31.2 C
Jakarta
Minggu, 14 April, 2024

Aptos: Cara Kerja, Aplikasi, hingga Cara Belinya

Aptos adalah sebuah proyek blockchain baru yang mulai menarik perhatian sejak diluncurkan. Di dalam siklus yang berlangsung di dunia blockchain dan aset kripto, berbagai proyek baru terus bermunculan pada setiap tahapannya. 

Sejarah menunjukkan bahwa banyak proyek lebih memilih untuk meluncurkan produknya ketika pasar sedang lesu (bear market). Namun, ketika fase pasar bullish (menguat) kembali, proyek-proyek ini sering mendapatkan perhatian yang luas. 

Pada akhir tahun 2022 lalu, muncul Aptos, sebuah proyek blockchain baru yang mulai menarik perhatian sejak diluncurkan. Sejak saat itu, banyak pembicaraan tentang Aptos dan potensinya pun telah bermunculan.

Blockchain layer-1 ini mencapai pencapaian signifikan di dunia kripto dengan mengumpulkan sekitar $200.000.000 dalam putaran awal yang diprakarsai oleh Andreessen Horowitz, sebuah firma modal ventura yang dikenal luas.

Apa Itu Aptos

Aptos adalah blockchain layer-1 yang dibuat dengan skala tinggi dan modular, memungkinkan penyesuaian sesuai kebutuhan pengguna atau klien. Kedua fitur ini menjadikan Aptos sebagai platform blockchain yang dapat digunakan dalam berbagai kasus penggunaan terkait dengan crypto dan Web3.

Baca juga: Wajib Paham! Inilah 5 Cara Menjadi Blockchain Developer yang Sukses

Aptos

Sebagai blockchain modular, proyek blockchain layer-1 ini memfasilitasi perubahan, penggantian, dan pembaruan independen pada setiap komponennya tanpa mengganggu operasional keseluruhan jaringan. Contoh-contoh blockchain modular termasuk Cosmos, Ethereum, dan Polkadot.

Dalam white paper-nya, blockchain layer-1 ini menegaskan bahwa prinsip dasar blockchain mereka adalah “skalabilitas, keamanan, keandalan, dan kemampuan untuk diperbarui.” Selain itu, Aptos menggunakan sistem jaringan proof-of-stake (PoS) dengan token bernama APT.

Blockchain layer-1 ini mengadopsi teknologi mesin virtual bernama Move, yang awalnya dikembangkan untuk proyek blockchain milik Facebook (Meta), meskipun proyek tersebut kemudian dibatalkan. Move adalah bahasa pemrograman terinspirasi dari Rust yang juga digunakan oleh NEAR, Polkadot, dan Solana.

Move VM diharapkan dapat bersaing dengan Ethereum VM dan platform lainnya. Aptos menyatakan bahwa Move memiliki berbagai keunggulan yang memudahkan pengembang dalam membangun aplikasi.

Selain itu, blockchain layer-1 ini mengeklaim bahwa arsitektur blockchain mereka mampu memproses hingga 160.000 transaksi per detik (Transaction Per Second/TPS) yang dicapai melalui penyesuaian teknis pada proses transaksi Aptos.

Siapa di Balik Penciptaan Aptos?

Perlu dicatat bahwa blockchain layer-1 ini didirikan oleh Mo Shaikh dan Avery Ching, yang saat ini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) dan Chief Technology Officer (CTO). Keduanya merupakan mantan pengembang proyek blockchain Facebook (sekarang Meta), yang sebelumnya dikenal dengan nama Diem.

Mo dan Avery juga berperan dalam penciptaan Move VM. Mo Shaikh memiliki gelar S2 dalam Administrasi Bisnis, sementara Avery memiliki gelar PhD dalam ilmu komputer. Pengalaman mereka meliputi bekerja di perusahaan-perusahaan terkemuka seperti ConsenSys, BlackRock, dan Meta.

Mo Shaikh dan Avery Ching adalah dua individu dari mantan tim Diem yang beralih ke industri blockchain dan kripto. Tim tersebut juga melibatkan Evan Cheng, Adeniyi Abiodun, Sam Blackshear, dan George Danezis yang sedang mengembangkan blockchain layer-1 bernama Sui.

Mo dan Avery menjelaskan bahwa pembangunan blockchain layer-1 ini dimulai empat tahun yang lalu. Pada tahun 2022, Aptos berhasil mengumpulkan dana sebesar $350.000.000 melalui dua putaran pendanaan, yaitu $150.000.000 pada bulan Maret dan $200.000.000 pada bulan Juli. Pendanaan tersebut melibatkan beberapa investor besar di dunia crypto, termasuk A16z, FTX Ventures, Binance, dan Multicoin Capital. Saat ini, pengembangan jaringan Aptos ditangani oleh Aptos Labs.

Bagaimana Cara Kerja Aptos?

Sebagai representasi dari generasi terbaru blockchain layer-1, proyek ini mengadopsi sistem PoS sebagai mekanisme konsensusnya. Dalam struktur ini, blockchain layer-1 ini mengandalkan validator untuk menjalankan proses transaksi, memuat blok baru, dan menjaga keamanan jaringan.

Blockchain layer-1 ini juga menerapkan Aptos BFT, yang merupakan iterasi baru dari algoritma Byzantine Fault Tolerance (BFT) dengan tingkat latensi rendah dan kecanggihan tertinggi. BFT adalah inovasi teknologi yang memecahkan tantangan umum dalam jaringan terdesentralisasi yang dikenal sebagai Byzantine Generals Problem. Dengan BFT, Aptos memastikan kelangsungan operasional jaringan terdesentralisasi, bahkan jika 1/3 dari validator/node mengalami kegagalan atau berperilaku buruk. Teknologi Aptos BFT dikembangkan berdasarkan protokol konsensus Hotstuff, yang sebelumnya digunakan oleh Diem.

Aptos juga menganut konsep arsitektur blockchain modular di mana setiap komponen dalam jaringannya dapat diperbarui. Pendekatan ini memungkinkan blockchain layer-1 ini untuk fleksibel melakukan upgrade sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi. Keberadaan sistem modular ini juga memungkinkan penerapan sistem governance on-chain yang memungkinkan pemilik token APT untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan terkait jaringan.

Dengan protokol konsensus Aptos BFT, blockchain layer-1 ini mencapai tingkat penyelesaian transaksi di bawah satu detik. Dengan potensi teoretisnya, blockchain layer-1 ini dapat mencapai throughput maksimum sebanyak 160.000 TPS. Namun, penting untuk dicatat bahwa angka ini mewakili kapasitas maksimum jaringan, sementara saat ini Aptos Explorer mencatat bahwa jaringan blockchain layer-1 ini saat ini memproses sekitar 14 transaksi per detik, yang juga dipengaruhi oleh tingkat aktivitas pengguna Aptos yang masih terbatas.

Dua teknologi kunci yang diterapkan oleh blockchain layer-1 ini adalah bahasa pemrograman Move dan BlockSTM. Berikut adalah ulasan terkait masing-masing teknologi tersebut:

Move

Move merupakan bahasa pemrograman yang digunakan sebagai fondasi penulisan kode smart contract untuk aplikasi di jaringan blockchain layer-1 ini. Terinspirasi oleh bahasa pemrograman Rust, Move menawarkan sejumlah fitur tambahan yang memudahkan pengembang aplikasi kripto.

Tim blockchain layer-1 ini menegaskan bahwa desain Move didasarkan pada pertimbangan fleksibilitas dan keamanan. Move terdiri dari compiler, mesin virtual, Move Module, dan berbagai alat pengembang lainnya.

Salah satu elemen kunci dalam Move yang meningkatkan keamanannya adalah keberadaan Move Prover, yaitu sebuah bentuk verifikasi formal. Move Prover melakukan pemeriksaan terhadap kode dalam smart contract untuk memastikan keamanan dan fungsi yang diinginkan.

Selain itu, Move Prover berperan penting dalam fase pengujian aplikasi, mengurangi risiko kesalahan manusia, dan memastikan bahwa smart contract yang berjalan tidak memiliki celah keamanan yang fatal.

Dengan struktur yang mirip dengan bahasa pemrograman Rust, blockchain layer-1 ini harus bersaing dengan blockchain lain yang menggunakan Rust, seperti Solana dan Near, untuk menarik pengembang terbaik dalam bahasa pemrograman ini.

Move juga menyajikan berbagai fitur tambahan untuk pengguna dan pengembang. Salah satunya adalah fitur manajemen private key yang dijalankan secara on-chain dan terintegrasi dalam blockchain.

Di samping itu, setiap sumber daya, seperti objek token dan lainnya, memiliki atribut logika linear yang memastikan bahwa setiap elemennya tidak dapat diduplikasi, sehingga mampu mencegah masalah seperti double-spending.

Modul Move bertanggung jawab untuk menentukan aturan dan mengelola setiap sumber daya yang diciptakan, termasuk pencetakan, penghapusan, dan transfer koin. Semua aturan terkait sumber daya hanya dapat diatur oleh Modul Move yang bersangkutan, sehingga mencegah pihak eksternal untuk mengubah atau menduplikasi kode sumber daya tertentu.

BlockSTM

Blockchain layer-1 ini mengeklaim kemampuannya untuk mencapai throughput maksimal sebanyak 160.000 TPS. Untuk mencapai angka tersebut, blockchain layer-1 ini menggunakan pendekatan pemrosesan transaksi secara paralel dan pengelompokan transaksi yang mirip dengan lapisan kedua (layer-2) yang menggunakan optimistic rollup.

Kedua teknik tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja mesin pemroses transaksi blockchain layer-1 ini. Inovasi teknologi di balik proses ini dikenal sebagai BlockSTM yang secara khusus dikembangkan oleh tim Aptos.

STM dalam BlockSTM mengacu pada Software Transactional Memory. Mesin ini bertanggung jawab untuk menangani potensi konflik pada tahap pemrosesan transaksi sambil memaksimalkan sistem verifikasi secara paralel.

Apabila terjadi kegagalan dalam suatu transaksi maka BlockSTM akan mencoba untuk memprosesnya sekali lagi bersamaan dengan semua transaksi yang memiliki dependensi terhadapnya.

Jika berhasil maka transaksi tersebut akan dikumpulkan dan diproses bersama secara paralel dalam suatu pendekatan yang dikenal sebagai lazy commit. Teknologi BlockSTM diketahui berperan penting dalam membantu blockchain layer-1 ini mencapai target throughput sebanyak 160.000 TPS.

Di samping itu, blockchain layer-1 ini juga memisahkan proses pengurutan dan verifikasi transaksi dari tahap konsensus. Hal itu berarti bahwa sekelompok transaksi dapat diurutkan dan diproses secara independen tanpa memerlukan persetujuan konsensus dari seluruh jaringan.

Setelah tahap tersebut selesai, komponen konsensus baru terlibat. Pendekatan itu mempercepat proses pengumpulan transaksi dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk verifikasi. Teknologi BlockSTM pun secara cermat memeriksa dan memastikan tidak adanya konflik dalam proses verifikasi transaksi yang dilakukan secara paralel.

Tokenomics APT

Penting untuk dicatat bahwa suplai maksimum dari token APT adalah sebanyak 1.000.000.000. Sekitar 51,02% (sekitar 510.000.000) token APT akan dialokasikan kepada komunitas dengan periode vesting (pembatasan penjualan token) selama 10 tahun, sementara 125.000.000 lainnya tidak terkunci.

Di sisi lain, sebanyak 48,98% akan diberikan kepada investor, Aptos Labs, dan Aptos Foundation dengan periode vesting masing-masing 10 dan 4 tahun. Untuk token yang diberikan kepada tim dan investor, kunci token akan dibuka pada bulan ketiga dan akan terus didistribusikan setiap bulannya. Aptos Labs juga menyatakan bahwa 82% dari suplai awal APT akan berpartisipasi dalam skema staking.

Namun, dalam konteks tokenomics APT ini, ada hal menarik terkait alokasi sebesar 51% untuk komunitas. Mayoritas token ini (sekitar 410.217.359,767) akan dipegang oleh Aptos Foundation, sementara sebagian kecil (sebanyak 100.000.000) dipegang oleh APTOS Labs.

Token ini diharapkan akan didistribusikan selama periode vesting sepuluh tahun dan akan digunakan untuk mendukung ekosistem serta inisiatif pertumbuhan lainnya yang sejalan dengan tujuan Aptos Foundation.

Lebih lanjut, sekitar 51% dari suplai yang diperuntukkan untuk komunitas pada dasarnya akan dikelola oleh Aptos Labs dan yayasan tersebut. Blockchain layer-1 ini tidak mengalokasikan APT untuk investor ritel melalui Initial Coin Offering (ICO) atau airdrop. Oleh karena itu, kemungkinan besar blockchain layer-1 ini akan menggunakan suplai APT di komunitas sebagai sumber dana untuk mengembangkan ekosistemnya, yang bisa berarti penjualan token.

Baca juga: Apa Itu Observer Coin? Intip Perannya dalam Blockchain

Aptos

Adapun skema distribusi token APT ini dapat menciptakan tekanan jual yang signifikan pada token APT, terutama seiring dengan penjualan token oleh blockchain layer-1 ini yang akan meningkat seiring dengan perkembangan ekosistemnya. Jika Anda berencana untuk berinvestasi dalam blockchain layer-1 ini, penting untuk memperhatikan jadwal vesting APT untuk membuat keputusan yang lebih terukur di masa mendatang.

Aplikasi dan Ekosistem Aptos

Berikut ini adalah aplikasi dan ekosistem blockchain layer-1 ini yang perlu diketahui, yaitu:

Aplikasi Buatan Tim Aptos

  • Aptos Explorer adalah aplikasi utilitas yang dikembangkan oleh tim blockchain layer-1 ini. Aplikasi ini menyediakan platform di mana pengguna dapat melacak total suplai APT, mengamati angka TPS, dan melakukan pencarian transaksi.
  • Aptos Names Service (ANS) merupakan protokol yang memungkinkan penambahan nama pada dompet digital Aptos pengguna. Mirip dengan Ethereum Names Service (ENS), ANS mempermudah akses ke dompet digital dengan memberikan kemudahan pengingatan. Saat ini, ANS memiliki sistem sewa untuk periode 1 tahun.
  • Petra Wallet yang dikembangkan oleh Aptos Labs adalah dompet digital yang sangat fleksibel. Dengan Petra, pengguna dapat melakukan berbagai transaksi, termasuk transaksi Non-Fungible Token (NFT) dan Decentralized Finance (DeFi). Petra Wallet juga menawarkan antarmuka pengguna yang intuitif dan mudah digunakan.

Aplikasi DeFi dan Marketplace NFT

  • Blue Move adalah marketplace (pasar) NFT yang ditujukan untuk blockchain layer-1 ini dan Sui. Saat ini, Blue Move telah menghadirkan puluhan koleksi NFT pada platform blockchain layer-1 ini.
  • PancakeSwap adalah platform Automated Market Maker (AMM) dan produk DeFi lainnya yang berasal dari BNB Chain. PancakeSwap baru saja memperluas produknya ke Aptos meskipun fiturnya masih dalam pengembangan. Menurut DeFiLlama, PancakeSwap saat ini memegang posisi Total Value Locked (TVL) tertinggi di Aptos.
  • Tortuga adalah platform liquid staking untuk token APT dengan tingkat Annual Percentage Yield (APY) sebesar 7%. Setelah menggunakan liquid staking, pengguna akan mendapatkan tAPT. Karena protokol DeFi di Aptos masih terbatas, saat ini tAPT hanya dapat digunakan pada platform Aux dan Argo.
  • Aux Exchange adalah platform pertukaran terdesentralisasi (DEX) di Aptos. Pengguna dapat melakukan perdagangan dan menyediakan likuiditas pada platform ini.
  • Liquidswap adalah platform AMM yang beroperasi di Aptos. Pengguna dapat menukarkan berbagai token di Liquidswap, seperti yang dilakukan di DEX lain, dan juga melakukan pertukaran stablecoin seperti yang tersedia di Curver. Liquidswap menjalin kerja sama dengan Layer Zero untuk menggunakan jembatan dari berbagai blockchain lain ke Aptos.

Integrasi SushiSwap

Mengutip laporan dari id.beincrypto.com, decentralized exchange (DEX) multi-chain yang beroperasi di Ethereum, Sushi, mengumumkan ekspansinya ke blockchain Aptos pada 11 September 2023 lalu.

Integrasi ini menandai langkah pertama Sushi ke luar dari lingkungan Ethereum Virtual Machine (EVM). Di sisi lain, Aptos menegaskan posisinya sebagai proyek blockchain layer-1 yang unggul dalam hal skalabilitas, keandalan, keamanan, dan kegunaan tingkat perusahaan.

Menurut data dari DefiLlama, total value locked (TVL) di Sushi saat ini mencapai sekitar $347.200.000 dan telah tersedia di setidaknya 19 blockchain. Sementara itu, TVL di Aptos baru mencapai sekitar US$45.750.000 dengan sekitar 27 protokol dibangun di blockchain tersebut.

Sushi akan mengintegrasikan produk-produknya, yaitu Sushi v2 AMM dan SushiXSwap, ke dalam jaringan Aptos. Lebih lanjut, integrasi mendalam antara Sushi dan Aptos juga dalam tahap pengembangan.

Integrasi Sushi di Aptos dianggap sebagai langkah kunci untuk mencapai keunggulan dalam ekosistem cross-chain dan multi-chain. Ekspansi Sushi ke Aptos tidak hanya membuka tingkat likuiditas yang mendalam di berbagai blockchain utama, tetapi juga secara signifikan meningkatkan pengalaman perdagangan cross-chain.

Terkait integrasi dengan Sushi, pihak Aptos menyatakan keyakinan mereka pada potensi web3 untuk membawa peluang nyata bagi masyarakat, baik dalam hal akses yang lebih luas terhadap layanan maupun kepemilikan yang lebih besar atas hasil kreatif. Mo Shaikh, selaku co-founder dan CEO Aptos Labs, menyampaikan bahwa keandalan platform DeFi akan menjadi pendorong utama gelombang web3 berikutnya.

Bagaimana Cara Beli Aptos (APT) di INDODAX?

Bagaimana langkah-langkah untuk membeli Aptos (APT) di INDODAX? Perlu diperhatikan bahwa saat ini, tanggal peluncuran koin APT belum dapat dipastikan. Situasi ini memberikan kesempatan bagi kamu untuk lebih memahami APT dan merencanakan strategi sebelum mengambil keputusan untuk membeli koin tersebut.

Kamu pun dapat terus memantau aplikasi dan situs web INDODAX untuk memperoleh informasi terbaru mengenai ketersediaan APT. Sambil menunggu peluncuran APT, kamu juga dapat melakukan investasi pada aset kripto lainnya, seperti Bitcoin, Ethereum, dan sebagainya, tanpa khawatir terkait potensi penipuan.

Penting digarisbawahi, INDODAX menjamin keamanan semua aset kripto yang terdaftar di platform-nya melalui evaluasi ketat dan kepatuhan terhadap prinsip kehati-hatian. INDODAX juga telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sehingga memberikan jaminan keamanan bagi para pengguna.

Maka dari itu, apabila kamu berminat untuk investasi aset crypto maka ada baiknya kamu memilih crypto exchange yang aman dan tepercaya di INDODAX.

Sebelum melakukan pembelian aset kripto pilihanmu di INDODAX, kamu disarankan untuk mengecek terlebih dahulu kondisi pasar kripto melalui INDODAX Market.

Setelah memeriksa harga, kamu dapat langsung melanjutkan dengan melakukan pembelian aset kripto pada bursa kripto yang terpercaya, yaitu INDODAX.

Yuk, mulai investasi aset kripto sekarang juga bersama INDODAX!

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, Aptos adalah proyek blockchain layer-1 yang dirancang untuk memberikan skalabilitas tinggi, keandalan, keamanan, dan kegunaan tingkat perusahaan. Diluncurkan oleh tim yang memiliki pengalaman dalam pengembangan blockchain, Aptos menggunakan teknologi virtual machine bernama Move dan berpotensi untuk memproses hingga 160.000 TPS.

Tim pengembang Aptos, sebagian besar berasal dari tim pengembang proyek blockchain Facebook (Meta), diketahui telah berhasil meraih dana sebesar $350.000.000 dalam dua kali pendanaan pada tahun 2022.

Dalam pengembangannya, Aptos telah mengintegrasikan berbagai teknologi, termasuk BlockSTM, untuk meningkatkan efisiensi pemrosesan transaksi dan meningkatkan kecepatan verifikasi.

Perlu dipahami bahwa prospek Aptos di masa depan sangat bergantung pada seberapa baik mereka dapat membangun dan memelihara ekosistemnya, menarik pengguna dan pengembang, serta beradaptasi dengan evolusi cepat di dunia blockchain.

Aptos

Dengan komitmen terhadap keamanan dan keandalan dalam dunia DeFi, Aptos dinilai akan memiliki potensi untuk menjadi salah satu platform penting dalam ekosistem blockchain global di masa depan.

Baca juga: Penting di Jaringan Blockchain, Inilah Cara Kerja hingga Keunggulan Chainlist

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE