Dunia Fintech

Tren Hiburan Digital 2025: Minat Baca Gen Z Lebih Tinggi Dibanding Milenial dan Gen X

Survey hiburan digital yang dilakukan oleh Jakpat di sepanjang 2025 menyatakan bahwa minat baca Gen-Z lebih tinggi dari pada 2 generasi di atasnya yaitu milenial dan Gen-X.

Pada semester kedua tahun 2025, terjadi pergeseran dalam pola konsumsi digital di Indonesia. Hal ini ditandai dengan penurunan persentase aktivitas hiburan seluler atau mobile entertainment secara umum.

Tren hiburan digital 2025

Jakpat mencatat tren ini melalui survei yang dilakukan pada semester kedua 2025 dengan melibatkan 2.240 responden untuk memetakan perilaku masyarakat Indonesia dalam mengakses hiburan digital dan media sosial.

Hasil survei tren hiburan digital menunjukkan bahwa minat pada mobile entertainment menurun. Lebih detail, sebanyak 83% responden menggunakan media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Angka ini turun 9% dari tahun lalu.

Aktivitas hiburan digital lain yang juga dilakukan adalah bermain gim (40%) dan mendengarkan musik di platform streaming (34%). Sebanyak 22% senang membaca buku, komik, atau novel di platform digital dan 13% mendengarkan siniar (podcast). Terjadi penurunan drastis pada aktivitas menonton streaming di over-the-top (OTT) seperti Netflix, Vidio, dan Viu; dari 48% ke 14% dalam kurun waktu setahun.

Hiburan Digital : Minat baca pada Gen Z Lebih Tinggi

Di tengah penurunan tersebut, aktivitas membaca buku justru menunjukkan anomali positif dengan persentase lebih tinggi daripada menonton atau mendengarkan musik di platform streaming. Spesifik pada generasi, persentase aktivitas ini lebih tinggi pada Gen Z (26%) dibandingkan Milenial (20%) dan Gen X (18%).

“Gen Z kini cenderung mengalihkan waktu layar mereka dari konsumsi konten pasif yang repetitif menuju aktivitas membaca yang dianggap lebih memberikan kedalaman makna dan ketenangan mental,” tutur Head of Research Jakpat, Aska Primardi.

Fenomena kenaikan minat baca ini selaras dengan data indeks tingkat kegemaran membaca dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan peningkatan dari 66,77% di tahun 2023 menjadi 72,44% di tahun 2024.

“Dinamika kenaikan ini dipicu oleh perubahan persepsi terhadap buku yang kini, oleh Gen Z, dianggap sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan pencarian jati diri, bukan sekadar tugas akademik,” terang Aska.

Ia melanjutkan, “Kenaikan minat baca pada Gen Z bukan terjadi secara organik karena mereka meninggalkan gadget, melainkan karena algoritma media sosial (TikTok/Instagram) berhasil ‘menjual’ kegiatan membaca sebagai aktivitas yang keren, eksklusif, dan emosional.”

Hal ini terlihat dari peran dua sub-komunitas besar di media sosial, yaitu BookTok (di TikTok) dan Bookstagram (di Instagram). Keduanya telah mengubah wajah literasi dari aktivitas akademik menjadi tren sosial yang sangat interaktif. “Melalui kedua platform ini, membaca buku tidak lagi dianggap membosankan, melainkan simbol status dan identitas baru bagi Gen Z di semester kedua tahun 2025,” simpul Aska.

Exit mobile version