Dunia Fintech

USDT Bakal Kembali ke Jaringan Bitcoin Setelah Lebih dari Satu Dekade

USDT bakal kembali ke jaringan Bitcoin.

Stablecoin terbesar di dunia, Tether (USDT), bersiap kembali ke jaringan blockchain Bitcoin setelah lebih dari satu dekade sejak pertama kali diluncurkan di jaringan tersebut.

Kembalinya USDT ke Bitcoin akan dilakukan melalui proyek infrastruktur Utexo, perusahaan yang didukung Tether.

Utexo berencana menerbitkan USDT menggunakan protokol RGB, teknologi yang memungkinkan penerbitan dan transfer aset digital melalui ekosistem Bitcoin tanpa harus menempatkan seluruh data transaksi di blockchain publik Bitcoin.

Langkah ini menarik karena USDT sendiri sebenarnya memiliki sejarah yang sangat dekat dengan Bitcoin.

Stablecoin tersebut pertama kali muncul di jaringan Bitcoin pada 2014 menggunakan protokol Omni sebelum kemudian berkembang pesat melalui blockchain lain seperti Ethereum dan Tron.

USDT Pertama Kali Hadir di Bitcoin pada 2014

USDT merupakan salah satu stablecoin tertua di industri kripto.

Pada awal kemunculannya pada 2014, USDT menggunakan jaringan Bitcoin melalui Omni Layer.

Namun, seiring berkembangnya industri kripto, penggunaan USDT kemudian beralih dan berkembang pesat di blockchain lain.

Ethereum menjadi salah satu jaringan utama USDT, sementara Tron kemudian berkembang menjadi salah satu jaringan yang banyak digunakan untuk transaksi stablecoin karena biaya transaksi yang relatif murah dan proses transfer yang cepat.

Kini, lebih dari satu dekade kemudian, USDT akan kembali memperluas keberadaannya di ekosistem Bitcoin.

usdt kembali ke bitcoin 2

Utexo Gunakan Protokol RGB

Kembalinya USDT ke Bitcoin kali ini menggunakan pendekatan teknologi yang berbeda.

Utexo akan memanfaatkan RGB Protocol.

Teknologi tersebut memungkinkan sebagian besar data transaksi disimpan di luar blockchain publik Bitcoin.

Sementara itu, bukti kepemilikan aset tetap diamankan menggunakan infrastruktur Bitcoin.

Pendekatan ini berpotensi memberikan sejumlah keuntungan.

Blockchain Bitcoin tidak harus menyimpan seluruh detail transaksi token sehingga penggunaan ruang blockchain dapat lebih efisien.

Pada saat yang sama, pengguna tetap dapat memanfaatkan keamanan jaringan Bitcoin sebagai bagian dari sistem kepemilikan aset.

Transaksi USDT Bisa Lebih Privat

Salah satu fitur menarik yang ditawarkan Utexo adalah tingkat privasi transaksi.

Infrastruktur tersebut dirancang agar detail transaksi USDT tidak seluruhnya ditampilkan secara terbuka pada blockchain Bitcoin.

Sebagian besar informasi transaksi berada di luar public ledger, sedangkan blockchain menyimpan bukti kriptografis yang dibutuhkan untuk memastikan kepemilikan aset.

Dengan mekanisme tersebut, Utexo ingin menyediakan transfer USDT yang lebih privat dibandingkan model transaksi token tradisional yang seluruh datanya dapat terlihat pada blockchain publik.

Bisa Tukar Bitcoin dan USDT Tanpa Bursa

Kembalinya USDT ke jaringan Bitcoin juga membuka kemungkinan penggunaan yang lebih luas.

Utexo menargetkan pengguna dapat melakukan pertukaran langsung antara Bitcoin dan USDT tanpa harus melalui bursa kripto.

Fitur tersebut dapat menjadi menarik bagi pengguna yang ingin berpindah antara BTC dan aset bernilai stabil tanpa terlebih dahulu mengirim aset ke centralized exchange.

Misalnya, pemilik Bitcoin yang ingin mengurangi eksposur terhadap volatilitas dapat menukar BTC menjadi USDT melalui infrastruktur yang tersedia.

Sebaliknya, pemegang USDT dapat berpindah kembali ke Bitcoin.

Jika berhasil diterapkan secara luas, fungsi tersebut dapat meningkatkan utilitas Bitcoin sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital.

Baca juga : 

Peter Brandt Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus US$600.000 pada 2029

Bitcoin Bisa Dijadikan Jaminan Pinjaman

Utexo juga menargetkan layanan pinjaman berbasis Bitcoin.

Pengguna nantinya dapat menggunakan BTC sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman tanpa harus memindahkan aset tersebut ke blockchain lain.

Konsep ini berpotensi membuka peluang baru bagi ekosistem keuangan berbasis Bitcoin.

Selama ini, banyak aplikasi decentralized finance berkembang di blockchain yang memiliki kemampuan smart contract lebih kompleks seperti Ethereum.

Dengan hadirnya infrastruktur seperti RGB, sebagian fungsi keuangan tersebut berpotensi dibangun lebih dekat dengan jaringan Bitcoin.

USDT Sudah Bernilai Hampir US$190 Miliar

Rencana tersebut menjadi semakin penting karena skala USDT saat ini jauh berbeda dibandingkan ketika pertama kali diluncurkan.

Kapitalisasi pasar USDT kini mendekati US$190 miliar.

Hal tersebut menjadikannya stablecoin terbesar di dunia.

USDT digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari trading aset kripto, penyimpanan nilai berbasis dolar, pembayaran hingga transfer internasional.

Karena itu, ekspansi USDT ke jaringan Bitcoin bukan sekadar peluncuran token baru.

Integrasi tersebut berpotensi membawa likuiditas stablecoin dalam jumlah besar lebih dekat dengan ekosistem Bitcoin.

Utexo Sudah Mengumpulkan Pendanaan US$7,5 Juta

Utexo merupakan perusahaan yang relatif baru.

Perusahaan tersebut didirikan pada 2025 dan telah mengumpulkan pendanaan sekitar US$7,5 juta.

Utexo juga telah memperoleh lisensi komersial untuk menerbitkan USDT di jaringan Bitcoin.

Perusahaan tidak hanya menargetkan pengguna individual.

Utexo berencana menyediakan infrastruktur bagi bursa kripto, wallet dan perusahaan pembayaran.

Layanan tersebut akan disediakan melalui API, SDK dan infrastruktur cloud sehingga perusahaan lain dapat mengintegrasikan layanan berbasis USDT dan Bitcoin ke platform mereka.

Selanjutnya USDT Akan Masuk Lightning Network

Rencana Utexo tidak berhenti pada RGB.

Tahap selanjutnya adalah membawa penggunaan USDT menuju Lightning Network.

Lightning merupakan jaringan layer-2 Bitcoin yang dirancang untuk memungkinkan transaksi lebih cepat dengan biaya lebih rendah dibandingkan transaksi langsung di blockchain utama.

Integrasi stablecoin dengan Lightning dapat menjadi perkembangan penting.

Bitcoin selama ini banyak digunakan sebagai aset penyimpan nilai, sementara stablecoin seperti USDT lebih banyak digunakan sebagai alat transfer nilai.

Jika keduanya dapat berinteraksi secara lebih efisien melalui Lightning, ekosistem Bitcoin dapat memperoleh fungsi pembayaran yang lebih luas.

Apakah USDT di Bitcoin Akan Menggantikan Tron dan Ethereum?

Kembalinya USDT ke Bitcoin tidak berarti Tether akan meninggalkan blockchain lain.

USDT merupakan stablecoin multichain dan dapat tersedia melalui sejumlah jaringan sekaligus.

Bagi pengguna, perbedaannya terutama terletak pada jaringan yang digunakan untuk mengirim token.

USDT tetap dirancang memiliki nilai yang sama dengan dolar terlepas dari blockchain tempat token tersebut bergerak.

Dengan demikian, versi Bitcoin kemungkinan akan menjadi pilihan jaringan tambahan, bukan pengganti USDT di Tron atau Ethereum.

Justru, semakin banyak jaringan yang tersedia dapat memberikan pengguna lebih banyak pilihan berdasarkan biaya, kecepatan, privasi dan kebutuhan transaksi.

Bitcoin Mulai Berkembang Lebih dari Sekadar BTC

Kembalinya USDT juga memperlihatkan perkembangan menarik dalam ekosistem Bitcoin.

Selama bertahun-tahun, Bitcoin terutama dikenal sebagai jaringan untuk mengirim dan menyimpan BTC.

Namun, perkembangan teknologi layer-2 dan protokol baru mulai membuka kemungkinan penggunaan yang lebih luas.

RGB memungkinkan penerbitan aset di ekosistem Bitcoin.

Lightning Network memungkinkan pembayaran Bitcoin dengan kecepatan lebih tinggi.

Kombinasi teknologi tersebut membuka peluang bagi Bitcoin untuk memiliki ekosistem aplikasi keuangan yang lebih luas tanpa harus mengubah fungsi dasar blockchain utamanya secara drastis.

Kesimpulan

Tether melalui proyek yang didukungnya, Utexo, berencana membawa kembali USDT ke jaringan Bitcoin setelah lebih dari satu dekade.

USDT pertama kali diluncurkan di ekosistem Bitcoin melalui Omni pada 2014 sebelum penggunaannya berkembang pesat di Ethereum, Tron dan jaringan lainnya.

Kali ini, Utexo akan menggunakan RGB Protocol untuk memungkinkan transfer USDT dengan sebagian besar data transaksi berada di luar public ledger Bitcoin.

Infrastruktur tersebut ditargetkan mendukung transfer USDT yang lebih privat, pertukaran langsung BTC-USDT tanpa bursa, hingga pinjaman dengan Bitcoin sebagai jaminan.

Utexo juga berencana menyediakan API, SDK dan layanan cloud untuk bursa, wallet serta perusahaan pembayaran.

Tahap berikutnya bahkan akan membawa USDT menuju Lightning Network, jaringan layer-2 Bitcoin yang memungkinkan transaksi lebih cepat dan murah.

Dengan kapitalisasi USDT yang kini mendekati US$190 miliar, kembalinya stablecoin terbesar dunia ke ekosistem Bitcoin dapat menjadi perkembangan penting dalam perluasan fungsi jaringan Bitcoin.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

BACA ARTIKEL BERITA KRIPT TERBARU SELENGKAPNYA DI SINI >>

Exit mobile version