32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Apa yang Dimaksud dengan Fintech? Berikut Penjelasannya

DuniaFintech.com – Apa yang dimaksud dengan fintech? Sebelum menjawab pertanyaan apa yang dimaksud dengan fintech, istilah fintech (financial technology) sendiri sudah cukup lama ada dan santer terdengar dibicarakan masyarakat. Fintech pun kian mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Salah satu contohnya dapat dilihat banyak perusahaan startup baru yang menciptakan produk inovasi di bidang fintech ini.

Fintech juga bisa dikatakan sebagai sebuah inovasi finansial yang diberi sentuhan teknologi. Fintech juga difungsikan untuk mempermudah sebuah transaksi finansial atau pelayanan keuangan dengan lebih modern. Selain membantu memberikan kemudahan layanan keuangan dan meningkatkan perkembangan perusahaan startup, Fintech juga memiliki manfaat lain, diantaranya:

Fintech dapat meningkatkan taraf hidup

Bukan hanya untuk mendapatkan keuntungan atau pendapatan yang besar bagi perusahaan startup namun, keberadaan fintech juga ternya bisa meningkatkan taraf hidup serta daya beli masyarakat banyak. Sebagai contoh, ada perusahaan startup yang kemudian membuat inovasi untuk menghadirkan merchant dimana merchant tersebut menerima sistem pembayaran dengan kartu debit dan kredit dengan biaya rendah. Ada juga perusahaan startup yang kemudian membuat inovasi fintech yang dapat membangun infrastruktur dunia perbankan untuk meningkatkan daya beli konsumen atau masyarakat.

Fintech dapat mengurangi jumlah pinjaman yang berbunga tinggi

Masyarakat tentu merasa cukup tersiksa dengan kehadiran pinjaman namun memberikan beban bunga dari setiap pinjaman. Adanya fintech kemudian menjawab permintaan sistem peminjaman uang yang lebih transparan serta dapat dinikmati semua masyarakat. Selain itu dari sektor UMKM, jauh sebelum financial technology muncul, para UKM mengandalkan Bank untuk mendapatkan pinjaman modal usaha untuk mengembangkan usaha miliknya. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa pinjaman modal usaha melalui bank biasanya prosesnya cukup panjang dan sulit bahkan dengan bunga yang cukup besar juga. Fintech pun menjadi solusi pinjaman dari para UMKM yang membutuhkan modal usaha.

Fintech dapat merangsang angka perkembangan bitcoin

Siapa sangka fintech dapat mempengaruhi salah satu aset kripto? Ya! Dampak positif dari berkembangnya fintech adalah aplikasi bitcoin di dunia finansial yang juga ikut berkembang. Dikatakan bahwa 2.5 milyar lebih pengguna bitcoin yang tidak mempunyai akun bank akhirnya tetap bisa melakukan berbagai transaksi seperti pengiriman uang, pembayaran serta transaksi lain dengan tanpa masalah.

Baca juga :

Jenis-jenis fintech

Peer-to-peer (P2P) lending dan crowdfunding

Klasifikasi pertama adalah P2P lending dan crowdfunding, yang bisa dikatakan sebagai marketplace finansial. Platform satu ini mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang bersedia memberikan dana untuk investasi. Prosesnya cenderung lebih praktis jika dibandingkan dengan bank konvensional karena bisa dilakukan dalam satu online platform. Contoh penyedia layanan P2P lending adalah Modalku, Kredit Pintar, Indodana sedangkan untuk contoh crowdfunding adalah KitaBisa, AyoPeduli..

Payment, clearing, dan settlement

Bagi yang sering menggunakan payment gateway atau e-wallet, dua produk tersebut termasuk kategori payment, clearing, dan settlement ini. Baik yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, contohnya Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) ataupun pihak startup finansial lain seperti Xendit, Kartuku, dan Doku.

Manajemen risiko dan investasi

Melalui jenis fintech kategori ini, Anda bisa memantau kondisi keuangan sekaligus melakukan perencanaan keuangan secara lebih mudah dan praktis.Umumnya, fintech manajemen risiko dan investasi hadir dalam bentuk aplikasi yang bisa kamu akses dari smartphone. Anda hanya perlu mengisi data-data yang dibutuhkan untuk bisa mengontrol keuangan sesuai kebutuhan.

Market aggregator

Fintech untuk kategori market aggregator mengacu pada portal yang mengumpulkan ragam informasi terkait keuangan untuk disajikan pada pengguna atau target audiens. Informasi dari market aggregator ini bermacam-macam, bisa tentang tips keuangan, investasi, hingga kartu kredit. Dengan adanya market aggregator, diharapkan Anda bisa mendapatkan informasi yang tepat sebelum mengambil keputusan terkait keuangan.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Inilah 18 Penyakit yang tidak Ditanggung Asuransi Prudential

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar penyakit yang tidak ditanggung Asuransi Prudential penting untuk diketahui oleh para pemilik polis asuransi ini. Adapun hal penting yang perlu dipertimbangkan...

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...
LANGUAGE