kecil yang mencoba memproduksi cryptocurrency sendiri dengan mengembangkan jenis pembayaran khusus untuk mempercepat algoritme yang merupakan dasar dari proses.

Jika Rusia mampu mengembangkan dan memperkenalkan undang-undang terhadap Bitcoin, maka hal ini akan membantu terbentuknya sistem Blockchain global di Rusia dan menstimulasi ekonomi negara, demikian menurut Marina Gurieva, yang menjabat sebagai Kepala Aktivitas Inovatif Sekolah Tinggi Ekonomi (HSE) Moskow.

Orang-orang akan menghabiskan koin (Bitcoin) mereka di Rusia dan mengonversinya menjadi rubel. Hal ini akan meningkatkan permintaan rubel di masyarakat, serta meningkatkan aktivitas ekonomi dan menstimulasi banyak sektor lainnya,” kata Gurieva, seraya menambahkan bahwa pemerintah Rusia harus melakukan pendekatan yang fleksibel karena koin tersebut tidak hanya digunakan untuk transaksi keuangan.

Bursa Efek Moskow sedang mengerjakan proyek untuk membuat sistem blockchain di mana koin-koin dapat digunakan untuk pemilihan pemilik obligasi secara elektronik, kata Alexander Yakovlev dari Kliring Deposit Nasional Bursa Efek Moskow.

Permintaan Cryptocurrency

Permintaan Bitcoin di Rusia sudah tinggi saat ini, kata para pakar dan pebisnis saat Konferensi Bitcoin dan Blockchain yang diadakan di Moskow pada 19 April. Sebagai contoh, perusahaan Advapay berniat untuk merilis kartu debit untuk cryptocurrency berdasarkan sistem pembayaran Visa, menurut perwakilan perusahaan tersebut di konferensi, Roman Potemkin.

Perusahaan yang akan melegalisasi Bitcoinsalah satunya Rusia, akan menempatkan diri mereka di posisi yang kuat karena mereka dapat menghasilkan bisnis baru,” kata Alejandro De La Torre, manajer pengembangan bisnis BTC.com saat konferensi.

Toko-toko retail yang menerima cryptocurrency telah lama beroperasi di Jepang dan Singapura. Menurut De La Torre, praktik legalisasi cryptocurrency di Korea Selatan saat ini sedang dipelajari, sementara orang-orang di Venezuela dan Nigeria membeli Bitcoin melalui internet dan bank setempat demi melawan dampak dari inflasi lokal.

Pemerintah Swiss juga telah meregulasi Blockchain.

Baru-baru ini pemerintah Swiss mengesahkan undang-undang untuk peluncuran ICO (setara dengan penawaran umum Perdana/IPO yang mengizinkan perusahaan untuk menjual saham mereka). Semua perusahaan yang ingin meluncurkan ICO melakukannya lewat Swiss,” kata Gurieva.

Source : Indonesia.rbth

Written by : Arina Calista Putri

Exit mobile version