29.3 C
Jakarta
Kamis, 30 Juni, 2022

BANK BOLLYWOOD TERAPKAN SISTEM KEUANGAN BLOCKCHAIN

duniafintech.com – Bank sentral India bersiap untuk menerapkan proses keuangan termasuk pengelolaan sistem know your customer (KYC) dengan menggunakan solusi Blockchain.

Ohiya, Bank Sentral India (SBI) sebagai bank sektor publik, milik pemerintah negara, SBI adalah perusahaan perbankan terbesar India dengan nilai aset lebih dari $460 milyar dan layanan di sejumlah bidang seperti perbankan, ritel, pembiayaan dan asuransi.

Di awal bulan Februari mendatang, SBI memimpin dalam pembangunan ‘Bankchain’. Sekedar informasi, negara Bollywood ini merupakan negara pertama yang mengadakan konsorsium Blockchain keuangan yang terdiri dari bank terbesar India (baik negeri maupun swasta) bersama perusahaan teknologi, seperti IBM dan Microsoft untuk mengembangkan dan menerapkan aplikasi Blockchain untuk industri jasa keuangan.

Bank Sentral India saat ini sudah mendesak pelaksanaan teknologi desentralisasi pertama dengan menggunakan solusi Blockchain untuk mengelola know your customer, melalui kemitraan baru dengan perusahaan raksasa teknologi Intel sebagai konsorsium resmi dewan penasihat teknologi.

Blockchain enterprise akan berjalan pada Hyperledger Sawtooth, modular platform untuk mengembangkan dan menyebarkan Blockchains, dikembangkan oleh Intel yang dipimpin yayasan linux open source. Blockchain juga akan menambah perangkat lunak Intel penjaga ekstensi (SGX) untuk meningkatkan privasi Blockchain, keamanan dan skalabilitas. Solusi Blockchain diberikan oleh Primechain, sebuah perusaahan startup Blockchain India sebagai penggagas konsorsium Bankchain.

Seperti dilaporkan oleh Economic Times, solusi dengan menggunakan Blockchain akan meningkatkan efisiensi lembaga keuangan yang terdiri dengan kerahasiaan data transaksi terjamin dan keamanan terjaga. Menurut kepala inovasi Bank Sentral India, Sudin Baraokar, bank sektor publik berminat dalam mengembangkan kasus penggunaan Blockchain melalui kolaborasi dengan bank lain untuk mempercepat proses platform secara beta.

Secara official Bank Sentral India menyatakan:

“Dengan pemanfaatan komponen blockchain guna membangun blockchain seperti Intel SGX dan Hyperledger Sawtooth dan Primechain’s, kita bisa menyadari munculnya layanan fintech P2P lending, crowdfunding dan pasar digital yang memungkinkan inklusi keuangan.”

Selain nantinya sudah menggunakan teknologi Blockchain, bank-bank yang berpartisipasi akan dapat berbagi program-program keuangan lainnya, seperti mencegah pencucian uang dan melawan terorisme.

Source: Economic Times

Writer: Romy Syawal

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Daftar Pinjaman Online Berizin OJK per Maret 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar pinjaman online berizin OJK atau Otoritas Jasa Keuangan terbaru telah resmi dirilis pada Maret 2022 lalu. Perilisan ini dilakukan lantaran maraknya...

P2P Lending adalah — Kelebihan hingga Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – P2P Lending adalah teknologi keuangan (fintech) yang kian diminati oleh masyarakat dalam beberapa tahun belakangan. Ada 2 pendekatan dalam konsepnya, yakni sebagai...

Apa Itu Peer to Peer Lending? Begini Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Ada banyak hal yang sejatinya perlu diketahui tentang apa itu peer to peer lending, termasuk hingga ke cara kerjanya. Pada dasarnya, P2P...

Kemenko Marves Sebut Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi untuk Cegah Penimbunan

JAKARTA, duniafintech.com - Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi...

Memalukan! Karyawan Terraform Labs Masuk Daftar Larangan Terbang oleh Pemerintah Korsel

JAKARTA, duniafintech.com - Beberapa karyawan Terraform Labs yang berbasis di Korea Selatan (Korsel), perusahaan di belakang stablecoin Terra USD, yang runtuh bulan lalu dan...
LANGUAGE