Site icon Dunia Fintech

SEKARANG BELI BURGER BISA PAKAI MATA UANG VIRTUAL

SEKARANG BELI BURGER BISA PAKAI MATA UANG VIRTUAL

duniafintech.com – Seiring melonjaknya harga mata uang digital, seperti Bitcoin, pamor dan popularitas berbagai jenis mata uang virtual lainnya juga meningkat, seperti Ethereum, Litecoin, Ripple, dll.

Seakan ingin ikut dalam perkembangan cryptocurrency, jaringan restoran cepat saji Burger King di Rusia pun kini merilis mata uang virtualnya sendiri, sebagaimana dilansir dari CNBC. Dengan demikian Burger King sekarang ikut mengarungi pasar cryptocurrency.

Sesuai dengan namanya, WhopperCoin, pelanggan menerima token WhopperCoin sebagai hadiah dari setiap pembelian sandwich Whopper, yang dapat diterima melalui dompet digital, berbasis platform Blockchain Waves.

Bagaimana WhopperCoin bekerja?

Transaksi WhopperCoin akan didukung oleh jaringan buku besar yang didistribusikan oleh teknologi Ethereum. Platform Blockchain memungkinkan pengguna untuk bertransaksi secara peer-to-peer dan terdesentralisasi. Blockchain pada dasarnya adalah buku besar transaksi yang tidak dapat diubah. Teknologi ini diprediksi akan menjanjikan sebagai revolusi proses perdagangan di sektor keuangan menjadi kontrak “cerdas” legal.

Koin juga dapat ditransfer dan diperdagangkan secara online, yang memungkinkan pelanggan untuk bisa saling bertransaksi dan berkirim mata uang virtual tersebut. Bulan depan, pihak Burger King Rusia berencana merilis aplikasi iOS dan Android untuk mempermudah penggunaan WhopperCoin.

Sekarang Whopper bukan hanya burger yang disukai orang di 90  yang berbeda, ini adalah alat investasi juga,” kata Ivan Shestov, Kepala Komunikasi Eksternal di Burger King Russia, yang dikutip oleh Waves. “Menurut perkiraan, cryptocurrency akan meningkat secara eksponensial dalam nilai. Makan Whoppers sekarang adalah strategi untuk kemakmuran finansial besok.”

Pernyataan itu dibuktikan dengan meningkatnya minat terhadap cryptocurreny yang meledak dalam beberapa pekan terakhir. Harga Bitcoin yang telah mencapai sekitar Rp 64 juta ikut menunjukkan hal itu, yang datanya diambil dari Bitcoin Indonesia (www.bitcoin.co.id) bahwa persediaan yang terbatas membuat harga Bitcoin terus naik karena permintaan yang tinggi.

Berbagai investor, firma dan bahkan pemerintah telah menunjukkan peningkatan minat terhadap mata uang digital.

Bahkan di wilayah lainnya, pekan lalu Estonia mengumumkan akan meluncurkan cryptocurrency-nya sendiri, yang disebut Estcoin.

Selain itu, di Venezuela, warganya dilaporkan telah beralih ke Bitcoin untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca: duniafintech.com/penduduk-venezuela-mengandalkan-bitcoin-untuk-memenuhi-kebutuhan-hidup-mereka

 

Written by : Sintha Rosse

Exit mobile version