Site icon Dunia Fintech

Waduh Parah Nih! Harta Elon Musk Lenyap Rp 718 Triliun Gegara Twitter

elon musk harta

FILE PHOTO: Elon Musk looks at his mobile phone in Cape Canaveral, Florida, U.S. January 19, 2020. REUTERS/Joe Skipper/File Photo

JAKARTA, duniafintech.com – Harga saham Tesla merosot ke level terendah tahun ini, membuat Elon Musk kehilangan US$12,3 miliar atau setara dengan Rp 180 triliun dari total kekayaannya.

Disisi lain, Twitter memperparah penurunannya. Elon Musk telah kehilangan US$ 49 miliar atau setara dengan Rp 718 triliun sejak meluncurkan tawarannya untuk membeli Twitter bulan lalu. 

Sebagian karena bursa saham secara umum memang tengah terpuruk dan karena beberapa investor di Tesla semakin khawatir tentang bagaimana dia mendanai tawarannya untuk raksasa media sosial tersebut, dilansir dari Bloomberg, Kamis (19/05/2022). 

Pada Kamis (19/5/2022), Fortune mencatat bahwa penurunan saham Tesla terjadi bersamaan dengan kejatuhan bursa saham yang lebih dalam, yang membuat S&P 500 turun 4% sepanjang hari. 

Tetapi perusahaan pembuat kendaraan listrik itu juga menghadapi kondisi yang unik. Tesla dikeluarkan dari S&P Sustainability ESG Indeks karena sebagian klaim diskriminasi rasial dan kondisi kerja yang buruk di pabriknya, di California.

Jika langkah Musk membeli Twitter jadi faktor pertama yang memicu kejatuhan harga saham Tesla, faktor kedua yang bikin harga saham Tesla makin makin rontok juga masih berkaitan dengan Twitter.

Sejak mengajukan penawaran senilai US$ 44 miliar untuk membeli Twitter, Musk semakin vokal di media sosial itu.

Baca jugaBegini Cara Elon Musk Kirim Bantuan ke Ukraina kala Diserang Rusia

Dia men-tweet bahwa ESG adalah “scam” setelah Tesla kehilangan posisinya di S&P Global Indexs. Dia juga memperkirakan bahwa serangan politik terhadapnya akan meningkat secara dramatis dalam beberapa bulan mendatang, dilansir dari Bloomberg.

Dalam tweet terpisah, Elon Musk mengatakan bahwa dirinya mendukung Demokrat di masa lalu karena mereka (kebanyakan) adalah partai kebaikan, tetapi sekarang ia telah berubah pikiran.

Baca jugaElon Musk: Saya Akan Beli Coca-Cola dan Memasukkan Kokain Kembali

“Mereka telah menjadi partai perpecahan & kebencian, jadi saya tidak bisa lagi mendukung mereka dan akan memilih Republik,” ujar Musk, seperti diberitakan Detik.com, Senin (23/5/2022). 

Elon Musk menghabiskan hari Rabu (18/05/2022) di Twitter Inc., mengumumkan peralihan politiknya dari Demokrat ke Republik, menghina ESG, dan membalas beberapa pengguna situs web media sosial yang dia setujui untuk dibeli.

Meski telah kehilangan miliaran dollar, Elon Musk tetap menjadi orang terkaya di dunia, dengan kekayaan US$209,9 miliar menurut Bloomberg Billionaires Index. 

Dia telah kehilangan US$60,4 miliar dari kekayaannya tahun ini, hanya tertinggal sedikit di belakang Changpeng Zhao CEO Binance, yang turun US$81 miliar, dan Jeff Bezos yang turun sebesar US$62 miliar.

Baca juga: Sepuluh Tahun ke Depan, Satu Miliar Penduduk Bumi Diprediksi Bakal Gunakan Mata Uang Kripto

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

Exit mobile version