31 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

AFPI Canangkan Penyaluran Fintech Pinjaman Capai 89 T Tahun Depan

DuniaFintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, atau AFPI mencanangkan penyaluran biaya untuk fintech pinjaman personal (P2P Lending) akan mencapai Rp 89 triliun di tahun depan. Faktor adaptasi dan kebiasaan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan berbasis elektronik menjadi salah satunya.

AFPI mengacu kepada data yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebut volume penyaluran fintech pinjaman bertumbuh dari tahun ke tahun (YoY). Di tahun 2018 pembiayaan naik lebih dari 500% YoY dengan volume Rp 20 triliun. Sementara, di 2019 persentase meningkat sebanyak 205% YoY dengan nilai Rp 58 triliun.

Kusheryansyah selaku Ketua Harian AFPI menilai pihaknya optimis untuk menggelontorkan Rp 60 triliun dan tumbuh 2 hingga 5% YoY. Sebelumnya jumlah ini telah direduksi lantaran adanya pandemi COVID-19. Awalnya, diprediksi tahun 2020 akan menghasilkan volume penyaluran pembiayaan hingga Rp 86 triliun.

Kusheryansyah menyebut, apabila pandemi tidak menghantam, diprediksi bahwa pertumbuhan di 2021 akan mencapai Rp 151 triliun.

“Kami optimistis pada tahun depan bisa mendapatkan angka Rp 89 triliun itu atau tumbuh sebesar 48% dari proyeksi tahun ini,”

Baca juga:

AFPI Targetkan Penyaluran Fintech Pinjaman Meningkat

Kusheryasnyah mengimbau, proyeksi pertumbuhan dengan jumlah Rp 89 triliun bisa dicapai apabila berbagai kondisi terselesaikan. Salah satunya realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Selain itu, penemuan vaksin COVID-19 yang dikebut pengerjaannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, faktor pendukung yang tak kalah penting ialah meningkatnya adaptasi dan penggunaan layanan digital, termasuk fintech pinjaman di masyarakat. Diharapkan, permintaan akan pembiayaan bertumbuh positif.

Kusheryansyah juga mengatakan, para penyelenggara perlu menangkap peluang serta pasar yang lebih luas lagi. Sehingga potensi untuk pertumbuhan semakin terakselerasi.

“Beberapa platform fintech lending didapati memang tumbuh, bahkan ada yang sampai 200%. Karena masuk di sektor yang pada masa pandemi ini seperti kesehatan, ekosistem digital, logistik untuk kebutuhan bahan dasar, dan makanan dalam kemasan,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Fintech Indonesia: 5 Keuntungan Investasi di Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini akan mengulas tentang berbagai keuntungan dan risiko investasi di fintech bagi milenial. Perlu diketahui, fintech Peer to...

Harga Anjlok Jangan Risau! Ini Strategi Trading Kripto yang Top

JAKARTA, duniafintech.com - Saat harga aset kripto sedang anjlok/mengalami penurunan, janganlah risau. Ada strategi trading kripto yang mesti Anda terapkan.  Trading kripto saat menjadi salah...

Harga BBM Pertalite Akan Naik, Dampaknya Mengerikan!

JAKARTA, duniafintech.com – Harga BBM Pertalite dan solar yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah akan dinaikkan pada minggu depan. Hal itu dilakukan karena subsidi yang...

Rekomended! Ini Aplikasi Faucet Bitcoin yang Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Pemain industri kripto tentu gak asing lagi dengan istilah faucet. Ada rekomendasi aplikasi faucet Bitcoin terpercaya dan bisa dicoba.  Faucet kripto atau...

Project NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Masih ingat dengan Ghozali? Karyanya merupakan salah satu project NFT asal Indonesia yang populer dan mendunia.  Tapi siapa sangka, bukan cuma Ghozali...
LANGUAGE