31.5 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus, 2022

Akuisisi Bank Kecil Jadi Strategi BNI Kembangkan Bank Digital

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah berhasil mencapai kesepakatan awal untuk akuisisi bank kecil dengan modal di bawah Rp2 triliun.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, akuisisi bank kecil ini sebagai bagian dari usaha perseroan untuk mengembangkan bank digital. Nantinya anak usaha ini akan menarget pasar UMKM.

“UKM akan mempunyai peran dalam pertumbuhan ekonomi nasional, selaras dengan visi BNI dengan visi environmental, social, and governance (ESG) memberi dampak masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya dalam video conference, Senin (25/10).

Akan Mengakuisisi Bank Mayora?

Namun demikian, Royke belum mau mengungkapkan siapa bank kecil yang akan diakuisisi dan dikembangkan menjadi bank digital tersebut.

Dia mengatakan, informasi terkait hal ini akan diumumkan belakangan sesuai dengan proses administrasi yang masih berjalan di pasar modal Indonesia dan regulasi keuangan terkait.

“Untuk nama-nama pihak terkait, mohon maaf saya belum bisa sampaikan, namun perkembangannya ke depan kami akan sampaikan informasi kepada publik mengenai rencana pengembangan ini sesuai peraturan pasar modal dan regulasi pada institusi keuangan,” ujarnya.

Hanya saja, dalam berbagai pemberitaan sebelumnya telah santer terdengar bahwa bank kecil yang akan diakuisisi oleh BNI tersebut adalah PT Bank Mayora yang merupakan anak usaha dari PT Mayora Indah Tbk.

Mengalokasikan Dana Akuisisi Sebesar Rp3 Triliun

Lebih jauh, Royke mengungkapkan perseroan telah menyediakan dana untuk melakukan akuisisi terkait pengembangan bank digital ini dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) di tahun 2021.

Dia menyebutkan, alokasi dana yang disiapkan untuk proses akuisisi ini tidak akan lebih dari Rp3 triliun untuk dengan target bank yang disasar adalah bank dengan jenis BUKU I dan BUKU II.

“Modal intinya tidak lebih dari Rp 3 triliun. Proses akuisisi akan dilakukan sesuai ketentuan berlaku. Kami pastikan akan memiliki valuasi yang wajar. BNI memiiki kecukupan modal yang kuat melakukan ekspansi organik dan anorganik,” ucapnya.

Strategi Transformasi Digital BNI

Sementara itu, dia menuturkan tansformasi Digital yang dilakukan BNI akan terfokus pada tiga area, yaitu pertama, mendigitalisasi platform bisnis perusahaan. Kedua, pengembangan produk-produk digital.

Ketiga, memperkuat ekosistem digital dengan API Open Banking, di mana saat ini BNI adalah bank yang unggul dalam pengembangan API Open Banking dengan lebih dari 283 jenis layanan, dan sudah digunakan oleh lebih dari 4.000 klien.

Penguatan kapabilitas digital juga dilakukan dengan cara kolaborasi dengan partners, diantaranya melalui kerjasama di bisnis Pay Later, dimana BNI menjadi early adopter layanan ini di Indonesia melalui kerjasama dengan beberapa fintech dan e-commerce, termasuk Traveloka dan Shopee.

Selain bisnis Pay Later, sejak pertengahan September 2021, BNI memperluas kerjasama dengan Traveloka melalui peluncuran Pay Later Virtual Card pertama di Indonesia, yang dapat digunakan oleh pengguna Traveloka Pay Later untuk bertransaksi di dalam dan di luar ekosistem Traveloka.

“Bagi BNI, kerjasama bisnis ini menjadi sumber fee based income yang berbasis digital,” tuturnya.

Terus Mengembangkan BNI Mobile Banking

Selain mengembangkan kerjasama dengan partner e-commerce, perseroan juga terus mengoptimalkan BNI Mobile Banking. Per September 2021, pengguna BNI Mobile Banking telah mencapai 9,9 juta orang dengan pertumbuhan 46,6% yoy.

Selain jumlah pengguna yang meningkat signifikan, nilai transaksi melalui BNI Mobile Banking juga telah mencapai Rp447 triliun atau meningkat 33,4% yoy.

“Untuk kedepannya fitur BNI Mobile Banking akan terus ditingkatkan dengan Omni Channel Experience, Pengelolaan Keuangan Personal, dan fitur solusi UMKM terintegrasi,” katanya.

Royke menambahkan, transformasi digital menjadi salah satu strategi utama BNI untuk dapat melayani nasabah dengan lebih baik dan untuk mencapai tujuan perseroan, yaitu memiliki kinerja yang sustainable dan profitable dalam jangka panjang.

Selain mendigitalkan proses bisnis yang ada, BNI juga memiliki rencana untuk menjajaki opsi pengembangan bank digital. “BNI percaya bahwa memiliki anak perusahaan bank digital akan membawa BNI ke tingkat layanan perbankan yang lebih tinggi,” tuturnya.

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat Panin Bank, Pasti Praktis dan Aman!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Panin Bank berikut ini tentunya penting diketahui oleh para pengguna kedua layanan keuangan ini. Kemajuan teknologi seperti...

Cara Mengaktifkan Rekening Pasif Mandiri, Gampang Kok!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengaktifkan rekening pasif Mandiri berikut ini tentu penting untuk diketahui oleh para nasabah Bank Mandiri. Pasalnya, hal ini diperlukan, terutama ketika...

Pajak Fintech Berikan Kontribusi Rp83,15 Miliar

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Keuangan mencatat sektor keuangan digital atau financial technology (fintech) memberikan kontribusi (pajak) sebesar Rp83,15 miliar dari capaian bulan Juni 2022...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cs Lanjutkan Penguatan Harga

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Bitcoin hari ini datang dari pergerakan aset kripto yang masih menguat dan menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan.  Belakangan ini, harga Bitcoin...

Menkeu Pusing Kuota Anggaran BBM Subsidi Makin Bengkak

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) mengkhawatirkan anggaran untuk subsidi energi akan membengkak lantaran harga BBM dan volume penggunaan BBM subsidi merangkak naik. Jika mengacu...
LANGUAGE