Site icon Dunia Fintech

TINGKATKAN BISNIS REMITANSI,  BNI BIDIK PASAR MELBOURNE

TINGKATKAN BISNIS REMITANSI,  BNI BIDIK PASAR MELBOURNE

duniafintech.com – Direktur Treasuri dan International PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Panji Irawan, menjelaskan bisnis luar negeri BNI berkembang cukup pesat. Hal ini seiring dengan tersedianya pendanaan dan tingginya permintaan valuta asing dari debitur.

Sampai semester I-2017, BNI mencatat penyaluran kredit untuk debitur-debitur luar negeri sebesar Rp 25,9 triliun atau tumbuh 6,3 persen. Tidak hanya dari penyaluran kredit, bisnis luar negeri BNI juga berasal dari pendapatan bisnis remitansi. Pada semester I-2017, pendapatan dari bisnis tersebut meningkat 23 persen ke angka Rp 89 miliar.

Ke depannya, penyaluran kredit dan bisnis remitansi diharapkan terus bertambah. BNI juga berencana untuk memperluas jaringan luar negeri dengan membuka cabang di Melbourne dan meningkatkan status kantor perwakilan di Myanmar. Sampai saat ini, BNI sudah memiliki cabang di London, New York, Tokyo, Hongkong, Singapura, Seoul dan Osaka.

Negosiasi pembukaan cabang di luar negeri terus berjalan, sekarang sudah masuk terminologi analisis,” kata Panji.

Belum lama ini, Dalam kunjungannya ke Melbourne, Australia, OJK memang membahas rencana pembukaan kantor cabang BNI di Melbourne, Australia.

Muliaman berharap, BNI bisa membuka kantor cabangnya dalam waktu dekat di Melbourne untuk memanfaatkan potensi keuangan di area tersebut khususnya dengan menyajikan layanan keuangan yang dibutuhkan oleh setiap bisnis dan kebutuhan WNI di Australia.

OJK sudah menyampaikan kepada pemerintah di Victoria dan otoritas perbankan Australia untuk rencana pembukaan cabang BNI di Melbourne, sekarang tinggal BNI melanjutkan prosesnya,” kata Muliaman.

Menurut Muliaman, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia selama ini sudah berjalan baik dan memiliki potensi yang besar untuk semakin dikembangkan.

Di sisi lain, Panji menambahkan pihaknya akan mempersiapkan pengajuan izin kepada otoritas perbankan di Australia dan berharap bisa mendapatkan izin secepatnya. Selepas mendapatkan izin, BNI akan membuka kantor cabang di Melbourne yang tidak hanya diperuntukkan untuk wholesale banking tetapi juga retail banking.

Cepat lambatnya pendirian BNI di Melbourne tergantung pada perizinannya, harus ada izin dari OJK dan otoritas dari Australia. Prosesnya akan segera kami mulai,” kata dia.

Menurut Panji, BNI sudah melakukan studi kelayakan pendirian cabang di Melbourne, dan kesimpulannya kantor cabang yang dibuka selain melayani wholesale, juga bisa mengeluarkan produk dan jasa retail banking agar bisa menyerap kebutuhan pebisnis dan pelajar Indonesia di Australia.

Source : Bareksa.com

Written by : Andriani Supri

Exit mobile version