27.8 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Akhir Tahun 2022, Amartha Salurkan Modal Usaha Rp10 Triliun Lebih

JAKARTA, duniafintech.com – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) microfinance marketplace mencatat secara kumulatif telah menyalurkan modal usaha senilai lebih dari Rp10 triliun hingga 31 Desember 2022. Modal usaha disalurkan kepada lebih dari 1,4 juta pelaku usaha ultra mikro yang tersebar di seluruh wilayah operasional Amartha.

Founder and CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan dengan jumlah penyaluran tersebut, perusahan juga berhasil mempertahankan kualitas pinjaman dengan perolehan Non Performing Loan (NPL) yang stabil di bawah 0,5 persen. 

Baca juga: UMKM Binaan Amartha Siap Hadapi Resesi Ekonomi Global

Menurutnya pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis dengan berbagai stakeholder, mulai dari perbankan hingga kerjasama, embedded finance dengan platform teknologi seperti eFishery. 

“Kolaborasi seperti inilah yang menjadi kunci pertumbuhan bagi Amartha supaya dapat terus mengakselerasi inklusi keuangan bagi segmen yang lebih masif di masa yang akan datang,” kata Taufan.

Dia mencatat performa Amartha di tahun 2022, 2022 tercatat tumbuh signifikan dan profitable. Lebih dari Rp4,7 triliun berhasil disalurkan sepanjang tahun 2022, tumbuh 93 persen (YoY) atau hampir 2x lipat dari yang sebelumnya mencapai Rp2,4 triliun.

“Penyaluran modal ini didominasi oleh dukungan pendanaan dari 24 mitra perbankan dengan total penyaluran sekitar Rp3 triliun atau 60 persen lebih dari total sumber dana,” kata Taufan. 

Sebelumnya, PT Amartha Makro Fintek (Amartha) mencatat telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp3 triliun atau mengalami pertumbuhan lebih dari 88 persen (YoY) di kuartal III tahun 2022.

Baca juga: GoTo Jual Saham Alfamart Rp1,5 Triliun, Ini Detail Transaksinya

Sedangkan untuk NPL, Amartha mencatat tetap menjaga kualitas pinjaman dengan stabil di kisaran 0,38 persen serta TKB-90 sebesar 99,62 persen. 

Selain itu, Amartha mencatat pertumbuhan paling signifikan terjadi di wilayah operasional Amartha khususnya di luar pulau Jawa.

Berdasarkan porsi penyaluran modal yang dominan, penyaluran wilayah Sumatera dan Sulawesi mencapai lebih dari Rp2 triliun atau 2 kali lipat di kuartal III tahun 2022. 

Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra menjelaskan pihaknya melihat adanya peluang untuk tumbuh signifikan di sisa kuartal IV tahun 2022.

Dia menambahkan melalui kerjasama dengan perbankan, perusahaan turut membantu penyaluran modal untuk jutaan pelaku usaha ultra mikro dari penyedia jasa layanan keuangan formal. 

Baca juga: Digitalisasi UMKM SumBar Capai 50.000 via Aplikasi Amartha

“Penyaluran modal dari mitra perbankan mencapai Rp2,5 triliun di tahun ini, tumbuh dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Taufan. 

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE