31.2 C
Jakarta
Minggu, 14 April, 2024

AFPI Salurkan Penyaluran Pendanaan Rp44 Triliun Untuk Sektor Produktif

JAKARTA, duniafintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan Industri Fintech pendanaan berkontribusi terhadap percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) pasca pandemi Covid-19.

Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah menuturkan kontribusi tersebut terlihat dari penyaluran pendanaan ke sektor produktif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan sepanjang Januari hingga Mei 2022, tercatat sebesar Rp44 triliun atau rata-rata 50,60 persen dari total penyaluran. Menurutnya penyaluran sebesar Rp44 triliun tersebut termasuk pembiayaan untuk pendidikan, pertanian, lingkungan hijau seperti treatment air limbah dan sampah, reparasi dan perawatan kendaraan, juga aktivitas kesehatan dan sosial.

“Industri fintech pendanaan berkontribusi nyata terhadap percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi,” kata Kuseryansay.

Dia mencatat sebanyak Rp14,10 triliun untuk pembiayaan di sektor UMKM dari 3.967.255 rekening perorangan dan badan usaha di bulan Mei 2022. Menurutnya mayoritas pemberi pinjaman ke sektor UMKM adalah dari sektor perorangan 69 persen, sisanya dari sektor badan usaha. Adapun dari outstanding pinjaman per Mei 2022 sebesar Rp40,17 triliun atau meningkat 22,23 persen dibanding posisi Januari yaitu sebesar Rp31,21 triliun.

Baca juga: Pemerintah Belum Atur Suku Bunga Pinjaman Fintech, OJK: Diserahkan Mekanisme Pasar

Dia mengatakan industri fintech pendanaan akan terus mendukung fokus penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia 2022 yaitu transformasi ekonomi digital termasuk dalam sektor fintech. Hal ini membuktikan peran nyata bagi para anggota AFPI yang merupakan fintech pendanaan yaitu meningkatkan akses keuangan secara digital masyarakat yang underbanked dan underserved.

“Sehingga kedepannya turut mempercepat pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi,” kata Kuseryansyah.

Baca juga: Saham dari Luar Negeri Dilarang Promosi dan Iklan di Indonesia, Ini Alasan OJK

Keberhasilan AFPI dalam menyalurkan pendanaan kepada UMKM, sejalan dengan program pemerintah yang saat ini selalu menggencarkan pertumbuhan ekonomi melalui UMKM. Hal itu terbukti dengan adanya dorongan dari Presiden Joko Widodo dengan memberikan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada 2.500 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Jokowi meminta kepada seluruh pelaku UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital dengan memanfaatkan platform e-commerce untuk meningkatkan penjualan. Langkah tersebut dilakukan agar peluang pasar menjadi lebih besar untuk mendapatkan keuntungan.

“Tapi yang perlu diingat, jika sudah masuk ke dalam pasar online. Harus betul-betul siap untuk kesiapan produksinya,” kata Jokowi.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital Indonesia akan mencapai US$146 miliar di tahun 2025, dan bertumbuh delapan kali lipat menjadi Rp4.531 triliun di tahun 2030.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pandemi Covid-19 telah mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi dan menciptakan prospek cerah pada potensi ekonomi dan keuangan digital Indonesia. Dia menambahkan nilai perdagangan digital mencapai Rp401 triliun di tahun 2021. Menurutnya hal itu terjadi seiring dengan meningkatkan akseptasi dan preferensi berbelanja daring serta didukung perluasan sistem pembayaran digital dan akselerasi digital banking.

Airlangga mengatakan pemerintah saat ini tengah mengoptimalkan peluang digitalisasi melalui implementesi sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital. Selain itu, mewujudkan upaya penguatan kerjasama dan konektivitas pada lingkup regional maupun global di berbagai sektor, termasuk sektor perdagangan dan pembayaran di ASEAN.

“Digitalisasi ekonomi dan keuangan digital harus diakselerasi dengan perbaikan-perbaikan dan telah mendorong capaian inklusi keuangan nasional,” kata Airlangga.

Baca juga: Pinjaman Online Resmi OJK 2022, Cek di Sini

 

Penulis: Heronimus Ronito

Editor: Rahmat Fitranto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE