30.3 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

Asyik.. Kini Beli Minyak Goreng Tak Perlu Repot Antre Lagi!

JAKARTA, duniafintech.com – Mau beli minyak goreng kini bisa tak perlu repot antre lagi. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengenalkan layanan untuk pemesanan minyak goreng menggunakan aplikasi. Warga yang membutuhkan nantinya bisa melakukan pemesanan lewat koordinasi Ketua RW.

Program yang digulirkan di tengah kenaikan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) ini dinamakan Pemirsa Budiman (Pemesanan Minyak Goreng Curah Bersubsidi via Aplikasi Sapawarga Untuk Ibu-ibu Dimana-mana). Program ini ditujukan bagi masyarakat menengah ke bawah.

Ridwan Kamil mengatakan upaya ini merupakan respon sosial dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat atas persoalan warga yang kesulitan mendapatkan minyak goreng, dengan harga sesuai ketentuan.

“Alhamdulillah, aplikasi khusus untuk pemesanan minyak goreng curah bersubsidi yang baru diluncurkan hari ini. Program ini sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat Jawa Barat,” kata Ridwan Kamil, dikutip dari website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Kang Emil menjelaskan bila aplikasi tersebut sementara ini tidak bisa diakses oleh masyarakat melainkan hanya oleh RW. Jadi kata dia, pihak RW yang mendata warganya yang membutuhkan minyak goreng, kemudian melakukan pemesanan lewat aplikasi.

Dengan cara ini, Mantan Wali Kota Bandung itu berharap warga dapat dengan mudah mendapatkan minyak goreng , dan tidak perlu mengantre.

“Jadi dalam masa krisis seperti ini kami tugaskan PT Agro Jabar untuk mencari minyak goreng kemudian dibagikan kepada rumah-rumah tangga dengan cara yang nyaman,” ungkap Kang Emil, sapaan akrabnya.

“Jadi di aplikasi Sapawarga yang dipegang Ketua RW, tinggal diklik saja pemesanan minyak gorengnya, masukan alamat, berapa jumlahnya, nanti dikirim. Jadi ibu-ibu tak usah antre lagi,” tuturnya.

Pemirsa Budiman merupakan program sementara yang dilakukan di masa krisis ditengah kondisi kenaikan harga bahan pokok dan BBM di bulan Ramadhan.

Gubernur juga turut memberikan apresiasi  terhadap Pasar Rakyat Jabar Juara Sawangan, Depok.

Menurutnya, pasar yang baru diresmikan ini akan membawa manfaat ditambah akses transportasi sebagai mobilitas aktivitas ekonomi pasar yang dekat, sehingga akan melancarkan pendistribusian.

“Mudah-mudahan masyarakat Sawangan, Depok bisa aktif memanfaatkan pasar baru ini. Ada dua lantai, dekat dengan terminal, sehingga pasar ini menjadi pasar kebanggaan dan memudahkan pedagang, maupun pembeli,” ujarnya.

Mohammad Idris mengatakan, pembangunan pasar ini adalah bukti dari terwujudnya visi misi Provinsi Jawa Barat mengenai Pasar Juara.

“Terkait dengan pembangunan pasar ini merupakan salah satu program dalam mewujudkan visi misi Provinsi Jawa Barat, diantaranya Pasar Juara,” kata Idris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...
LANGUAGE