Site icon Dunia Fintech

SailPoint Definisikan Ulang Keamanan Identitas dengan Inovasi Berbasis AI

sailpoint

SailPoint, Inc. (Nasdaq: SAIL), pemain industri terdepan dalam keamanan identitas terpadu bagi perusahaan, hari ini mengumumkan berbagai peningkatan signifikan pada AI-powered SailPoint Platform. Kapabilitas baru ini menjadi yang pertama dari berbagai inovasi yang akan mendukung visi baru perusahaan mengenai adaptive identity, sebuah pendekatan yang dirancang untuk menjawab tantangan keamanan krusial di lingkungan TI modern.

Fitur-fitur baru tersebut meliputi:

Tata kelola identitas tradisional yang mengandalkan proses peninjauan manual yang lambat kini tidak lagi mampu mengikuti kecepatan adopsi cloud, pesatnya pertumbuhan identitas AI dan mesin, serta semakin kompleksnya ancaman modern.

“Cara lama dalam tata kelola identitas sudah tidak lagi efektif. Mengandalkan peninjauan statis setelah kejadian tidak lagi cukup di tengah lanskap ancaman yang sangat dinamis saat ini,” ujar Chandra Gnanasambandam, SailPoint EVP of Product dan Chief Technology Officer. “Sebagai pemimpin terdepan di industri ini, kami bergerak menuju pendekatan baru berbasis AI yang adaptif untuk menghadirkan visibilitas berkelanjutan dan tata kelola secara real time bagi seluruh jenis identitas, termasuk identitas AI, mesin, agen, dan kredensial. Tahun ini, kami menargetkan membantu pelanggan beralih menuju least privilege atau bahkan zero standing privilege. Ini bukan sekadar memenuhi persyaratan, tetapi benar-benar mengamankan bisnis dengan kecepatan yang dibutuhkan oleh perusahaan yang digerakkan oleh AI.”

Kerangka identitas SailPoint dibangun di atas empat pilar utama:

  1. Tata kelola real time: Beralih dari peninjauan secara berkala menuju tata kelola yang terus menerus berlangsung secara otomatis, yang mampu mendeteksi, mencegah, dan memitigasi risiko segera setelah muncul.
  2. Perlindungan untuk AI dan mesin: Memperluas keamanan identitas tidak hanya bagi pengguna manusia, tetapi juga bagi populasi non-human identitiesyang terus berkembang pesat, termasuk AI agents, service accounts, dan machine workloads.
  3. Hak akses universal dan dinamis: Mengurangi risiko standing privilegedengan menyediakan akses Just-in-Time (JIT) di seluruh lingkungan perusahaan, sehingga setiap identitas hanya memiliki akses yang benar-benar dibutuhkan, dalam durasi waktu yang minimal.
  4. Sistem pengelolaan ancaman terpadu: Menjembatani kesenjangan penting antara manajemen identitas dan Security Operations Center (SOC) dengan menghubungkan konteks identitas dengan sinyal ancaman untuk mendeteksi serta merespons ancaman dengan lebih cepat.

Kerangka kerja baru ini akan semakin memperkuat posisi SailPoint sebagai pemain terdepan dalam industri ini dengan menghadirkan tidak hanya visi dari prospek keamanan identitas, tetapi juga inovasi nyata yang diperlukan untuk mewujudkannya.

“Dengan memanfaatkan kapabilitas AI dari SailPoint, TMF Group berhasil meningkatkan tata kelola identitas menjadi kapabilitas yang sepenuhnya otomatis dan berbasis intelijen, sehingga memastikan kepatuhan yang konsisten di 87 yurisdiksi sekaligus mendukung pertumbuhan global yang aman,” ujar Saurabh Gugnani, Senior Director, Global Head – Cybersecurity Engineering, Architecture & Projects di TMF Group.

Exit mobile version