28.2 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Bank Indonesia Cadangan Devisa Alami Peningkatan Capai US$137,2 Miliar

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2022 mencapai  US$137,2 miliar. Cadangan devisa tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2022 sebesar US$134 miliar. 

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menjelaskan peningkatan posisi cadangan devisa pada Desember 2022 antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman pemerintah. 

Baca juga: Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai untuk Natal dan Tahun Baru Rp117,7 Triliun

Menurut Erwin posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan,” kata Erwin. 

Erwin menegaskan ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan alat pembayaran luar negeri yang dapat ditukarkan ke dalam uang luar negeri ini tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga. 

“Seiring dengan berbagai respon kebijakan dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional,” kata Erwin.

Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa hingga akhir September mengalami penurunan US$130,8 jika dibandingkan pada akhir Agustus 2022 yaitu sebesar US$132,2 miliar. 

Baca juga: Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan, Ini Prediksi Bank Indonesia Untuk Ekonomi Indonesia

Menurut Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengungkapkan penurunan posisi cadangan alat pembayaran luar negeri yang dapat ditukarkan ke dalam uang luar negeri ini pada bulan September 2022 dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. 

Dia menilai posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor atau 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan. 

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Erwin. 

Baca juga: Tingkatkan Inklusi Keuangan, CEO Indodax Dukung Bank Indonesia Terbitkan Rupiah Digital

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE