32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Alliance Pistoia Perluas Blockchain untuk Berbagai Data

duniafintech.com – Aliansi R&D, Alliance Pistoia, dilaporkan telah memperluas proyek blockchain untuk memasukkan berbagi data, identitas data, dan integritas data, menurut siaran pers yang diterbitkan 8 Februari.

Alliance Pistoia adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada 2007, perwakilan dari perusahaan industri farmasi terkenal yang meliputi Pfizer, Novartiz, dan GSK. Alliance Pistoia dibentuk untuk membantu mengintegrasikan teknologi baru untuk membantu di bidang penelitian dan pengembangan masing-masing perusahaan.

Proyek terbaru akan fokus pada penggunaan blockchain untuk memvalidasi sumber dalam mengidentifikasi data, untuk memastikan integritas data, dan untuk meningkatkan berbagi antar organisasi.

Sebelum terjun ke manajemen data berbasis blockchain, Pistoia berkonsentrasi pada pendidikan industri medis pada teknologi yang muncul. Menurut Pistoia, survei baru-baru ini menemukan bahwa akses ke personel yang terampil dan pemahaman tentang teknologi adalah hambatan utama untuk adopsi blockchain. Survei yang sama dilaporkan menyatakan bahwa seperlima responden tidak berpikir blockchain menambah nilai di luar basis data standar.

“Sebagian besar industri masih pada tahap ‘diskusi’ dari blockchain, kami ingin bergerak lebih jauh dari ini dan mengambil tindakan yang secara aktif mendukung anggota dan mengarah pada hasil nyata yang akan menguntungkan R&D, mempercepat inovasi dan mendukung penemuan perawatan baru,” menurut presiden Aliansi Pistoia, Steve Arlington.

Teknologi leded ledger (DLT) telah diterapkan di seluruh industri kesehatan untuk membuat data medis lebih mudah dibagikan dan lebih aman. Pada November 2018, Rumah Sakit Myongji, yang terletak di kota Goyang, Korea Selatan, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan IT Korea BICube.

Sesuai ketentuan MoU, kedua pihak akan menggunakan DLT untuk membuat sistem pertukaran informasi layanan kesehatan dan “membangun platform cloud hybrid yang menggabungkan cloud publik dan cloud pribadi.”

Pada bulan yang sama, pemerintah Austria menawarkan dukungan finansial untuk sebuah perusahaan riset kanker UK, Lancor Scientific, yang menggunakan teknologi blockchain untuk mendeteksi penyakit tersebut. Lancor Scientific konon mengembangkan perangkat untuk mendeteksi beberapa jenis kanker dan mencatat hasil skrining dengan kontrak pintar pada blockchain.

-Sintha Rosse-

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE