22.8 C
Jakarta
Minggu, 29 Mei, 2022

ADB: Coronavirus dapat memangkas Ekonomi global sebesar 0,1% menjadi 0,4%

duniafintech.com – Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memprediksi coronavirus dapat memangkas ekonomi global sebesar 0,1% menjadi 0,4% sehingga akan memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap ekonomi Asia. Lebih dari 3.200 orang di seluruh dunia telah meninggal karena penyakit pernapasan yang dapat menyebabkan pneumonia ini serta melukai pasar keuangan dan merusak ekonomi.

Wabah ini akan memicu perlemahan permintaan domestik, pariwisata, keterkaitan perdagangan, dan produksi serta gangguan pasokan. Menurut analisis ADB, coronavirus dapat memangkas ekonomi global senilai US$77 miliar hingga US$347 miliar produk domestik bruto global.

Kepala Ekonom ADB, Yasuki Sawada mengatakan, “ada banyak ketidakpastian tentang COVID-19, termasuk dampak ekonominya. Hal ini membutuhkan penggunaan beberapa scenario untuk memberikangambaran yang lebih jelas tentang potensi kerugiannya. Harapan terbesar kami, analisis ini dapat mendukung pemerintahsaat mereka menyiapkan tanggapan yang jelas dan tegas untuk mengurangi dampak manusia dan ekonomi dari wabah ini.”

Baca Juga:

Skenario terburuknya, Coronavirus dapat memangkas ekonomi global China sebesar 1,7% dan scenario terbaiknya hanya 0,3%. Pada saat yang sama, sejumlah negara berkembang di Asia akan berkurang 0,5% dalam skenario terburuknya dan 0,2% untuk kasus terbaiknya.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional, Kristalina Georgieva mengatakan pada Rabu lalu, Penyebaran global dari coronavirus ini telah menghancurkan harapan seluruh negara untuk pertumbuhan yang lebih kuat pada tahun ini dan akan menahan kenaikan output global 2020 hingga laju paling lambat sejak krisis keuangan 2008-2009,

Kendati demikian, Bank Dunia mengatakan telah menyediakan US$ 12 miliar dana segar untuk membantu negara-negara berkembang meningkatkan layanan kesehatan mereka, pengawasan penyakit, akses ke pasokan medis dan modal kerja untuk bisnis.

ADB juga akan memberikan pinjaman sektor swasta CNY 130 juta kepada Jointown Pharmaceutical Group Co. Ltd. Yang merupakan perusahaan distributor farmasi yang berada di Wuhan, untuk mendukung keberlangsungan pasokan obat-obatan penting dan peralatan perlindungan pribadi.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pembatalan Polis Asuransi Mobil: Prosedur dan Risikonya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pembatalan polis asuransi mobil merupakan cara menyelesaikan polis asuransi mobil yang masih dalam masa pertanggungan. Dalam arti, belum satu...

Baik Online Maupun Offline, Begini Cara Bayar Mandiri Virtual Account

JAKARTA, duniafintech.com – Pengertian Mandiri virtual account adalah metode pembayaran dari Bank Mandiri untuk bertransaksi di e-commerce atau aplikasi belanja online dengan menggunakan nomor...

2.290 Calon Jemaah Haji Riau Siap Berangkat ke Tanah Suci Awal Juni 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Sebanyak 2.290 orang calon jemaah haji dari Provinsi Riau siap berangkat ke Tanah Suci. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Riau...

Investasi Bodong Minyak Goreng, Emak Asal Ponorogo ini Masuk Penjara 4 Tahun

JAKARTA, duniafintech.com - EV (30) warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, diamankan Satreskrim Polres Ponorogo usai melakukan penipuan investasi bodong, dengan kedok jual minyak...

Indonesia Masuk Jebakan Utang dari China?, Ini Jawaban Luhut..

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait anggapan bahwa Indonesia telah terperangkap jebakan utang...
LANGUAGE