27.8 C
Jakarta
Minggu, 23 Juni, 2024

Apa Itu Warehouse dalam Bisnis? Ketahui Fungsinya di Sini!

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu warehouse biasanya akan dipahami oleh mereka yang terjun di dunia bisnis produksi maupun ekspedisi.

Pada dasarnya, warehouse adalah bagian penting dalam bisnis produk dan logistik sebab berperan mulai dari penyimpanan barang, proses produksi, bahkan hingga distribusi barang.

Nah, untuk lebih memahami apa itu warehouse hingga jenis-jenisnya, simak yuk ulasannya berikut ini, seperti dinukil dari Plugin Ongkos Kirim.

Apa Itu Warehouse?

Secara sederhana, warehouse adalah bangunan yang digunakan untuk menyimpan barang.

Jadi, dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan antara warehouse dengan gudang, karena keduanya adalah sama. 

Namun, warehouse sering digunakan dalam konteks bisnis internasional. Dari segi fungsi dan konsepnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara warehouse dengan gudang. 

Pasalnya, baik warehouse maupun gudang memiliki peralatan dan sistem manajemen persediaan.

Dalam bisnis, warehouse umumnya merujuk ke penyimpanan barang dengan kapasitas besar, dan bertujuan untuk mengelola persediaan barang dalam rantai pasok atau supply chain.

Baca juga: Ide Bisnis Perawatan Hewan yang Bisa Datangkan Cuan, Intip Yuk!

Karena warehouse digunakan untuk mendukung kelancaran bisnis, tentu kelengkapannya pun berbeda dengan gudang yang ada di rumah atau gudang biasa.

Warehouse sering kali dilengkapi dengan sistem pengaturan persediaan, sistem pemantauan, sistem manajemen logistik, dan peralatan penyimpanan yang memadai untuk kebutuhan bisnis.

Beberapa fungsi utama dari warehouse dalam ranah bisnis adalah fungsi penyimpanan, fungsi distribusi, serta fungsi penyortiran dan pengemasan.

Apa Itu Fungsi Warehouse dalam Bisnis

Fungsi utama sistem pergudangan atau logistik adalah untuk menghubungkan antara pemasok atau pabrik dengan distributor, pengecer, dan konsumen. 

Namun, secara lebih detail, sistem pergudangan atau logistik memiliki fungsi yang beragam, antara lain:

  1. Sebagai Penyimpanan Barang

Fungsi utama gudang adalah sebagai tempat penyimpanan barang atau fasilitas logistik. 

Gudang menyediakan ruang yang aman dan terorganisir untuk menyimpan barang dalam jumlah besar.

Tujuannya adalah untuk menjaga ketersediaan barang, menghindari kerugian akibat kerusakan atau kehilangan, dan mempermudah pengelolaan persediaan.

  1. Sebagai Pengaman Barang

Gudang juga berperan dalam menjaga keamanan barang. Gudang dilengkapi dengan sistem keamanan seperti pengawasan CCTV, alarm, dan kontrol akses untuk mencegah pencurian atau kerusakan barang.

Hal ini memastikan bahwa barang yang disimpan dalam gudang tetap aman dan terjaga keutuhannya.

  1. Sebagai Tempat Packing

Gudang seringkali berfungsi sebagai tempat packing atau pengemasan barang. 

Di dalam gudang, proses packing dilakukan untuk mempersiapkan barang sebelum dikirim ke pelanggan atau lokasi tujuan lainnya.

Hal itu mencakup aktivitas seperti pemilihan barang, pengemasan yang tepat, dan pemberian label atau tanda pengenal pada paket.

  1. Sebagai Tempat Stok Barang

Gudang juga berfungsi sebagai tempat stok barang yang siap untuk dipasok ke pasar atau pelanggan. 

Dalam gudang, stok barang diatur dan dikelola dengan baik untuk memenuhi permintaan pasar dengan cepat.

Gudang bertindak sebagai buffer antara produksi atau pemasok dengan permintaan pelanggan sehingga bisa memastikan ketersediaan barang yang cukup.

  1. Sebagai Tempat Distribusi

Gudang dapat berfungsi sebagai pusat distribusi yang mengatur aliran barang dari berbagai sumber ke berbagai tujuan dengan efisiensi tinggi.

  1. Sebagai Tempat Pengolahan atau Produksi

Beberapa gudang dilengkapi dengan fasilitas untuk pengolahan atau produksi barang tertentu, seperti pabrik kecil atau fasilitas manufaktur.

  1. Sebagai Tempat Pengembalian

Gudang dapat digunakan untuk mengelola proses pengembalian barang atau reverse logistics, di mana barang dikembalikan ke gudang dan dikelola untuk diolah kembali, dikirim ulang, atau diproses sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Maka dari itu, dibutuhkan warehouse staff atau pekerja staff warehouse.

Apa Itu Warehouse Staff dan Pekerjaannya

Warehouse staff adalah staf yang bertugas di gudang dan bertanggung jawab untuk melaksanakan berbagai tugas operasional yang terkait dengan penyimpanan, pengelolaan persediaan, hingga distribusi barang.

Berikut ini jenis-jenis posisi pekerjaan yang berkaitan dengan warehouse atau gudang:

  1. Warehouse Operator

Bertanggung jawab untuk menerima, menyimpan, mengambil, dan memindahkan barang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, serta memastikan barang tersedia secara akurat dan dalam kondisi yang baik.

  1. Forklift Operator

Mengoperasikan forklift atau peralatan pengangkat lainnya untuk memindahkan barang dengan aman dan efisien di dalam gudang. 

Memiliki keahlian dalam pengendalian forklift dan pemahaman tentang prinsip-prinsip keselamatan kerja.

  1. Quality Control Inspector

Melakukan pemeriksaan kualitas barang yang masuk dan keluar dari gudang. 

Memastikan barang sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan dan mengidentifikasi barang yang rusak atau cacat.

  1. Inventory Clerk

Bertanggung jawab untuk mengelola dan memantau persediaan barang di gudang. 

Melakukan pencatatan, penghitungan, dan pembaruan data inventaris sehingga inventory clerk harus paham contoh surat jalan pengiriman barang dan berbagai surat lainnya.

  1. Warehouse Supervisor

Memimpin dan mengawasi aktivitas operasional gudang. Bertanggung jawab untuk mengatur jadwal kerja, memastikan kepatuhan terhadap prosedur operasional, melatih staf gudang, dan memastikan pencapaian target produktivitas dan efisiensi.

Baca juga: Ide Bisnis Tour & Travel Kekinian untuk Milenial, Intip Yuk!

Jenis-jenis Warehouse

Secara garis besar, jenis-jenis gudang atau warehouse dapat dibagi menjadi 8 kategori, dengan penjelasan seperti berikut.

1. Warehouse Distribusi

Warehouse distribusi adalah gudang yang berfungsi sebagai pusat distribusi barang ke berbagai lokasi tujuan.

Barang yang tiba di sistem pergudangan atau logistik distribusi diolah, disimpan, dan didistribusikan kembali sesuai permintaan.

Jenis sistem pergudangan atau logistik distribusi biasanya dilengkapi pengelolaan persediaan yang canggih, pemrosesan pesanan yang efisien, dan pengiriman yang tepat waktu.

Sistem pergudangan atau logistik distribusi seringkali berkaitan erat dengan industri ritel, e-commerce, dan distribusi barang konsumen. 

Contohnya adalah official store Tokopedia, Star Seller Shopee, dan yang semisal.

Apa Itu Warehouse

2. Warehouse Transit

Warehouse transit adalah gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara atau transit paket bagi barang-barang yang sedang dalam perjalanan dari sumber ke tujuan akhir.

Gudang ini memfasilitasi transfer barang antara moda transportasi, seperti dari truk ke kapal atau dari kapal ke truk. 

Dengan demikian, sistem pergudangan atau logistik transit seringkali memiliki lokasi yang strategis, fasilitas pengamanan, dan kemampuan untuk melakukan transfer barang dengan cepat.

Sistem pergudangan atau logistik transit umumnya terkait dengan industri transportasi dan logistik, seperti NCS, kurir Paxel, JNE Trucking, dan berbagai jasa ekspedisi pengiriman barang lainnya.

  1. Warehouse Pendingin

Warehouse pendingin dilengkapi dengan sistem pengaturan suhu yang terkontrol untuk menyimpan barang yang membutuhkan suhu rendah atau tertentu, seperti makanan segar, produk farmasi, atau bahan kimia sensitif.

Karakteristiknya termasuk ruang penyimpanan berpendingin, kontrol suhu yang akurat, dan perlengkapan pengamanan khusus. 

Jenis industri yang berkaitan adalah industri makanan dan minuman, farmasi, dan kimia.

  1. Warehouse Pabean

Sistem pergudangan atau logistik pabean adalah gudang yang digunakan untuk penyimpanan barang impor sebelum melalui proses pabean dan pemeriksaan oleh otoritas bea cukai.

Nama lain dari sistem pergudangan atau logistik pabean adalah bonded warehouse atau gudang berikat. 

Gudang ini memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan prosedur pabean sebelum barang dikeluarkan ke pasar domestik.

Karakteristiknya meliputi fasilitas pengamanan tinggi, sistem pemantauan, dan ketersediaan fasilitas pengawasan bea cukai.

Sistem pergudangan atau logistik pabean terkait erat dengan industri impor dan ekspor, seperti door to door dalam pengiriman.

  1. Warehouse Terbuka

Warehouse terbuka adalah gudang yang tidak memiliki struktur atap atau dinding permanen. 

Gudang ini biasanya digunakan untuk penyimpanan sementara atau barang yang tidak membutuhkan perlindungan yang ketat terhadap cuaca.

Karakteristiknya meliputi ruang yang luas, aksesibilitas yang baik, dan kecepatan dalam pemindahan barang.

Sistem pergudangan atau logistik terbuka seringkali terkait dengan industri konstruksi, logistik proyek, atau penyimpanan bahan mentah.

  1. Warehouse Logistik

Warehouse logistik adalah gudang yang didesain dan dioperasikan dengan fokus pada kegiatan logistik. 

Tujuannya adalah untuk mendukung aliran barang dan informasi dalam rantai pasok dengan efisiensi tinggi.

Jenis sistem pergudangan atau logistik ini memiliki sistem pengelolaan persediaan yang canggih, teknologi otomatisasi, dan integrasi dengan sistem transportasi. 

Sistem pergudangan atau logistik terkait dengan berbagai jenis industri, terutama dalam sektor logistik dan supply chain management.

  1. Warehouse Otomatis

Sistem pergudangan atau logistik otomatis adalah gudang yang menggunakan sistem otomatisasi dan robotika untuk mengelola persediaan, pemindahan barang, dan pemrosesan pesanan.

Karakteristiknya meliputi penggunaan teknologi seperti sistem penyimpanan otomatis, conveyor, robot, dan sistem manajemen informasi terintegrasi.

Jenis sistem pergudangan atau logistik ini biasanya juga dilengkapi dengan platform gudang online. 

Sistem pergudangan atau logistik otomatis umumnya terkait dengan industri logistik, distribusi, dan e-commerce. 

  1. Warehouse Sale

Warehouse sale adalah gudang yang digunakan untuk menjual barang secara langsung kepada pelanggan dengan harga diskon atau grosir. 

Gudang ini berfungsi sebagai tempat penjualan dengan stok yang besar dan beragam.

Karakteristiknya meliputi fasilitas penjualan, sistem inventarisasi, dan kegiatan promosi. 

Sistem pergudangan atau logistik sale seringkali terkait dengan industri ritel, grosir, atau e-commerce dengan model bisnis outlet atau penjualan langsung.

Sebagai tambahan informasi, bagi kamu yang ingin belajar tentang dunia aset digital, kamu bisa mempelajarinya di INDODAX Academy.

Baca juga: Ide Bisnis Kamera yang Dijamin Datangkan Cuan, Intip Rekomendasinya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Iklan

ARTIKEL TERBARU