Dunia Fintech

Agustus 2026 : Volume INDODAX Naik ke Rp8,7 Triliun

Volume perusahaan aset kripto INDODAX naik ke Rp8,7 triliun di tengah pertumbuhan investor kripto pada Agustus 2026

Jumlah konsumen aset keuangan digital di Indonesia terus bertambah menjadi 22,93 juta akun pada Juli 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto nasional tercatat sebesar Rp20,52 triliun, turun 28,2% dibandingkan Juni yang mencapai Rp28,58 triliun.

Menariknya, pada periode yang sama, volume transaksi INDODAX pada Juli mencapai sekitar Rp7,5 triliun, atau setara sekitar 36,5% dari nilai transaksi kripto nasional pada periode tersebut. Memasuki Agustus, volume transaksi INDODAX meningkat sekitar 16% menjadi Rp8,7 triliun dibandingkan bulan sebelumnya.

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, melihat peningkatan volume pada Agustus menunjukkan aktivitas investor mulai kembali meningkat setelah pasar sempat bergerak landai pada bulan sebelumnya.

CMO INDODAX - Aloysia Dian

“Peningkatan volume transaksi di Agustus menunjukkan aktivitas pasar mulai kembali menguat. Momentum Bitcoin ikut mendorong perhatian investor, sementara bertambahnya jumlah investor menunjukkan bahwa minat terhadap aset kripto masih terjaga. Namun, keputusan transaksi tetap sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, volatilitas, dan strategi masing-masing investor” ujarnya.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin menguat sekitar 24,36% dalam satu bulan, disusul Ethereum 32,01%, XRP 28,22%, Solana 41,33%, dan Hyperliquid (HYPE) 61,53%. Penguatan lintas aset tersebut menunjukkan bahwa peningkatan sentimen pasar tidak hanya terpusat pada Bitcoin, tetapi juga mulai meluas ke aset kripto lainnya.

“Bitcoin masih memiliki peran besar dalam membentuk sentimen dan aktivitas pasar. Ketika aktivitas Bitcoin meningkat, perhatian terhadap aset kripto lainnya juga dapat ikut menguat. Namun, setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda,” tambahnya.

Baca juga : 

Harga Bitcoin Kembali Bidik US$100.000, BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC ke ETF

Menurutnya, peningkatan transaksi pada Agustus menjadi bagian dari dinamika pasar yang kembali aktif dan berjalan seiring dengan membaiknya sentimen pasar global. Meski demikian, pergerakan kripto tetap dipengaruhi kondisi global, likuiditas, dan arah kebijakan moneter.

“Membaiknya sentimen global ikut mendorong aktivitas pasar, tetapi kondisi tersebut tetap dapat berubah seiring perkembangan kebijakan makroekonomi global dan likuiditas. Karena itu, peningkatan transaksi perlu disikapi secara terukur, dengan tetap melakukan riset, dan menghindari keputusan yang hanya didorong pergerakan harga jangka pendek,” tutupnya.

Sebagai top crypto exchange Indonesia, INDODAX terus mendorong masyarakat untuk melakukan riset mandiri dan memahami aset kripto secara menyeluruh melalui INDODAX Academy, mulai dari perkembangan pasar, teknologi blockchain, hingga manajemen risiko sebelum melakukan transaksi.

Selengkapnya berita kripto terbaru di sini >

Exit mobile version