Site icon Dunia Fintech

Serba-serbi Rencana Bisnis Makanan: Isi dan Contoh hingga Cara Membuatnya

rencana bisnis makanan

JAKARTA, duniafintech.com – Rencana bisnis untuk produk makanan yang bakal dijual tentunya diperlukan oleh mereka yang ingin memperoleh gambaran soal hal-hal apa saja yang mesti ada dalam rencana bisnis. 

Pada dasarnya, rencana bisnis adalah pernyataan tertulis dan resmi dari pemilik bisnis atau usaha mengenai caranya menentukan arah tujuan dan langkah-langkah mencapainya. Tentu saja, pemilik bisnis makanan bakal membuat rencana usaha makanannya sebab itulah fokus usahanya.

Biasanya, business plan ini akan dibikin sebelum bisnis itu dirintis, dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan berbagai hal supaya bisnis berjalan sehingga pemilik dan karyawan tidak bingung mengenai hal-hal yang mesti mereka lakukan supaya semua tujuan yang telah dibuat dapat tercapai.

Isi dari Contoh Rencana Bisnis Makanan

Berikut ini adalah contoh dan isi business plan makanan yang dapat menjadi referensi.

  1. Identitas perusahaan
  2. Visi dan misi perusahaan
  3. Deskripsi usaha
  4. Tujuan dan detail produksi

Baca juga: 7 Ide Bisnis Makanan Korea, Nomor 5 Sudah Banyak yang Mencoba

Cara Membuat Rencana Bisnis Makanan

  1. Lakukan Riset Data sebelum Menyusun Business Plan Makanan

Ketika akan menyusun business plan, langkah melakukan riset dan mengumpulkan data menjadi langkah awal yang mesti dilakukan. Anda dalam hal ini dapat melakukan riset sederhana, yakni mencari tahu kebutuhan pasar dan kemudian menyesuaikannya dengan tujuan bisnis.

Nah, setelah Anda tahu kebutuhan pasar dengan data yang akurat, cari tahulah siapa saja kompetitor dan kelebihan serta kekurangan mereka, dengan tujuan agar bisnis Anda terlihat unik dan menonjol sehingga konsumen atau target pasar Anda bakal lebih cenderung memilih produk yang Anda tawarkan ketimbang para kompetitor.

  1. Tentukan Tujuan Membuat Bisnis Makanan

Dalam hal ini, Anda mesti menentukan tujuan membuat bisnis makanan di tengah banyaknya ide bisnis yang juga tidak kalah menjanjikan. Kendati fokus utama dalam berbisnis adalah memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, tetapi setiap pebisnis umumnya punya tujuan yang berbeda.

Supaya bisnis berjalan dengan baik, buat tujuan utama Anda membangung bisnis sehingga Anda dapat lebih mudah membuat business plan makanan. Di samping itu, Anda pun bakal selalu termotivasi untuk mencapainya.

Baca juga: Mengulik Contoh Rencana Bisnis Cafe dan Panduan untuk Menyusunnya

  1. Susun Profil Perusahaan

Langkah menyusun profil perusahaan tidak kalah penting terkait upaya menyusun atau membuat business plan makanan. Perusahaan dengan nama dan alamat yang jelas akan membuat kamu memiliki visi dan misi yang jelas dan bisa menarik investor di kemudian hari.

  1. Lakukan Analisis SWOT dan PEST untuk Bisnis Makanan

Para pebisnis harus mengerti apa itu analisis SWOT, yang merupakan singkatan dari Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat. Metode ini bisa digunakan oleh pengusaha untuk memonitor serta mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman dalam sebuah bisnis.

Sementara itu, PEST—sebuah akronim dari Politic, Economy, Social, dan Technology—berarti metode untuk membaca pengaruh lingkungan yang relevan bagi keberlangsungan bisnis. PEST dilakukan sebagai langkah antisipasi jika terjadi masalah di kemudian hari.

  1. Jelaskan Ringkasan Jenis Usaha dan Visi Misi Perusahaan

Biasanya, setiap bisnis—terlepas dari jenis dan ukurannya—punya visi dan misi. Naha, bagian berikutnya yang mesti dilakukan supaya dapat menyusun rencana bisnis makanan yang baik, yakni dengan menjelaskan visi dan misi perusahaan atau bisnis secara ringkas.

  1. Lakukan Analisis Pangsa Pasar dan Strategi Pemasaran

Sudah menetapkan siapa saja yang akan menjadi target pasar? Jika masih belum yakin akan hal tersebut, mulailah dengan menganalisis pangsa pasar. Bagaimanapun juga, tidak semua orang cocok kamu jadikan sebagai target penjualan, bukan? Coba tentukan golongan konsumen yang ingin kalian jangkau dengan memperhatikan jenis kelamin, usia, pendapatan, pendidikan, hingga tingkat sosial.

Baca juga: Makin Digandrungi, Ini Deretan Artis yang Terjun ke Bisnis NFT dan Metaverse

Kemudian, kamu juga harus menentukan strategi pemasaran yang sesuai dengan pangsa pasar serta kondisi pasar agar produk kuliner pertama kamu mendapatkan perhatian lebih dari mereka. Pilih segmen yang kuat agar mendapatkan posisi yang menguntungkan. Selain itu, masuki pasar di waktu yang tepat agar produk makanan yang kamu jual bisa diterima oleh pasar.

Jika memungkinkan, kamu bisa memanfaatkan media sosial serta membayar influencer yang akan membantu memasarkan produk makanan kamu. Dengan begitu, orang-orang terutama yang menjadi follower kamu atau influencer di media sosial akan tertarik untuk mencari tahu produk yang kamu tawarkan.

  1. Rangkum Analisis Produksi Usaha

Bisnis tidak semudah memproduksi barang, menjualnya, dan kemudian mendapatkan keuntungan. Analisis produksi usaha harus kamu lakukan, terlebih jika kamu ingin bisnis berkembang dengan cepat dan pesat. Jika tidak memiliki data, bagaimana kamu bisa mengembangkan bisnis yang ada?

Jawabannya adalah dengan merangkum keseluruhan proses produksi sedetail mungkin. Jika bergerak di bidang bisnis makanan, jangan lupa untuk menulis serta membuat rincian peralatan yang digunakan untuk memproduksi makanan. Lengkap dengan bahan-bahan yang digunakan, cara pembuatan, sistem distribusi produk makanan, serta permintaan konsumen.

  1. Lakukan Analisis Sumber Daya Manusia yang Diperlukan

Selain analisis pasar dan produksi usaha, kamu juga harus melakukan analisis sumber daya manusia. Meski di awal memulai bisnis kamu bisa melakukan semuanya sendiri, tapi apa kamu yakin bahwa semua bisa berjalan dengan baik saat pesanan mulai meningkat?

Sumber daya manusia adalah hal penting lain yang harus diperhatikan dan diperhitungkan. Untuk menunjang bisnis, kamu harus tahu berapa banyak karyawan yang nantinya akan kamu butuhkan. Selain itu, jangan lupa untuk membuat rincian kompetensi dan job description masing-masing tenaga kerja.

  1. Cantumkan Analisis Modal dan Keuangan

Menyusun business plan berarti kamu harus mencantumkan modal serta keuangan. Dalam memproyeksikan kebutuhan anggaran serta arus keuangan, kamu harus benar-benar teliti. Rencana ini termasuk pemasukan dan pengeluaran, pengembalian modal, dan bahkan pengembalian investasi.

  1. Masukkan Rencana Pengembangan Usaha

Harapan pemilik bisnis idealnya adalah mampu mengembangkan bisnisnya sehingga bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, rencana pengembangan usaha disertai dengan upaya yang akan dilakukan harus kamu buat saat membuat bisnis plan. Hal tersebut menjadi sangat penting apabila kamu ingin menarik investor untuk menanamkan modalnya di bisnis kamu.

  1. Risiko yang Dapat Menghambat Usaha

Apa pun bisnis yang akan dijalankan, Anda bakal menemui berbagai risiko dan hambatan. Nah, dengan riset, Anda akan dapat mengumpulkan data kemungkinan risiko yang bisa menghambat bisnis. Di samping mengetahui risiko, Anda pun mesti punya strategi tepat supaya mampu meminimalisasi/mengurangi dampak buruk dari risiko bisnis itu.

Serba-serbi Business Plan Makanan

    1. Pentingnya Rencana Bisnis

a. Membantu dalam mencari investor

b. Mengatur keuangan

c. Membantu dalam pengambilan keputusan

  1. Yang Membutuhkan Rencana Bisnis Adalah

Semua orang yang terjun ke dunia bisnis tentunya akan membutuhkan rencana bisnis. Dalam hal ini, wirausaha pemula mesti punya rencana bisnis untuk memulai usahanya yang bakal berguna dalam meyakinkan dirinya sendiri mengenai peluang usaha yang dijalankannya.

Di samping itu, business plan ini juga diperlukan saat membentuk tim kerja supaya dapat menyamakan visi dan misi sehingga tidak bakal melenceng dari rencana bisnis yang ada. 

Selain itu, rencana bisnis juga dapat digunakan oleh pebisnis sebagai alat untuk meyakinkan investor guna menyuntikkan modal sejumlah yang diajukan pebisnis, tetapi dengan imbalan pengembalian. Oleh sebab itu, rencana bisnis makanan, misalnya, akan sangat diperlukan untuk mengetahui return yang akan diberikan nantinya kepada investor oleh si pebisnis.

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Admin: Panji A Syuhada

Exit mobile version