30.6 C
Jakarta
Minggu, 25 Oktober, 2020

AFPI Canangkan Penyaluran Fintech Pinjaman Capai 89 T Tahun Depan

DuniaFintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, atau AFPI mencanangkan penyaluran biaya untuk fintech pinjaman personal (P2P Lending) akan mencapai Rp 89 triliun di tahun depan. Faktor adaptasi dan kebiasaan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan berbasis elektronik menjadi salah satunya.

AFPI mengacu kepada data yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebut volume penyaluran fintech pinjaman bertumbuh dari tahun ke tahun (YoY). Di tahun 2018 pembiayaan naik lebih dari 500% YoY dengan volume Rp 20 triliun. Sementara, di 2019 persentase meningkat sebanyak 205% YoY dengan nilai Rp 58 triliun.

Kusheryansyah selaku Ketua Harian AFPI menilai pihaknya optimis untuk menggelontorkan Rp 60 triliun dan tumbuh 2 hingga 5% YoY. Sebelumnya jumlah ini telah direduksi lantaran adanya pandemi COVID-19. Awalnya, diprediksi tahun 2020 akan menghasilkan volume penyaluran pembiayaan hingga Rp 86 triliun.

Kusheryansyah menyebut, apabila pandemi tidak menghantam, diprediksi bahwa pertumbuhan di 2021 akan mencapai Rp 151 triliun.

“Kami optimistis pada tahun depan bisa mendapatkan angka Rp 89 triliun itu atau tumbuh sebesar 48% dari proyeksi tahun ini,”

Baca juga:

AFPI Targetkan Penyaluran Fintech Pinjaman Meningkat

Kusheryasnyah mengimbau, proyeksi pertumbuhan dengan jumlah Rp 89 triliun bisa dicapai apabila berbagai kondisi terselesaikan. Salah satunya realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Selain itu, penemuan vaksin COVID-19 yang dikebut pengerjaannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, faktor pendukung yang tak kalah penting ialah meningkatnya adaptasi dan penggunaan layanan digital, termasuk fintech pinjaman di masyarakat. Diharapkan, permintaan akan pembiayaan bertumbuh positif.

Kusheryansyah juga mengatakan, para penyelenggara perlu menangkap peluang serta pasar yang lebih luas lagi. Sehingga potensi untuk pertumbuhan semakin terakselerasi.

“Beberapa platform fintech lending didapati memang tumbuh, bahkan ada yang sampai 200%. Karena masuk di sektor yang pada masa pandemi ini seperti kesehatan, ekosistem digital, logistik untuk kebutuhan bahan dasar, dan makanan dalam kemasan,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tokocrypto Buka Layanan Pinjaman Uang ala Blockchain

DuniaFintech.com - Layanan keuangan berbasis internet dengan desentralisasi data (DeFi) mulai menancapkan kakinya di Indonesia. Salah satu penyelenggara, Tokocrypto telah membuka layanan...

Modal 1 Juta Bisa Dapat Untung Besar dengan Ide Usaha Ini, Apa Saja? Simak di Sini

Duniafintech.com - Modal sedikit bukan menjadi penghalang untuk tidak memulai berbisnis. Karena, banyak anggapan yang mengatakan bahwa berbisnis harus memiliki modal yang...

UMKM Bisa Ajukan Pinjaman dengan Bunga Rendah di Fintech Ini, Di Cek Yuk!

Duniafintech.com - Pinjaman dengan bunga rendah untuk Modal Usaha ditawarkan Fintech P2P Lending untuk pengusaha kecil yang menghadapi kesulitan modal dan tidak...

Mau Beli Mobil Tanpa Keuangan Terganggu? Ikuti Cara Ini

DuniaFintech.com - Beberapa orang mungkin berpikir, bahwa membeli mobil dapat membantu mengurangi biaya transportasi. Namun ternyata belum tentu loh, bisa saja justru...

Pilihan Pekerjaan Online Tanpa Menggunakan Modal dengan Penghasilan Fantastis

Duniafintech.com - Ketika penghasilan tetap masih tidak bisa mencukup kebutuhan utama, tentu kerja sampingan adalah solusinya. Tetapi, Anda pasti lebih memilih pekerjaan...
LANGUAGE