Site icon Dunia Fintech

WinX dan Reku Jajaki Pemanfaatan Teknologi AI Robo Advisor untuk Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia

WinX Reku

Perusahaan teknologi infrastruktur AI PT Pandawa Sakti Digital (WinX), menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Reku (PT Rekeningku Dotcom Indonesia) untuk mempersiapkan uji coba pemanfaatan teknologi AI Robo Advisor di dalam ekosistem perdagangan aset keuangan digital Indonesia.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan dalam rangkaian Coinfest Asia 2026 di Bali, pada akhir pekan lalu. Kolaborasi ini menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam membantu investor aset kripto melakukan analisis dan aktivitas perdagangan, termasuk pada produk derivatif aset kripto, secara lebih terukur.

Melalui teknologi yang dikembangkan WinX, AI Robo Advisor dirancang untuk membantu pengguna menganalisis kondisi pasar, mengidentifikasi peluang perdagangan, serta memberikan dukungan dalam menentukan strategi dan eksekusi transaksi berdasarkan parameter yang telah ditentukan.

Mikhail Hermawan, Direktur Utama PT Pandawa Sakti Digital mengatakan bahwa perkembangan industri aset digital yang semakin matang membuka peluang bagi teknologi kecerdasan buatan untuk menjadi bagian dari infrastruktur perdagangan aset keuangan digital di Indonesia.

baca juga : MAKS Dukung Inovasi Ekosistem Aset Kripto Melalui Kolaborasi Bersama Amanode dan IDRX di Coinfest Asia 2026

MAKS Dukung Inovasi Ekosistem Aset Kripto melalui Kolaborasi Bersama Amanode dan IDRX di Coinfest Asia 2026

“Pertumbuhan investor aset kripto di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap teknologi yang dapat membantu investor dalam memahami dan merespons dinamika pasar
juga semakin besar. Melalui kerja sama dengan Reku, kami ingin menguji bagaimana teknologi infrastruktur AI Robo Advisor dapat digunakan untuk membantu investor mengambil keputusan perdagangan secara lebih terukur, terutama pada produk derivatif
yang memiliki tingkat kompleksitas dan risiko lebih tinggi,” ujar Mikhail Hermawan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 22,69 juta investor pada Juni 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp28,58 triliun, meningkat 24,20% dibandingkan bulan sebelumnya.

OJK juga telah memberikan perizinan kepada 26 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) sebagai bagian dari ekosistem perdagangan aset kripto nasional.

Besarnya basis investor tersebut mendorong kebutuhan terhadap inovasi produk dan teknologi yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus menjadi diferensiasi
bagi pelaku industri aset keuangan digital.

Bagi Reku, eksplorasi teknologi infrastruktur AI Robo Advisor diharapkan dapat membuka potensi pengembangan fitur baru yang membantu pengguna memperoleh informasi dan analisis yang lebih komprehensif sebelum mengambil keputusan perdagangan.

Robby selaku Chief Compliance Officer Reku mengatakan, “Kami melihat teknologi seperti AI memiliki potensi untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses produk aset keuangan digital. Melalui kolaborasi ini, Reku dan WinX akan terlebih dahulu melakukan pengujian secara terbatas untuk melihat efektivitas teknologi, pengalaman pengguna, serta berbagai aspek yang diperlukan sebelum dapat dikembangkan lebih lanjut.”

Tahap awal kerja sama WinX dan Reku akan berfokus pada uji coba secara tertutup (closed testing) terhadap teknologi AI Robo Advisor. Pengujian tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi performa teknologi, efektivitas strategi, mekanisme pengelolaan risiko, serta kesiapan integrasi ke dalam ekosistem perdagangan aset keuangan digital.

Apabila hasil pengujian menunjukkan hasil yang positif, WinX dan Reku berharap kolaborasi ini dapat dilanjutkan ke tahap pengembangan dan pengujian berikutnya sehingga teknologi AI Robo Advisor dapat menjangkau basis investor aset kripto yang lebih luas di Indonesia.

“Indonesia memiliki salah satu basis investor aset kripto terbesar di kawasan. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun infrastruktur perdagangan aset keuangan digital Indonesia yang semakin inovatif, kompetitif, namun tetap mengedepankan pengelolaan risiko dan kepentingan pengguna, ” tutup Mikhail Hermawan.

Exit mobile version