26.3 C
Jakarta
Jumat, 1 Maret, 2024

Atasi Kemacetan, Pemerintah Bangun Hunian di Stasiun Kereta Api

JAKARTA, duniafintech.com – Dalam mengatasi masalah kemacetan di wilayah Jabodetabek dan memenuhi kebutuhan hunian bagi para kaum Milenial pemerintah hunian stasiun kereta api yang saat ini menempati posisi jumlah terbanyak dalam tingkatan usia penduduk di Indonesia. 

Pemerintah telah menyiapkan program hunian stasiun kereta api yang terintegrasi dengan akses transportasi massal. Samesta Mahata Margonda di Depok menjadi hunian pertama yang terwujud dari hasil sinergi nyata Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan BUMN dalam menghadirkan hunian milenial yang terjangkau.

Baca juga: BUMN Pastikan Kebutuhan Pangan Jelang Ramadhan Tercukupi

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan dengan total penduduk di perkotaan mencapai 56,7% sedangkan di pedesaan 43,3% membuat wilayah perkotaan akan semakin padat. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mengatur transportasi dan hunian untuk masyarakat.

Selain itu, jumlah penduduk milenial Indonesia hari ini mencapai 58% dari total jumlah penduduk atau sekitar 81juta generasi milenial dengan status yang berbeda-beda. Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, jumlah generasi milenial tersebut belum mendapatkan fasilitas rumah.

“Kami dengan Kementerian PUPR berinisiasi untuk mengkoordinasikan seluruh BUMN yang hadir hari ini, seperti Perumnas, BTN, PLN, BUMN Karya (PT PP, Adhi Karya, dan lain-lain), serta KAI yang mempunyai lahan seperti Kawasan hari ini dimana ini juga menjadi promosi dari Pak Basuki (Menteri PuPR) waktu peluncuran 2021. Promosinya, beli hunian mendapat kereta dan inilah bagaimana kita ingin memastikan bahwa masalah hunian yang disinergikan dengan transportasi umum bisa menjadi solusi untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi sehingga kemacetan bisa berkurang,” ujar Erick

Dia mengatakan hunian milenial ini merupakan hasil sinergi BUMN. Perumnas sebagai Developer yang memimpin inisiatif ini, PT KAI group memiliki tanah dan mengoperasikan stasiun KRL, PT Pembangunan Perumahan sebagai kontraktor pelaksana proyek, Bank BTN yang memfasilitasi pembiayaan kredit perumahan, dan Icon+ PLN menyediakan jaringan internet.

Baca juga: Gandeng BEI, Menteri Erick Dorong Perusahaan BUMN untuk Go Public

Hunian Transit Oriented Development (TOD) ini memberikan one stop solution atas berbagai permasalahan dari backlog hunian, kepemilikan hunian oleh milenial, kemacetan hingga gerak perekonomian masyarakat. Hunian Milenial yang diusung Perumnas dengan sinergi antar BUMN ini menghadirkan hunian milenial yang terjangkau, terhubung dengan akses transportasi sehingga memudahkan mobilisasi, dengan konsep hunian yang sesuai gaya hidup milenial, dengan persyaratan dan angsuran KPR yang lebih mudah.

Dia mengungkapkan respon masyarakat juga positif dalam menyambut Hunian Milenial ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peminat dari kalangan Milenial yang ingin membeli Hunian Samesta Mahata Margonda. Dari keseluruhan total 940 unit, sebanyak 41% merupakan dari millennial, 20% dari masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kita sudah selesaikan 7 lokasi dengan total pendanaan Rp5 Triliun, dimana total unit ini 8348 dan alhamdulillah tingkat ke-laku-annya di atas 65% dan 41% adalah millenials yang membeli tempat ini . Hunian ini sudah ada di Depok, Jakarta, Tangerang selatan, Bogor dan Karawang. Untuk Samesta Samesta Mahata Margonda. total unit 940 unit, tingkat kelakuannya cukup tinggi 78% karena ini dekat dengan UI dan fasilitas pendukung lainnya seperti Mall, Rumah Sakit, dan lain-lain,” jelas Erick.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan Presiden Jokowi menambahkan, harga Hunian Jokowi terlihat cukup terjangkau dimana terdapat subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dijual dengan harga Rp200 juta, sedangkan yang tidak bersubsidi dihargai Rp300 juta hingga Rp500 juta. 

““Cicilannya juga murah sehingga sangat pas sekali kalau untuk hunian anak anak muda, hunian millenial ini sekali lagi akan kita kembangkan di semua kota yang memiliki TOD-TOD utamanya lahan lahan PT KAI yang tidak termanfaatkan dengan baik nanti kerja sama dengan PP, dengan Perumnas, dengan Kemen PUPR,” kata Jokowi. 

Jokowi memberikan arahan agar ke depan Hunian Milenial seperti ini tidak hanya dibangun di Jakarta dan sekitarnya saja, tetapi juga di Kota-Kota lain yang mengalami kemacetan harus ada pembangunan TOD-TOD. 

“Saya kira harus kita bangun sebanyak-banyaknya hunian seperti ini, yang paling saya senang kalau di sini, di Depok ini, kita mau ke Rumah Sakit dekat, ke Universitas Indonesia juga dekat ke Bundaran HI juga dekat karena bisa menggunakan transportasi kereta api yang cepat,” kata Jokowi. 

Baca juga: Menteri Erick: BUMN Siap Bantu Berangkatkan Jemaah Haji

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE