JAKARTA, duniafintech.com – Valas vs Bitcoin, mana yang paling baik untuk investasi? Tentunya, pertanyaan ini penting untuk diketahui jawabannya, utamanya oleh calon investor maupun investor pemula.
Pada dasarnya, kedua jenis instrumen investasi ini mampu memberikan keuntungan yang besar. Namun, masih banyak pemula yang belum mengetahui perbandingan di antara keduanya.
Nah, untuk lebih mengetahui tentang valas vs Bitcoin, simak ulasannya berikut ini.
Pengertian Valas dan Bitcoin — Valas vs Bitcoin
- Valas (Valuta Asing)
Valas, atau valuta asing, merujuk pada mata uang asing yang digunakan dalam perdagangan internasional dan pasar keuangan global. Pasar valas adalah pasar terbesar di dunia, di mana mata uang diperdagangkan satu sama lain berdasarkan nilai tukar. Pasar valas beroperasi 24 jam sehari, lima hari seminggu, dan melibatkan berbagai partisipan termasuk bank, perusahaan multinasional, pemerintah, investor, dan spekulan mata uang.
Baca juga: Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Menguat 0,28 Persen
Tujuan utama pasar valas adalah memfasilitasi perdagangan internasional dan investasi lintas batas. Setiap negara memiliki mata uangnya sendiri, dan nilai tukar mata uang ini dapat berfluktuasi berdasarkan berbagai faktor ekonomi dan politik. Pasar valas memungkinkan konversi mata uang satu negara ke mata uang lainnya, dan nilai tukar ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar.
- Bitcoin
Bitcoin adalah salah satu bentuk mata uang kripto atau kriptokurensi yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2009 oleh seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto. Bitcoin adalah bentuk uang digital yang menggunakan teknologi blockchain untuk memfasilitasi transaksi dan mengontrol penciptaan unit baru.
Berbeda dengan mata uang tradisional yang dikeluarkan oleh bank sentral negara (seperti dolar AS atau euro), Bitcoin tidak terkait dengan bank sentral atau pemerintah manapun. Ini adalah mata uang desentralisasi, yang berarti tidak ada otoritas tunggal yang mengendalikan atau mengatur Bitcoin. Transaksi Bitcoin dicatat dalam blockchain, sebuah buku besar terdesentralisasi yang dapat diakses oleh semua orang.
Beberapa karakteristik Bitcoin meliputi:
- Desentralisasi: Tidak ada entitas sentral yang mengontrol Bitcoin.
- Anonimitas: Transaksi Bitcoin dapat dilakukan secara anonim.
- Volatilitas: Harga Bitcoin sangat fluktuatif dan dapat mengalami perubahan nilai yang signifikan dalam waktu singkat.
- Keamanan: Menggunakan teknologi kriptografi untuk melindungi transaksi dan mengontrol penciptaan unit baru.
Bitcoin dan mata uang kripto lainnya dianggap sebagai aset investasi yang inovatif, tetapi juga memiliki risiko tinggi karena volatilitas harganya. Mereka juga digunakan sebagai alat pembayaran dalam beberapa transaksi dan semakin banyak pedagang yang menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran. Namun, penggunaannya dalam perdagangan sehari-hari masih terbatas dibandingkan dengan mata uang tradisional.
Perbandingan Valas vs Bitcoin
Berikut adalah perbandingan antara Valas (Valuta Asing) dan Bitcoin berdasarkan beberapa kriteria utama:
1. Pemilikan dan Pengaturan
- Valas: Mata uang tradisional dikeluarkan dan diatur oleh bank sentral pemerintah. Setiap negara memiliki mata uangnya sendiri, dan nilai tukar mata uang ini ditentukan oleh faktor ekonomi dan kebijakan pemerintah.
- Bitcoin: Bitcoin adalah mata uang kripto desentralisasi yang tidak diatur oleh bank sentral atau pemerintah. Penggunaan dan nilai Bitcoin ditentukan oleh pasar terbuka dan permintaan dari komunitas pengguna.
2. Volatilitas dan Nilai
- Valas: Nilai tukar mata uang tradisional biasanya relatif stabil dalam jangka pendek. Perubahan nilai umumnya dipengaruhi oleh faktor ekonomi makroekonomi, kebijakan moneter, dan politik.
- Bitcoin: Harga Bitcoin sangat volatil dan dapat mengalami fluktuasi nilai yang signifikan dalam waktu singkat. Faktor-faktor seperti berita pasar, perkembangan teknologi, dan sentimen investor dapat mempengaruhi harga Bitcoin dengan cepat.
- Keamanan
- Valas: Sistem keamanan valas tergantung pada infrastruktur perbankan dan peraturan pemerintah. Transaksi valas sering melibatkan pihak ketiga seperti bank atau lembaga keuangan.
Baca juga: Bitcoin VS Altcoin Naik Harga, Anda Pilih Trading yang Mana?
- Bitcoin: Menggunakan teknologi kriptografi yang kuat dalam blockchain untuk melindungi transaksi dan mengontrol penciptaan unit baru. Namun, risiko peretasan dan serangan terhadap pertukaran kripto tetap ada.
- Fungsi
- Valas: Mata uang tradisional digunakan untuk transaksi internasional, perdagangan, investasi, dan pembayaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Bitcoin: Digunakan sebagai bentuk pembayaran digital, investasi, dan transfer nilai. Meskipun semakin banyak pedagang yang menerima Bitcoin, penggunaan praktisnya dalam kehidupan sehari-hari masih terbatas dibandingkan dengan mata uang tradisional.
- Regulasi
- Valas: Aktivitas valas diatur oleh otoritas keuangan dan pemerintah negara-negara di seluruh dunia. Ada regulasi yang ketat untuk melindungi stabilitas ekonomi dan melawan kegiatan ilegal seperti pencucian uang.
- Bitcoin: Regulasi Bitcoin bervariasi di berbagai negara. Beberapa negara telah mengadopsi pendekatan terbuka terhadap kriptokurensi, sementara yang lain memiliki pembatasan atau melarang penggunaannya.
- Sifat Inflasi
- Valas: Nilai mata uang tradisional dapat mengalami inflasi jika bank sentral mencetak terlalu banyak uang atau mengadopsi kebijakan moneter yang tidak stabil.
- Bitcoin: Ada pasokan terbatas Bitcoin (21 juta Bitcoin), yang berarti tidak ada inflasi yang disebabkan oleh peningkatan pasokan.
Baca juga: Faktor yang Mempengaruhi Kurs Valas dan Tips Jual Belinya
Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com
