29.5 C
Jakarta
Minggu, 29 Mei, 2022

5 Perusahaan Fintech Mongolia Populer dan Terbaik

duniafintech.com – Setelah krisis besar yang menimpa Mongolia, pasar fintech di negara tersebut dikabarkan sedang tumbuh pesat meski masih di tahap awal. Oleh karenanya kami rangkum 5 perusahaan fintech Mongolia yang populer dan terus berkembang.

Sistem keuangan Mongolia sebelumnya sebagian besar berbasiskan uang tunai, namun, bank-bank utama negara itu telah mengalami perubahan signifikan dalam dua tahun terakhir. Mengingat undang-undang sistem pembayaran baru yang diumumkan pada bulan September 2018, Mongolia mengeluarkan mata uang digital pertamanya.

Baca juga: iCIO Exchange 2019, BGR Logistics Usulkan Konsep Ini

Ini merupakan langkah awal yang cukup menjanjikan di bidang teknologi finansial. Apalagi perusahaan-perusahaan fintech terus bermunculan. Simak 5 perusahaan fintech Mongolia yang terbaik di antaranya berikut ini!

  1. AND Global

AND Global bisa dibilang sebagai raksasa fintech di Mongolia. Perusahaan yang sudah melebarkan sayap ke seluruh Asia ini menyediakan jasa peminjaman mikro dengan pengukuran kredit lewat teknologi berbasis AI. Selain itu, perusahaan yang sekarang sudah bermitra dengan Rakuten dan Techstar ini juga menyediakan layanan installment loans, digital wallet hingga pembayaran non tunai. 

2. LendMN

LendMN sebenarnya masih merupakan anak perusahaan dari AND Global. Dengan target utama masyarakat underbanked (yang tidak tersentuh perbankan konvensional), perusahaan ini mulai beroperasi di Mongolia sejak Januari 2017 lalu.

Model bisnis yang diciptakan oleh LendMN tidak hanya membantu para penggunanya, tapi juga menguntungkan dengan kas positif yang berhasil didapatkan hanya dalam waktu 11 bulan saja setelah peluncuran aplikasinya. LendMN sedang melakukan transformasi menjadi bank digital berpengaruh di Mongolia.

3. Kaizen Mongolia

Kaizen Mongolia membuat solusi point-of-sales yang disebut Egulen. Startup ini hadir di Mongolia dan Hong Kong, meskipun situs webnya sepenuhnya dalam bahasa Mongolia. Sistem berbasis cloud memungkinkan bisnis mengelola uangnya dengan cara yang intuitif dan murah. Perangkat keras termasuk printer penerimaan, layar sentuh, pembaca kartu, dan laci uang. Selain perangkat lunak manajemen restoran andalan, yang disebut iRestaurant, ia juga menawarkan iStore, iSalon, dan iFitness. Karena semuanya disimpan di cloud, pemilik toko dapat mengakses sistem tanpa harus hadir secara fisik di toko mereka.

Baca juga: Fitur Rute Dari Grab, Hadirkan Kemudahan Diperjalanan

4. Oluula

Mirip dengan Kickstarter, Oluula merupakan perusahaan yang siap membantu siapapun yang membutuhkan crowdfunding atau pendanaan masa. Proyek-proyek yang masih berada di tahap awal bisa memasukkan proposal ke sini. Proposal kemudian akan ditayangkan melalui situs untuk mendapatkan perhatian dan pendanaan publik.

5. Mobifinance

Mobifinance sebenarnya merupakan anak perusahaan telekomunikasi terbesar di Mongolia, Mobicom. Langkah mengejutkan yang dilakukan oleh perusahaan ini di bidang teknologi finansial adalah saat akhir tahun lalu mereka mengajukan permohonan untuk membuat kripto aset sendiri yang diberi nama Candy.

Proposal yang diajukan kepada bank sentral setempat ternyata dikabulkan. Candy merupakan kripto aset pertama di Mongolia yang dapat digunakan untuk membayar berbagai barang dan jasa di berbagai sektor. Ini sekaligus menjadi salah satu pertanda bahwa teknologi finansial di Mongolia sedang berkembang menuju arah positif yang semakin menjanjikan.

Itulah 5 perusahaan fintech Mongolia yang sedang aktif mengembangkan teknologi finansial di negara tersebut.

-Dita Safitri-

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pembatalan Polis Asuransi Mobil: Prosedur dan Risikonya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pembatalan polis asuransi mobil merupakan cara menyelesaikan polis asuransi mobil yang masih dalam masa pertanggungan. Dalam arti, belum satu...

Baik Online Maupun Offline, Begini Cara Bayar Mandiri Virtual Account

JAKARTA, duniafintech.com – Pengertian Mandiri virtual account adalah metode pembayaran dari Bank Mandiri untuk bertransaksi di e-commerce atau aplikasi belanja online dengan menggunakan nomor...

2.290 Calon Jemaah Haji Riau Siap Berangkat ke Tanah Suci Awal Juni 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Sebanyak 2.290 orang calon jemaah haji dari Provinsi Riau siap berangkat ke Tanah Suci. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Riau...

Investasi Bodong Minyak Goreng, Emak Asal Ponorogo ini Masuk Penjara 4 Tahun

JAKARTA, duniafintech.com - EV (30) warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, diamankan Satreskrim Polres Ponorogo usai melakukan penipuan investasi bodong, dengan kedok jual minyak...

Indonesia Masuk Jebakan Utang dari China?, Ini Jawaban Luhut..

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait anggapan bahwa Indonesia telah terperangkap jebakan utang...
LANGUAGE