26.8 C
Jakarta
Jumat, 1 Maret, 2024

Saham GOTO Masih Betah di Zona Merah, Laju IHSG Terdampak

JAKARTA, duniafintech.com – Saham GOTO dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) hingga saat ini diketahui masih betah bergerak di zona merah.

Hal itu terjadi setelah periode penguncian (lock up) saham seri A berakhir pada 30 November 2022 lalu. Adapun dampak koreksi saham GOTO ini juga berimbas terhadap laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI),  I Gede Nyoman Yetna, periode lock-up GOTO berakhir pada 30 November 2022.

Baca juga: Perusahaan StartUp PHK Karyawan, GoTo Masuk Daftar!

Saham GOTO, imbuhnya, sejak lock-up itu dicabut telah mengalami tekanan jual hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB). Hal ini pun berdampak kepada penurunan IHSG. 

“Jika diakumulasikan per 28 November bobot GOTO pada IHSG adalah 4,89 persen. Apabila GOTO turun 7 persen dalam satu hari perdagangan maka efek terhadap penurunan IHSG dalam satu hari perdagangan bursa sebesar 4,87 persen kali minus 7 persen sama dengan minus 0,34 persen,” ucapnya, Jumat (2/12/2022), dikutip dari Liputan6.com.

Disampaikannya, pihaknya pun memperhatikan secara khusus semua perusahaan tercatat atau emiten selain GOTO. Mengutip data RTI, saham GOTO sebelumnya diketahui merosot 6,38 persen ke posisi Rp 132 per saham hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat, 2 Desember 2022.

Saham GOTO dibuka turun 9 poin ke posisi Rp 132 per saham. Saham GOTO berada di level tertinggi Rp 132 dan terendah Total frekuensi perdagangan saham 15.777 kali dengan volume perdagangan 323.177.056 saham.

Nilai transaksi harian Rp 3,3 triliun. Saham GOTO yang terus tertekan ini menyentuh level terendah di posisi 132. Pada penutupan perdagangan 1 Desember 2022, saham GOTO terpangkas 6,62 persen ke posisi Rp 141 per saham.

Adapun nilai transaksi Rp 65,12 miliar dan volume perdagangan 461,86 juta. Total frekuensi perdagangan 17.129 kali.

Saham GOTO

Sektor Saham Industri dan Teknologi Tertekan

Diketahui, koreksi saham GOTO tersebut menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG tergelincir 0,46 persen ke posisi 6.988,21. Indeks LQ45 terpangkas 0,78 persen ke posisi 988,17. Mayoritas indeks acuan tertekan. Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.201,81 dan terendah 6.967,95.

Sebanyak 199 saham menguat dan 326 saham melemah. 173 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 697.465 saham dan volume perdagangan 42,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10 triliun.

Sebagai informasi, mayoritas sektor saham tertekan, kecuali sektor saham non siklikal naik 0,04 persen dan sektor kesehatan berada di zona hijau.

Sektor saham energi susut 0,18 persen, sektor saham basic merosot 0,02 persen, sektor saham industri tergelincir 1,3 persen, dan sektor saham siklikal susut 0,60 persen.

Di samping itu, sektor saham keuangan terpangkas 0,54 persen, sektor saham properti melemah 0,15 persen, sektor saham teknologi turun 0,98 persen, sektor saham infrastruktur susut 0,27 persen dan sektor saham transportasi terpangkas 0,41 persen.

Baca juga: GoTo dan Digitalisasi UMKM, Target Kemendag 250.000 UMKM

Investor Pra-IPO tidak Lanjutkan Rencana Penawaran Sekunder Saham GOTO

PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebelumnya telah mengumumkan pemegang saham pra-IPO yang menjajaki penawaran sekunder memutuskan tidak melanjutkan rencana penawaran sekunder terkoordinasi.

“Sehubungan dengan rencana para pemegang saham pra-IPO untuk menjajaki penawaran sekunder terkoordinasi atas saham perseroan yang dimiliki oleh pemegang saham pra-IPO, bersama ini perseroan menyampaikan pemegang saham pra-IPO yang mempertimbangkan rencana transaksi tersebut, pada saat ini telah memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana penawaran sekunder terkoordinasi,” kata Sekretaris Perusahaan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, R.A Koesoemohadiani, pada keterbukaan informasi BEI, ditulis kemarin (1/12/2022).

Disampaikan perseroan, seperti diungkapkan dalam prospektus perseroan, periode larangan pengalihan saham (lock-up) atas saham seri A yang dimiliki oleh pemegang saham pra-IPO selama delapan bulan sejak tanggal efektif penawaran umum perdana perseroan.

Hal tersebut sejalan dengan ketentuan pasal 6 ayat 2 peraturan OJK Nomor 22/POJK.04/2021 akan berakhir pada 30 November 2022.

“Sehingga terhitung sejak 1 Desember 2022, seluruh saham seri A, di luar saham treasuri, yang telah dikeluarkan oleh perseroan sejumlah 1.123.527.533.866 saham seri A akan dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mewakili sekitar 95 persen dari total modal dasar ditempatkan dan disetor penuh,” imbuhnya.

Free Float Publik

Adapun free float publik perseroan, yakni sekitar 64 persen dari seluruh saham yang merupakan total saham modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

“Free float publik” termasuk di dalamnya saham seri A yang dimiliki oleh pemegang saham kurang dari 5 persen dari seluruh saham Perseroan; seluruh saham yang bukan dimiliki oleh anggota Dewan Komisaris atau Direksi Perseroan.

Kemudian, seluruh saham yang bukan dimiliki oleh pemegang saham dengan hak suara multipel dan afiliasi dari Perseroan; saham yang bukan bagian dari saham treasuri hasil pembelian kembali oleh Perseroan; dan saham yang akan dikonversi menjadi saham scripless.

Sekian ulasan tentang saham GOTO yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Berita Fintech Hari Ini: GOTO Akuisisi 100 Persen Perusahaan Kripto 

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE