25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

6 MATA UANG VIRTUAL INI DIPREDIKSI SUSUL KESUKSESAN BITCOIN TAHUN 2018

duniafintech.com – Tipuan? Balon yang bisa meletus kapan saja? Fenomena sesaat? Terlepas dari apapun yang dikatakan kaum pesimis soal Bitcoin, mata uang satu ini terus mengalami kenaikan dan memberikan keuntungan berlipat-lipat pada para pemiliknya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kenaikan harga fantastis yang dialami Bitcoin juga berimbas pada kenaikan mata uang virtual lainnya. Sebut saja Ethereum yang belakangan mulai membayangi keperkasaan Bitcoin. Dua mata uang pecahan Bitcoin, Bitcoin Cash dan Bitcoin Gold juga cukup sukses di pasaran.

Selain Bitcoin, 6 mata uang virtual berikut ini diprediksi akan menjadi primadona tahun depan. Apa saja?

-Litecoin (LTC)

Litecoin memiliki market cap senilai $17.78 miliar dengan performa +4,800% (terhitung sampai bulan Desember ini). Litecoin dibuat pertama kali oleh mantan pegawai Google, Charlie Lee. Litecoin selama ini dijuluki sebagai versi perak dari Bitcoin Gold.

-Manero (XMR)

Sama seperti Bitcoin, pembuat Manero (XMR) sampai sekarang masih bersifat anonim (tidak diketahui). XMR saat ini memiliki market cap senilai $4.84 miliar dengan performa +1,930% tahun ini. Kelebihan XMR adalah sifat anonimnya. Dengan Monero, rincian setiap transaksi, termasuk pengirim, penerima dan ukuran, dicatat pada buku besar publik, namun dikaburkan untuk dilaporkan membuat mereka tidak dapat dilacak.

-Neo

Mata uang virtual ini dibuat oleh Da Hongfei, CEO Onchain, seorang penggerak Blockchain di China bersama rekannya Erik Zhang. George Tung, co-founder Crypto R Us sekaligus investor veteran mata uang virtual menyebut Neo berpotensi menjadi Ethereum-nya China jika China mengurangi ketegangannya terhadap Blockchain dan Bitcon. Saat ini Neo memiliki market cap senilai $2.6 miliar dengan performa +24,685% di sepanjang tahun 2017.

-Cardano (Ada)

Ada dibuat oleh developer Blockchain Input Output Hongkong (IOHK). Dengan market cap senilai $3.06 miliar, meski baru dimulai bulan Oktober lalu performanya sudah mencapai +406%.  Blockchain Cardano baru saja diluncurkan beberapa bulan yang lalu dan meledak dengan keuntungan besar di tiap koinnya.

-Ripple (XRP)

Ripple merupakan mata uang digital yang dibuat oleh Ryan Fugger, seorang developer bersama rekan businessman-nya Chris Larsen dan seorang programmer bernama Jed McCaleb. New York Times pernah menggambarkan Ripple sebagai “persilangan antara Western Union dan pertukaran mata uang, tanpa biaya yang lumayan” karena ia bukan hanya mata uang, tapi juga sistem di mana mata uang apapun, termasuk Bitcoin, dapat diperdagangkan. Saat ini Ripple memiliki market cap senilai $11.22 miliar dan performa +3,803% sepanjang tahun ini.

-Iota (MIOTA)

Saat ini Iota memiliki market cap senilai $12.66 miliar dan sejak mulai di-trading-kan Awal Juni lalu performanya sudah mencapai +623%. Iota dibuat oleh gabungan pengusaha, ahli matematika dan developer yang terdiri dari David Sønstebø, Sergey Ivancheglo, Dominik Schiener, dan Dr. Serguei Popov.

Written by: Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE