32.4 C
Jakarta
Jumat, 23 Februari, 2024

Badai PHK Hantam Sayurbox Lakukan Pengurangan Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com – Sayurbox menjadi perusahaan startup yang menyusul perusahaan startup lainnya dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sayurbox melakukan ‘pemulangan’ karyawannya sebanyak 5 persen dari total keseluruhan karyawan di perusahaan. Pengurangan karyawan tersebut dilakukan sebagai langkah perusahaan untuk menjadi perusahaan yang mandiri secara finansial dan tumbuh berkelanjutan dalam jangka panjang di tengah tantangan makro ekonomi global.

Baca juga: Raih Pendanaan Rp1,7 Triliun, Sayurbox Akan Ekspansi ke Kota-kota Indonesia

Menurut Co-Founder and Chief Executive Officer Sayurbox Amanda Susanti langkah tersebut merupakan sulit dilakukan dan tidak dapat dihindari agar perusahaan lebih agile dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan sehingga terus memberikan dampak positif bagi para konsumen. 

“Mitra pengemudi serta ribuan petani dan produsen lokal yang bekerjasama dengan kami dan supaya bisnis bisa sustainable dalam jangka panjang,” kata Amanda. 

Dia memastikan meski terjadi efisiensi karyawan, pelayanan yang diberikan perusahaan tidak terganggu dan tetap beroperasi seperti biasa. Menurutnya keputusan efisiensi karyawan tidak ada hubungan sama sekali dengan kinerja dari masing-masing individu atau tim manapun. 

“Tetapi memang dikarenakan oleh rasionalisasi dan restrukturisasi dari bisnis e-grocery Sayurbox agar tetap dapat berkelanjutan (sustainable) dalam jangka panjang,” kata Amanda. 

Baca juga: Perusahaan Startup PHK Karyawan, OYO Pecat 600 Karyawan

Meski terjadi efisiensi karyawan, Amanda mengungkapkan perusahaan akan memberikan paket kompensasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku terhadap karyawan yang terdampak. Perusahaan akan memberikan program pendampingan untuk membantu karyawan yang terdampak agar memiliki kesempatan dalam mencari pekerjaan baru yaitu dengan menyediakan akses ke platform pencarian pekerjaan dari perusahaan-perusahaan yang memiliki lowongan pekerjaan. 

Selain itu, perusahaan juga akan menyediakan akses “Sayur Alumni Support” dimana karyawan yang terdampak dapat mengunggah CV yang akan diberikan ke potential employers seperti investor, partner, recruitment agency dan perusahaan lain yang memiliki lowongan pekerjaan. 

Dia menambahkan karyawan yang terkena dampak efisiensi juga masih dapat menggunakan asuransi serta hak karyawan lainnya sampai dengan akhir bulan masa bekerja. 

“Karyawan juga dapat mengakses berbagai workshop khusus yang dirancang oleh tim Human Capital Sayurbox guna menjadi bekal selama pasca efisiensi ini,” kata Amanda.

Baca juga: Dari Berbagai Bidang, Inilah Daftar Perusahaan Startup di Indonesia

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE