Dunia Fintech

Strategy Borong Bitcoin Rp17 Triliun, Kepemilikan Dekati 800.000 BTC

MicroStrategy Berencana Menggalang Dana $700 Juta untuk Membeli Lebih Banyak Bitcoin

Perusahaan pemegang Bitcoin terbesar di dunia, Strategy, kembali menunjukkan agresivitasnya dengan menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar.

Dalam periode 6–12 April 2026, perusahaan membeli 13.927 BTC senilai sekitar US$1 miliar (Rp17 triliun). Pembelian ini dilakukan pada harga rata-rata US$71.902 per BTC, masih di bawah rata-rata akumulasi perusahaan di level US$75.577.

Langkah ini semakin mendekatkan Strategy ke tonggak besar kepemilikan 800.000 BTC.

Total Kepemilikan Hampir 800.000 BTC

Dengan tambahan terbaru, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai:

Artinya, perusahaan hanya membutuhkan sekitar 19.103 BTC lagi untuk menembus level 800.000 BTC.

Pendiri sekaligus tokoh utama di balik strategi ini, Michael Saylor, menyebut bahwa akumulasi tersebut juga menghasilkan BTC Yield sebesar 5,6% sejak awal 2026.

Pendanaan dari Penjualan Saham

Pembelian besar ini tidak dilakukan sembarangan. Strategy mendanainya melalui penerbitan saham preferen perpetual bernama STRC (Stretch).

Detailnya:

Lonjakan penerbitan ini bahkan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah perusahaan, hampir 3 kali lipat rata-rata sebelumnya.

Tetap Agresif Meski Rugi Belum Direalisasi

Bitcoin strategy

Meski terus membeli, Strategy saat ini menghadapi tekanan besar:

Namun, hal ini tidak menghentikan strategi jangka panjang perusahaan, yaitu:

Pendekatan ini menunjukkan keyakinan kuat bahwa Bitcoin akan terus menjadi aset dominan di masa depan.

Kesimpulan

Strategy kembali menegaskan posisinya sebagai pemain institusional paling agresif di pasar kripto.

Jika tren ini berlanjut, dominasi Strategy dalam kepemilikan Bitcoin bisa semakin sulit disaingi, sekaligus memperkuat peran institusi dalam menentukan arah pasar kripto global.

Exit mobile version