Site icon Dunia Fintech

Wow, Pelaku Bisnis di Singapura Mulai Terima Pembayaranan dengan Kripto

Wow, Pelaku Bisnis di Singapura Mulai Terima Pembayaranan dengan Kripto

JAKARTA, duniafintech.com – Berbagai bisnis di Singapura telah menerima pembayaran dengan mata uang kripto atau cryptocurrency. Salah satunya adalah e-retailer peralatan rumah tangga “&glazed”.

Mengutip Channel News Asia (CNA), Kamis (19/5/2022), &glazed bahkan menerima pembayaran menggunakan mata uang kripto sebelum memiliki opsi pembayaran tanpa uang tunai (cashless) yang sudah biasa ada di toko-toko.

Beberapa jenis cryptocurrency yang diterima untuk pembayaran di toko online mereka sejak awal tahun termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin.

Melansir IDN Times, salah satu pendiri &glazed Lionel Lim membuat keputusan yang tidak biasa itu karena sejumlah alasan, termasuk minatnya pada sektor yang terus berkembang tersebut. Lim berinvestasi dalam cryptocurrency dan juga memiliki pekerjaan penuh waktu di bursa kripto yang berbasis di Singapura.

Baca jugaBerapa Penghasilan YouTuber? Simak di Sini Cara Menghitungnya

Alasan lain toko online mereka menerima kripto sebagai pembayaran adalah karena dengan memiliki sebanyak mungkin metode pembayaran, menurutnya akan semakin banyak yang berbelanja di toko onlinenya.

“Kami ingin membuatnya semulus mungkin–sejauh apa pun yang Anda ingin bayar, kami mendapatkannya,” katanya kepada CNA.

Meski salah satu bisnis di Singapura ini sudah cukup lama menerima pembayaran dengan kripto, Lim menyebut hingga saat ini masih sangat sedikit yang mau membayar menggunakan kripto. 

Baca juga: Tentang Jenis hingga Asuransi Kecelakaan Pesawat yang Wajib Diketahui

Menurut Lim, tingkat penerimaannya sangat rendah, dengan pembayaran mata uang kripto hanya menghasilkan 1 persen dari total pesanan.

Lim mengatakan dia telah menyimpan pemasukan tersebut di dompet digital perusahaan di Coinbase Commerce, platform pembayaran yang digunakan untuk menerima cryptocurrency. Ia juga mengaku tidak terburu-buru untuk mencairkannya.

“Kita dapat melihat bagaimana akan ada kekhawatiran untuk bisnis besar karena bagi mereka, bahkan hanya memiliki 1 persen dari penjualan dalam Bitcoin dapat berarti masalah arus kas. Tapi kami adalah bisnis yang sangat kecil,” jelasnya.

“Kecuali kita mulai memiliki banyak transaksi dalam Bitcoin, maka tentu saja yang akan saya lakukan adalah mentransfernya ke stablecoin atau fiat. Sekarang, saya hanya akan memperlakukannya sebagai bentuk investasi,” tambah Lim.

Sebelum &glazed, dalam beberapa bulan terakhir sejumlah bisnis di Singapura lain juga mulai menerima cryptocurrency sebagai pembayaran, seperti toko makanan dan perlengkapan hewan peliharaan online Kibbles, merek fesyen lokal Charles & Keith dan pengecer mobil mewah EuroSports.

Beberapa dari mereka mengatakan melihat ada potensi untuk menarik pelanggan baru dengan cara tersebut karena kepemilikan cryptocurrency tumbuh di Singapura dan luar negeri.

“Hal itu untuk menguntungkan mereka yang memiliki cryptocurrency dan mungkin mencari saluran tambahan di mana mereka dapat membeli barang dan jasa menggunakan investasi mereka,” kata Charles & Keith, yang meluncurkan cryptocurrency sebagai mode pembayaran di situs e-commerce pada Maret.

Sejak diluncurkan, ada cukup banyak yang melakukan pembayaran dengan kripto di situsnya, di mana 70 persennya adalah pelanggan yang berbasis di Singapura. Ethereum menjadi mata uang digital paling populer yang digunakan, mencakup setengah dari pembayaran.

Baca jugaJenis-jenis Deposito CIMB Niaga hingga Besaran Bunganya

“Kami melihat tren yang menggembirakan di mana tampaknya menarik basis pelanggan baru,” kata juru bicara perusahan bulan lalu.

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

Exit mobile version