27.8 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Amerika Serikat Jadi Sumbangsih Terbesar Surplus Neraca Perdagangan Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Perdagangan menyatakan nilai neraca perdagangan Indonesia 2022 merupakan rekor tertinggi dengan capaian surplus sebesar US$54,46 miliar. 

“Saya bersyukur, surplus neraca perdagangan 2022 sebesar US$54,46 miliar merupakan rekor terbesar selama ini. Neraca perdagangan ini didorong kinerja ekspor 2022 yang juga mencetak rekor baru dengan nilai sebesar US$291,98 miliar,” kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. 

Baca juga: Mendag Zulkifli Optimistis Kinerja Perdagangan Tumbuh Positif di Tahun 2023

Dia mengungkapkan neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Desember 2022 sebesar US$3,89 miliar Surplus tersebut terdiri atas perdagangan non migas sebesar US$5,61 miliar dan defisit perdagangan migas US$1,73 miliar. Surplus ini masih melanjutkan tren surplus bulanan ke 32 secara beruntun Mei 2020. 

Surplus perdagangan tersebut disumbang oleh beberapa negara mitra dagang utama Indonesia. Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai sebesar US$1,11 miliar, diikuti India sebesar US$0,98 miliar dan Filipina sebesar US$0,87 miliar.

Dia menambahkan pada Desember 2022, nilai ekspor Indonesia mencapai US$23,83 miliar. Nilai tersebut turun 1,10 persen dibanding November 2022 (MoM), namun tetap naik 6,58 persen dibanding Desember 2021 (YoY). Penurunan tersebut disebabkan melemahnya ekspor non migas sebesar 2,73 persen MoM. Sedangkan ekspor migas tetap naik migas sebesar 32,46 persen MoM. 

Penurunan nilai ekspor nonmigas Desember 2022 terjadi karena adanya pelemahan pada seluruh sektor. Pada periode ini, ekspor sektor pertanian turun sebesar 12,09 persen, ekspor sektor industri pengolahan turun sebesar 1,12 persen dan ekspor sektor pertambangan mengalami pelemahan sebesar 6,61 persen MoM. 

Menurutnya penurunan ekspor Desember 2022 dipicu karena penurunan ekspor beberapa produk antara lain kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) turun 22,11 persen, bahan kimia anorganik (HS 28) turun 20,90 persen, logam mulia, perhiasan/permata (HS 71) turun 11,61 persen, pakaian dan aksesorinya (rajutan) (HS 61) turun 10,67 persen, serta lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) yang turun 9,47 persen MoM. 

Baca juga: Ini Jurus Mendag Zulkifli Kembangkan UMKM Indonesia

Zulkifli mengatakan di tengah pelemahan ekspor, terdapat beberapa produk utama ekspor nonmigas yang masih mengalami peningkatan cukup signifikan. Produk tersebut diantaranya timah dan barang daripadanya (HS 80) yang naik 61,35 persen, nikel dan barang daripadanya (HS 75) yang naik 41,50 persen, serta serat stapel buatan (HS 55) yang naik 24,45 MoM. Peningkatan ekspor timah dan nikel dipicu oleh peningkatan harga timah dan nikel pada Desember 2022 masing-masing sebesar 13,76 persen dan 13,24 persen MoM. 

Dia mengungkapkan Tiongkok, Jepang dan Amerika Serikat menjadi pasar utama ekspor non migas Indonesia. Pada Desember 2022, nilai ekspor non migas negara mitra tersebut tercatat sebesar US$9,92 miliar dan berkontribusi sebesar 44,39 persen terhadap ekspor non migas nasional. Adapun beberapa negara lain tujuan ekspor non migas yang masih mengalami peningkatan ekspor pada Desember 2022 antara lain Spanyol yang naik 91,84 persen, Pakistan naik 58,36 persen, Inggris naik 48,34 persen, Vietnam naik 21,63 persen dan Singapura naik 16,6 persen. 

“Ditinjau dari kawasan, penguatan ekspor nonmigas terbesar terjadi ke Asia Barat yang naik 207,93 persen, Eropa Utara (34,12 persen MoM) dan Eropa Selatan (15,08 persen MoM),” kata Zulkifli. 

Secara kumulatif, total ekspor selama periode 2022 tercatat mencapai US$291,98 miliar atau meningkat 26,07 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Peningkatan ekspor tersebut ditopang penguatan ekspor sektor nonmigas yang naik 25,80 persen (YoY) menjadi USD 275,96 miliar dan ekspor sektor migas yang naik 30,82 persen (YoY) menjadi sebesar 16,02 miliar. 

Baca juga: Soal Impor Beras, Mendag Zulkifli Galau Peroleh Data Stok Beras Kementerian Pertanian

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE