26.8 C
Jakarta
Jumat, 1 Maret, 2024

Bank Indonesia Catat Penyaluran Kredit dalam Kondisi Lesu

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia menyatakan permintaan pembiayaan korporasi, rumah tangga dan penyaluran kredit baru masih dalam kondisi tumbuh terbatas dan cenderung melambat. 

Direktur Eksekutif Departemen Bank Indonesia Erwin Haryono menjelaskan untuk pembiayaan permintaan pembiayaan korporasi pada bulan April 2023, masih terindikasi tumbuh terbatas. 

Baca juga: Pasca Gangguan Bank Syariah Indonesia, Bank Indonesia Pastikan Sistem Pembayaran Perbankan Indonesia Tergolong Aman

Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 19,8% lebih rendah dari SBT 24,0% pada Maret 2023. Mayoritas pembiayaan bersumber dari dana sendiri diikuti pembiayaan dari pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik yang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. 

“Sementara itu, permintaan pembiayaan yang bersumber dari perbankan dalam negeri masih terindikasi melambat,” kata Erwin. 

Untuk penyaluran kredit baru oleh perbankan di bulan April 2023, Erwin mengungkapkan masih terindikasi tumbuh terbatas. Untuk SBT, penyaluran kredit baru pada 2023 tercatat sebesar 68,9 persen tumbuh positif meski tidak setinggi SBT pada bulan sebelumnya sebesar 94,6 persen. 

Menurutnya faktor utama yang mempengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain. 

“Sementara itu, untuk keseluruhan triwulan II 2023, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan diperkirakan meningkat,” kata Erwin. 

Sedangkan untuk di sisi rumah tangga, Erwin mengungkapkan permintaan pembiayaan baru terindikasi melambat pada April 2023. Menurutnya mayoritas rumah tangga mengajukan jenis pembiayaan berupa Kredit Multi Guna dan memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan.

Baca juga: Bank Indonesia: 48 Persen Penduduk Indonesia tidak Punya Akses Perbankan

“Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing,” kata Erwin.

Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat untuk penyaluran kredit baru pada triwulan I tahun 2023 mengalami pertumbuhan dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru sebesar 63,7 persen. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menjelaskan Pertumbuhan kredit baru tersebut terjadi pada seluruh jenis kredit. Pada triwulan II 2023, penyaluran kredit baru diprakirakan tumbuh lebih tinggi, terindikasi dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 99,7%.

Menurutnya standar penyaluran kredit pada triwulan II 2023 diprakirakan sedikit lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) positif sebesar 0,1%. 

“Kebijakan penyaluran kredit diprakirakan lebih ketat, antara lain pada aspek suku bunga kredit, premi kredit berisiko, dan persyaratan administrasi,” kata Erwin. 

Erwin menjelaskan berdasarkan hasil survey tersebut, menunjukkan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit ke depan. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2023 sebesar 10,4% (yoy), tumbuh positif meski tidak setinggi realisasi pertumbuhan kredit pada 2022 sebesar 11,4% (yoy). 

“Optimisme tersebut antara lain didorong oleh kondisi moneter dan ekonomi serta relatif terjaganya risiko dalam penyaluran kredit,” kata Erwin.

Baca juga: Bank Indonesia Optimistis Angka Inflasi akan Terkendali hingga Akhir Tahun 2023

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE